Jumat, 16 Oktober 2026
16:10 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Sakuramochi

Sakuramochi

Bagikan:
250px-A_rice_cake_filled_with_sweet_bean_paste_and_wrapped_in_a_pickled_cherry_leaf%2Ckatori-city%2Cjapan.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kue Sakura

Kue sakura atau Sakuramochi (Jepang: 桜餅) merupakan sejenis wagashi (和菓子), (jenis kue camilan dari Jepang). Sakuramochi biasanya berwarna merah muda dan ditutupi dengan awetan daun sakura (yang telah direndam sekitar satu jam untuk menghilangkan kadar garamnya) dan di isi dengan pasta kacang merah. Kue manis ini sering kali disajikan dan dimakan dalam acara Hina Matsuri pada bulan Maret tanggal 3 (bulan 3, tanggal 3). Namun, jenis kue ini bisa diperoleh di kebanyakan toko kue dan supermarket di Jepang, hampir di sepanjang tahun.[1]

Sakuramochi muncul pada abad ke-18, sekitar masa Kesogunan Tokugawa ke-8. Pada mulanya, Tokugawa Yoshimune (berkuasa pada tahun 1716 - 1745) memerintahkan untuk menanam pohon sakura dan pohon persik agar tercipta lingkungan yang nyaman dan dapat dinikmati rakyat biasa. Namun, pada saat itu terdapat penjaga gerbang di sebuah kuil Buddha di Edo (saat ini Tokyo) yang tidak senang membersihkan daun-daun sakura yang telah berjatuhan. Kemudian muncullah sebuah ide untuk memetik daun sakura yang belum gugur dan mengawetkanya dengan garam. Daun-daun sakura yang telah diawetkan tersebut kemudian diguakan untuk membungkus kue mochi yang dijual di kedai-kedai teh. Sehingga pada akhirnya hadir hidangan sakuramochi yang merupakan mochi yang dibungkus dengan daun sakura


Bahan dasar dari kue ini adalah tepung beras biasa (untuk daerah Tokyo) atau tepung beras ketan (untuk daerah Kansai).

Refrensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Wikibooks logo
Wikibooks memiliki informasi lebih lanjut di:
  1. ↑ Media, Kompas Cyber. "Kue Kashiwamochi dan Sakuramochi jadi Simbol Manis Musim Semi dan Tradisi Jepang". Ohayojepang.kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan