Senin, 02 November 2026
04:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Savang Vadhana dari Siam

Savang Vadhana dari Siam

Bagikan:
Sri Savarindira
Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Savang Vadhana
250px-Queen_Savang_Vadhana_in_1879.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ratu permaisuri Siam
Masa jabatan17 Februari 1881– 23 Oktober 1910
Anggota paling senior dari Dinasti Chakri
Berkuasa1 Desember 1943 – 17 Desember 1955
PendahuluTisavarakumarn, Pangeran Damrong Rajanubhab
PenerusNabhabhorn Prabha, Putri Dibayaratana Kiritkulini
LahirPhra Chao Luk Thoe Phra Ong Chao Savang Vadhana
(1862-09-10)10 September 1862
Istana Raja, Bangkok, Siam
Meninggal17 Desember 1955(1955-12-17) (umur 93)
Istana Sa Pathum, Bangkok, Thailand
Pemakaman22 April 1956
AyahMongkut (Rama IV)
IbuPiam Sucharitakul
PasanganChulalongkorn (Rama V)
Keturunan
Nama lengkap
Somdet Phra Nang Chao Savang Vadhana Phra Boromma Rajadevi
WangsaDinasti Chakri
Tanda tanganSri Savarindira
Empat Permaisuri
Raja Chulalongkorn
40px-Queen_Sunandha_Kumariratana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sunanda Kumariratana
40px-Queen_Sukumalmarsri.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sukhumala Marasri
Savang Vadhana
40px-Saovabha_Phongsri.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Saovabha Phongsri

Sri Savarindira (bahasa Thai:ศรีสวรินทิรา; RTGS: Si Sawarinthira, 10 September 1862 – 17 Desember 1955), lebih dikenal dengan nama Savang Vadhana (bahasa Thai:สว่างวัฒนา; RTGS: Sawang Watthana), adalah permaisuri dari Raja Chulalongkorn (Rama V) yang juga saudara tirinya. Namun ia bukan Rajini atau permaisuri tertinggi. Ia adalah ibu dari Mahidol, Pangeran Songkhla yang mendirikan Wangsa Mahidol. Semua anaknya meninggal saat ia masih hidup. Karena ia masih hidup maka dapat menyaksikan kedua cucunya Ananda Mahidol dan Bhumibol Adulyadej naik takhta. Setelah cucu pertamanya naik takhta pada 1935, ia dikenal sebagai Somdetch Phra Phan Vassa Ayika Chao (สมเด็จพระพันวัสสาอัยยิกาเจ้า; RTGS: Somdet Phra Phan Watsa Ai-yika Chao; "Permaisuri Nenek").[1]

Kehidupan

Ia adalah putri ke-27 Raja Mongkut (Rama IV) dari Ibu Piam. Ia juga saudara tiri suaminya Raja Chulalongkorn (Rama V).

Semua anak biologisnya meninggal saat ia masih hidup. Ia memiliki dua putra yang berhak pada takhta yaitu Vajirunhis dan Mahidol.

Saat Raja Prajadhipok (Rama VII) turun takhta pada tahun 1935, anak dari anak bungsunya, Pangeran Ananda Mahidol, berhak atas takhta sebagai Raja Ananda Mahidol (Rama VIII). Ia lalu menerima gelar Nenek Suri Sri Savarindira (nama yang diberikan Raja Prajadhipok yang juga menjadikannya Bibi Suri.

Ratu Sri Savarindira juga merupakan nenek dari Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX). Meskipun anaknya, Pangeran Mahkota Maha Vajirunhis meninggal sebelum ia dapat berkuasa menjadi raja, ia masih hidup ketika dua cucunya menjadi raja.

Keturunan

250px-Royal_Monogram_of_Her_Majesty_Queen_Sri_Savarindira%2C_the_Queen_Grandmother.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monogram kerajaan Ratu Savang Vadhana

Bersama Raja Chulalongkorn (Rama V) ia memiliki putra:

Selain itu, ia juga mengadopsi beberapa anak suaminya dari istri lain dan membesarkannya seperti anak sendiri:

Gelar dan Gaya

Pemerintahan Rama IV

  • Yang Amat Mulia Putri Savang Vadhana
    • Phra Chao Luk Thoe Phra Ong Chao Savang Vadhana
      (10 September 1862 – 1868)

Pemerintahan Rama V

  • Yang Amat Mulia Putri Savang Vadhana, Saudari Raja
    • Phra Chao Nong Nang Thoe Phra Ong Chao Savang Vadhana
      (1868 – 1878)
  • Yang Teramat Mulia Putri Savang Vadhana, Permaisuri Putri Siam
    • Phra Nang Chao Savang Vadhana Phra Rajadevi
      (1878 – 12 Agustus 1880)
    • Somdet Phra Nang Chao Savang Vadhana Phra Rajadevi
      (12 Agustus 1880 – 17 Februari 1881)
  • Duli Yang Maha Mulia Ratu Savang Vadhana
    • Somdet Phra Nang Chao Savang Vadhana Phra Boromma Rajadevi
      (17 Februari 1881 – 1911)

Pemerintahan Rama VI & Rama VII

  • Duli Yang Maha Mulia Bibi Ratu Savang Vadhana
    • Somdet Phra Matuccha Chao Savang Vadhana Phra Boromma Rajadevi
      (1911 – 21 Maret 1925)
  • Duli Yang Maha Mulia Bibi Ratu Sri Savarindira
    • Somdet Phra Sri Savarindira Boromma Rajadevi Phra Phan Vassa Matuccha Chao
      (21 Maret 1925 – 25 Maret 1834)

Pemerintahan Rama VIII

  • Kebawah Duli Yang Maha Mulia Nenek Ratu Sri Savarindira
    • Somdet Phra Sri Savarindira Boromma Rajadevi Phra Phan Vassa Ayyika Chao
      (25 Maret 1834 – 17 Desember 1955)

Medali

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Finestone, Jeffrey. The Royal Family of Thailand: The Descendants of King Chulalongkorn. Bangkok: Phitsanulok Publishing, 1989, p. 64

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Savang Vadhana.
Istri-istri Raja Chulalongkorn (Rama V)
Istri-istri kerajaan
Ratu Bupati
Ratu
Putri permaisuri
tidak ditunjuk
120px-Privy_Seal_of_King_Rama_V_%28Chulalongkorn%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Selir-selir
Cik Puan Kehormatan
Cik Puan Mulia
Istri-istri Raja Thailand (Rama I · Rama II · Rama III · Rama IV · Rama V · Rama VI · Rama X)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan