Minggu, 04 Oktober 2026
15:03 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Satrio Piningit

Bagikan:

Satrio Piningit (dari bahasa Jawa, "Ksatria yang disembunyikan," dengan aksara Jawa: ꦱꦠꦿꦶꦪꦺꦴ ꦥꦶꦤꦶꦔꦶꦠ꧀) adalah tokoh yang muncul dalam ramalan Prabu Jayabaya, seorang raja yang pernah memerintah di Nusantara Indonesia. Masyarakat Indonesia meyakini bahwa Satrio Piningit memiliki kesaktian atau pengetahuan yang melebihi zamannya, sebagaimana dijelaskan dalam sumber.[1]

Kisah tentang Satrio Piningit masih dipercayai oleh sebagian besar masyarakat Jawa, khususnya di Pulau Jawa, secara turun-temurun dari leluhur dan nenek moyang mereka. Satrio Piningit dikatakan sebagai putra "Bathara Indra," dengan paras seperti Kresna, watak seperti Baladewa, dan bersenjatakan Trisulaweda.

Dalam cerita lain yang disampaikan oleh Prabu Siliwangi, raja terakhir Sunda dari Pajajaran, Satrio Piningit sepadan dengan Budak Angon atau "Anak Pengembala".[2] Kedatangan Satrio Piningit atau budak angon yang menggembalakan daun kering dan ranting memiliki banyak interpretasi. Beberapa kalangan masyarakat melihat ini sebagai upaya Satrio Piningit untuk mengumpulkan persoalan-persoalan dan solusi guna mendirikan "Ratu Adil," yaitu kepercayaan terhadap kepemimpinan adil bagi seluruh umat manusia dan semesta alam.

Dalam pandangan masyarakat, Ratu Adil dianggap sebagai pemimpin yang akan merestorasi sistem kepemimpinan yang sebelumnya semena-mena, membawa bangsa dan negara ke zaman baru. Syair lagu kuno dan pandangan dari Sunan Kalijaga, tokoh penyebar agama Islam di Nusantara, juga menggambarkan makna dalam kisah ini.[3]

Sunan Kalijaga menyatakan bahwa bocah angon mencoba memanjat pohon belimbing untuk mengambil buahnya. Buah belimbing yang berbentuk bintang dengan lima arah diinterpretasikan sebagai kelima rukun Islam. Beberapa pandangan juga menyatakan bahwa bintang tersebut dapat dimaknai sebagai nabi umat Islam, Muhammad, sementara buahnya mencerminkan sifaturrosul, yaitu benar, dipercaya, menyampaikan, dan bijaksana.[4]

Pandangan mengenai apa yang digembalakan oleh bocah angon bervariasi di kalangan masyarakat. Namun, tiga tokoh di atas memberikan pandangan yang memiliki referensi akurat dalam menafsirkan kisah Satrio Piningit.

djoharwaji

muriyati

suroto

istri satrio rino :

- saunah

-maharani

Catatan kaki

  1. ↑ Fatkhan, Muh (2020-06-11). "SOSOK RATU ADIL DALAM RAMALAN JAYABAYA". Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam. 19 (2): 241. doi:10.14421/ref.2019.1902-07. ISSN 2548-4745.
  2. ↑ Darmawan., Tri Budi Marhaen (2007). Perjalanan spiritual menelisik jejak satrio piningit : jalan setapak menuju Nusantara jaya. Cipta Karya Multimedia. ISBN 978-979-17582-0-8. OCLC 271921767.
  3. ↑ Nitanegara, Bening (2013). "The attitudes of Javanese youth toward the Lir ilir Song". PsycEXTRA Dataset. Diakses tanggal 2021-08-27.
  4. ↑ Gharib., al-Baghdadiy, Muhammad (1994). Nabi Muhammad. Penerbitan Al-Ramadhan. ISBN 983-040-023-9. OCLC 850548376.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan