Minggu, 27 September 2026
23:23 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

STSAT-2B

satelit Korsel

STSAT-2B
OperatorKARI
Tipe misiTeknologi
Tanggal perluncuran10 Juni 2010
08:01 GMT[1]
Roket pembawaNaro-1
Tempat peluncuranPusat Luar Angkasa Naro
Durasi misi2 tahun (rencana)[2]
Gagal mengorbit
Berat100 kilogram (220 pon)[3]
Orbital elements
RegimeOrbit bumi rendah (rencana)
Gagal mengorbit
Inklinasi80°[3]
Apoapsis1.500 kilometer (930 mi)[3]
Periapsis300 kilometer (190 mi)[3]

STSAT-2B, atau Science and Technology Satellite 2B, adalah satelit buatan milik Korea Selatan yang hilang akibat kegagalan dari penerbangan kedua roket Naro-1. Satelit ini dioperasikan oleh Institut Penelitian Antariksa Korea, dan dimaksudkan untuk menguji teknologi pesawat luar angkasa masa depan. Satelit ini memiliki massa 100 kilogram (220 pon), dan direncanakan untuk beroperasi selama paling sedikit dua tahun.[2]

STSAT-2B sebenarnya direncanakan untuk beroperasi bersama dengan pesawat sebelumnya, STSAT-2A; namun STSAT-2A hilang tahun 2009 setelah segel ruang kargo roket pembawanya gagal memisah sehingga roket gagal mencapai orbit.[4]

Perangkat

Perangkat utama di dalam STSAT-2B adalah Dual-channel Radiometer for Earth and Atmosphere Monitoring, atau DREAM, yang akan mengukur suhu tertinggi bumi pada 23.8 GHz dan 37 GHz.[5] Muatan sekunder, yaitu Laser Retroreflector Array atau LRA digunakan untuk eksperimen pengukuran jarak satelit dengan laser, yang dimaksudkan untuk menentukan parameter dari orbit satelit dengan derajat kekepatan yang lebih tinggi.[2] Karena toleransi pembuatan yang lebih kecil, retroreflectors pada STSAT-2B menyediakan presisi yang lebih besar dibanding alat yang sama di STSAT-2A.[6]

Sebuah rangkaian percobaan teknologi juga telah direncanakan; menyelidiki sistem kontrol ketinggian, dan menguji apakah pulsed plasma thruster, star tracker, sebuah sun sensor, sama baiknya dengan eksperimen dalam komputer, dengan rate transfer data dapat mencapai 10 megabita per detik.[2]

Peluncuran

STSAT-2B diluncurkan oleh roket Naro-1, terbang dari Naro Space Centre. Peluncuran adalah penerbangan kedua dari Naro-1, yang terdiri dari modifikasi tahap pertama dari Angara yang dibuat oleh Khrunichev,[7] dan sebuah bagian atas berbahan bakar padat buatan Korea Selatan. Peluncuran Naro-1 sebelumnya adalah STSAT-2A, yang berlangsung pada Agustus 2009 dab nerakhir dengan kegagalan.[4]

Peluncuran direncanakan berlangsung pada 9 Juni 2010, selama dua jam mulai pukul 07.30 GMT (16:30 waktu lokal). Usaha peluncuran berikutnya dilakukan pada waktu yang sama setiap hari hingga 19 Juni 2010.[8] Usaha peluncuran pada 9 Jun 2010 dibatalkan karena sistem pencegah kebakaran aktif tanpa alasan jelas.

Akibat pembatalan, peluncuran dijadwalkan ulang pada hari berikutnya, dan dimulai pukul 08:01 GMT (17:01 waktu lokal) pada 10 Juni 2010.[1] Saat pembakaran tahap pertama, 137 detik setelah lepas landas, kontak dengan roket dinyatakan hilang.[9] Menteri Ilmu Pengetahuan Korea Selatan, Ahn Byung-man kemudian menyatakan bahwa roket dipercaya telah meledak.[10] Jika peluncuran berhasil, STSAT-2B akan ditempatkan di orbit dengan perigee sekitar 300 kilometer (190 mi), dan apogee sekitar 1.500 kilometer (930 mi), dengan inklinasi 80 derajat.[3]

Referensi

  1. 1 2 "(rocket launch) S. Korea's Naro-1 rocket lifts off from space center". Yonhap News. 10 Juni 2010. Diakses tanggal 10 Juni 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Noll, Carey. "ILRS Mission Support Status". STSAT-2 Satellite Information. NASA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-01-18. Diakses tanggal 24 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 Noll, Carey. "STSAT-2". STSAT-2 Satellite Information. NASA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-01-17. Diakses tanggal 24 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "S. Korean satellite lost shortly after launch: gov't". Yonhap News Agency. 26 Agustus 2010. Diakses tanggal 24 April 2010.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Dual-channel radiometers for Earth and atmosphere monitoring (DREAM) on micro satellite STSAT-2
  6. ↑ Noll, Carey. "RetroReflector Array (RRA) Characteristics". STSAT-2 Satellite Information. NASA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-01-18. Diakses tanggal 24 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "First-Stage Engine of Naro-1 to Arrive on Weekend". Arirang. 2 April 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-23. Diakses tanggal 24 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Jang Ji-yun (20 April 2010). "Korea to Launch 2nd Naro Space Rocket on June 9". Arirang. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-23. Diakses tanggal 24 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "(LEAD) (rocket launch) Ground controllers lose contact with space rocket after takeoff". Yonhap News. 10 Juni 2010. Diakses tanggal 10 Juni 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "S Korean space rocket might have exploded: science minister". Xinhua. 10 Juni 2010. Diakses tanggal 10 Juni 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan