| Sanjak Lajjun | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Sanjak di Kesultanan Utsmaniyah | |||||||
| 1559–abad ke-18 | |||||||
peta sanjak abad ke-16 | |||||||
| Ibu kota | Lajjun | ||||||
| Luas | |||||||
| • Coordinates | 32°35′N 35°10′E / 32.583°N 35.167°E / 32.583; 35.167 | ||||||
| Sejarah | |||||||
| Pemerintahan | Dinasti Thurabay | ||||||
| Era sejarah | Palestina Utsmaniyah | ||||||
• Didirikan | 1559 | ||||||
• Dibubarkan | abad ke-18 | ||||||
| Keanggotan dalam | |||||||
| • Eyalet | Damaskus | ||||||
| |||||||
| Sekarang bagian dari | Israel, Palestina | ||||||
Sanjak Lajjun adalah sebuah sanjak di Eyalet Damaskus dari tahun 1559 hingga pertengahan abad ke-18 ketika sanjak ini dan Sanjak Ajlun yang berdekatan digabungkan untuk membentuk Sanjak Jenin.[1] Sanjak ini berpusat di Lajjun dan kemudian Jenin. Wilayahnya terdiri dari bagian utara Palestina yang membentang di Lembah Jezreel (yang saat itu dikenal sebagai 'Marj ibn Amir'), Gunung Karmel, dan daerah pesisir antara Haifa dan Atlit. Sejak didirikan hingga akhir abad ke-17, sanjak ini didominasi oleh dinasti Thurabay, yang anggotanya menjabat sebagai gubernurnya selama sebagian besar periode ini.
Sejarah
Sanjak Lajjun dibentuk dari wilayah yang disebut dalam sumber-sumber Utsmaniyah sebagai Iqtha' Thurabay. Iqtha' ini terdiri dari nahiya (subdistrik) Atlit dan Marj Bani Amir (Lembah Jezreel modern). Kedua nahiya tersebut sebelumnya merupakan bagian dari provinsi Mamluk Safed tetapi secara administratif dipisahkan dari Safed setelah Utsmaniyah menaklukkan wilayah tersebut pada tahun 1516–1517. Sejarawan Harold Rhode berspekulasi bahwa Iqtha' yang terpisah secara administratif tersebut didirikan untuk memberi penghargaan atau menenangkan keluarga Thurabay, para pemimpin suku Badui Bani Haritsah yang mendominasi wilayah tersebut dan bersekutu dengan Utsmaniyah selama penaklukan kekaisaran Mamluk.[2] Menurut sejarawan Beshara Doumani, Sanjak Lajjun, tidak seperti sanjak-sanjak lain di wilayah Palestina, "dibentuk terutama karena alasan politik dan strategis". Jalan raya Damaskus–Kairo yang penting dan Via Maris di pesisir melewati wilayah yang “disisihkan” oleh Utsmaniyah untuk Thurabay, yang dipercayakan untuk mengamankan kedua jalan tersebut.[3]
Referensi
- ↑ Doumani 1995, hlm. 39.
- ↑ Rhode 1979, hlm. 24–26.
- ↑ Doumani 1995, hlm. 38–39.
Bibliografi
- Doumani, B. (1995). Rediscovering Palestine: Merchants and Peasants in Jabal Nablus. University of California Press.
- Rhode, H. (1979). The Administration and Population of the Sancak of Safad in the Sixteenth Century (PhD). Columbia University.