Rabu, 23 September 2026
22:00 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Sebastian Franck

Sebastian Franck

filsuf asal Jerman

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)
250px-Sebastian_Franck.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebastian Franck
330px-De_Sprichw%C3%B6rter_%28Franck%29_222.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sprichwörter, schöne, weise, herrliche Klugreden, 1541.

Sebastian franck adalah filsuf dari Jerman pada abad 16.[1] Dia hidup di kota Uml, Donauworth, Strasbourg dan Esslingen di Jerman.[1] Franck adalah seorang penganut panteis, pendoa spiritual yang beranjak dari tempat untuk pastorates singkat.[1] Dia menikah sebelum pindah ke Strasbourg. Karena kekerasan yang terjadi baik dalam dunia spiritual dan kekuasaan sekuler di Chronica, dia dipecat dari Strasbourg pada tahun 1531.[1] Kemudian dia hidup dengan bekerja sebagai tukang print dan pembuat sabun.[1] Dalam Paradoxes (1534) darinya, dia mengemukakan pandangan panteistis dan spiritualisnya bertentangan dengan sistem keagamaan.[1] Dia pergi ke Basel di mana dia melanjutkan untuk menerbitkan tulisan-tulisan yang lebih luas.[1] Franck tidak dihiraukan begitu saja oleh penganut Luther, Zwingli dan Anabaptis; dia sendiri sangat toleran, pandangannya secara sulit diperkenalkan di Holand.[1] Pandangan Franck adalah berbicara tentang kebebasan yang total sebagai bagian dari telaah dari semua teolog dogmatika.[1]

Sumbangan yang paling besar adalah pembebasan agama dari pandangan yang sempit dalam teori, baik dogmatika dan penggembalaan.[2] Bagi dia, jiwa dan spiritual tidak selalu bisa dijelaskan dengan definisi-definisi dogmatika.[2]

referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (Inggris)Albert E. Avey., Handbook in The History of Philosophy, New York: Barnes & Noble, Inc, 1954
  2. 1 2 (Inggris)Rufus M. Jones., Spiritual Reformers in the 16th and 17th Centuries, USA: Kessinger Publishing, 2008
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan