Kamis, 08 Oktober 2026
18:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Sebastian Franck

Sebastian Franck

filsuf asal Jerman

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)
250px-Sebastian_Franck.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebastian Franck
330px-De_Sprichw%C3%B6rter_%28Franck%29_222.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sprichwörter, schöne, weise, herrliche Klugreden, 1541.

Sebastian franck adalah filsuf dari Jerman pada abad 16.[1] Dia hidup di kota Uml, Donauworth, Strasbourg dan Esslingen di Jerman.[1] Franck adalah seorang penganut panteis, pendoa spiritual yang beranjak dari tempat untuk pastorates singkat.[1] Dia menikah sebelum pindah ke Strasbourg. Karena kekerasan yang terjadi baik dalam dunia spiritual dan kekuasaan sekuler di Chronica, dia dipecat dari Strasbourg pada tahun 1531.[1] Kemudian dia hidup dengan bekerja sebagai tukang print dan pembuat sabun.[1] Dalam Paradoxes (1534) darinya, dia mengemukakan pandangan panteistis dan spiritualisnya bertentangan dengan sistem keagamaan.[1] Dia pergi ke Basel di mana dia melanjutkan untuk menerbitkan tulisan-tulisan yang lebih luas.[1] Franck tidak dihiraukan begitu saja oleh penganut Luther, Zwingli dan Anabaptis; dia sendiri sangat toleran, pandangannya secara sulit diperkenalkan di Holand.[1] Pandangan Franck adalah berbicara tentang kebebasan yang total sebagai bagian dari telaah dari semua teolog dogmatika.[1]

Sumbangan yang paling besar adalah pembebasan agama dari pandangan yang sempit dalam teori, baik dogmatika dan penggembalaan.[2] Bagi dia, jiwa dan spiritual tidak selalu bisa dijelaskan dengan definisi-definisi dogmatika.[2]

referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (Inggris)Albert E. Avey., Handbook in The History of Philosophy, New York: Barnes & Noble, Inc, 1954
  2. 1 2 (Inggris)Rufus M. Jones., Spiritual Reformers in the 16th and 17th Centuries, USA: Kessinger Publishing, 2008
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan