Minggu, 18 Oktober 2026
15:25 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Roket Sonde

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2016)

Roket sonde adalah salah satu dari jenis “sounding roket” yang berguna untuk mengamati keadaan atmosfer dan membawa sebuah roket peluncur yang dapat membuat laporan perkiraan cuaca. Biasanya, roket peluncur ini ditaruh pada ketinggian 75.000 meter, dan kembali ke Bumi dengan parasut.[1][2][3]

Roket meteorologi yang biasa digunakan adalah “The Loki” dan “Super Loki”.[3] Ciri dari roket ini adalah panjangnya yang 3,7 meter dan ditenagai oleh bahan bakar yang padat untuk mesinnya.[3] Mesin roket ini terpisah ketika roket berada di ketinggian 1.500 meter dan jatuh pada titik jauh peredaran Bumi.[3] Roket Sonde dapat ditaruh pada ketinggian 20.000 meter sampai 113.000 meter.[3]

Data meteorologi yang terekam dapat berupa temperatur, kelembapan, kecepatan angin, arah angin, tekanan atmosfer, dan kepadatan udara.[3]

Referensi

  1. ↑ "rocket sonde".{{cite web}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  2. ↑ "Rocket Sonde".{{cite web}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  3. 1 2 3 4 5 6 "Rocket Sonde".{{cite web}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=


Templat:Rocket-stub

Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan