Sabtu, 31 Oktober 2026
20:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kabupaten Rokan Hulu

Kabupaten Rokan Hulu

kabupaten di Provinsi Riau

Bagikan:
Kabupaten Rokan Hulu
Transkripsi bahasa daerah
 • Abjad Jawiروكن هولو
120px-Masjid_Agung_Madani_-_National_Islamic_Centre_MAMIC_Rokan_Hulu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Agung Madani
Lambang resmi Kabupaten Rokan Hulu
Lambang
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kabupaten_Rokan_Hulu&revid=29839295&groups=_e30267ade0bc715c9af925685c50f6372629549f&parser=parsoid
Peta Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Rokan Hulu di Sumatra
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Rokan Hulu
Peta Kabupaten Rokan Hulu
Tampilkan peta Sumatra
Kabupaten Rokan Hulu di Indonesia
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Rokan Hulu (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 0°56′N 100°30′E / 0.93°N 100.5°E / 0.93; 100.5
Negara Indonesia
ProvinsiRiau
Ibu kotaPasir Pengaraian
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 16
  • Kelurahan: 6
  • Desa: 139
Pemerintahan
 • BupatiAnton
 • Wakil BupatiSyafaruddin Poti
 • Sekretaris DaerahMuhammad Zaki
 • Ketua DPRDHj. Sumiartini
Luas
 • Total7.588,13 km2 (2,929,79 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2024)[1]
 • Total579.685
 • Kepadatan76/km2 (200/sq mi)
Demografi
 • Agama
 • BahasaIndonesia, Melayu, Batak, Minangkabau
 • IPMKenaikan 72,28 (2023)
tinggi[2]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1407 Suntingan nilai di Wikidata
Pelat kendaraanBM
Kode Kemendagri14.06 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 642.947.308.000,- (2022)
Situs webwww.rokanhulukab.go.id

Kabupaten Rokan Hulu adalah salah satu kabupaten di provinsi Riau, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Pasir Pengaraian.

Kabupaten Rokan Hulu, hasil pemekaran dari Kabupaten Kampar, yang berdiri pada tanggal 12 Oktober 1999 berdasarkan kepada UU Nomor 53 tahun 1999 dan UU No 11 tahun 2003 tentang perubahan UU RI No 53 tahun 1999. Luas wilayah Rokan Hulu 7.588,13 km², dengan penduduk Rokan Hulu 561.385 orang pada tahun 2020[3] dan pada pertengahan tahun 2024 berjumlah 579.685 orang.[1][4]

Kabupaten ini dijuluki Negeri Seribu Suluk yang artinya menjalankan kedisiplinan dalam menjalankan aturan-aturan agama Islam. Banyak terdapat suluk atau masjid yang berdiri di kabupaten ini.[5]

Geografis

Kabupaten Rokan Hulu memiliki wilayah yang terdiri dari 85% daratan dan 15% daerah perairan dan rawa. Secara geografis daerah ini berbatas dengan wilayah sebagai berikut:

Utara Padang Lawas dan Labuhan Batu Selatan
Timur Bengkalis dan Rokan Hilir
Selatan Kampar
Barat Pasaman

Di Kabupaten Rokan Hulu terdapat beberapa sungai. Dua di antaranya adalah sungai yang cukup besar yaitu Sungai Rokan Kanan dan Sungai Rokan Kiri. Selain sungai besar tersebut, terdapat juga sungai-sungai kecil antara lain Sungai Tapung, Sungai Dantau, Sungai Ngaso, Sungai Batang Lubuh, Sungai Batang Sosa, Sungai Batang Kumu, Sungai Duo (Langkut), dan Sungai Siasam.

Pemerintahan

Bupati

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati
7 120px-Bupati_Rokan_Hulu_periode_2021-2024_Sukiman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sukiman 21 Juni 2021 Petahana 120px-Wakil_Bupati_Rokan_Hulu_periode_2021-2024%2C_Indra_Gunawan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Indra Gunawan

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[6] 2019–2024[7] 2024–2029
PKB 1 Kenaikan 3 Steady 3
Gerindra 5 Kenaikan 8 Penurunan 6
PDI-P 6 Steady 6 Kenaikan 8
Golkar 7 Steady 7 Penurunan 6
NasDem 4 Steady 4 Steady 4
PKS 3 Kenaikan 4 Penurunan 3
Hanura 3 Penurunan 1 Steady 1
PAN 4 Kenaikan 6 Penurunan 4
Demokrat 8 Penurunan 4 Kenaikan 7
PSI (baru) 0 Kenaikan 2
PPP 4 Penurunan 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 45 Steady 45 Steady 45
Jumlah Partai 10 Steady 10 Kenaikan 11

Kecamatan

Demografi

250px-Istana_Rokan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Istana Rokan

Jumlah penduduk Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2020 tercatat sebanyak 718.321 jiwa. Mayoritas penduduknya merupakan Orang Rokan, yaitu masyarakat asli yang memiliki akar budaya Minangkabaw sejati. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka menggunakan Bahasa Rokan, yang juga dikenal sebagai Bahasa Melayu Darat. Bahasa ini memiliki kesamaan yang kuat dengan Bahasa Minangkabaw dialek Rao dan Lima Puluh Kota, menunjukkan hubungan historis dan linguistik yang erat antara Rokan Hulu dan ranah Minangkabaw di Sumatera Barat.

Dalam sistem adatnya, Orang Rokan menganut garis keturunan dari pihak ibu (Matrilineal) sebagaimana halnya masyarakat Minangkabaw. Mereka memiliki struktur sosial berbentuk persukuan (klan) yang menjadi dasar dalam kehidupan adat, pewarisan, serta pengaturan hubungan sosial masyarakat.

Adapun suku-suku atau klan Orang Rokan antara lain: Malayu/Mulayu, Kandang Kopuah , Bonuo, Ampu, Pungkuik, Moniliang, Kuti, Caniago, Piliang, Domo, Pitopang/Petopang, Maih, Soborang, Molayu Tigo Induk, Molayu Panjang, Molayu Tongah, Ompek Induk, Molayu Bosa, Bono Ampu, Molayu Ompek Induk, Molayu Pokomo, Piliang Kecil, Domo Kecil, Molayu Kecil, Molayu Bawah, Molayu Bukik dan Bendang.

Selain Orang Rokan, di bagian utara dan barat daya Rokan Hulu juga terdapat kelompok masyarakat Mandailing, yang sebagian besar bermukim di wilayah Tambusai, Tambusai Utara, Rambah, Kepenuhan, Bangun Purba, Bonai Darussalam, dan Kepenuhan Hulu.

Masyarakat Mandailing di Rokan Hulu berasal dari Tapanuli Selatan (Sumatera Utara) dan mulai bermigrasi sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan. Mereka membawa sistem sosial khas Mandailing, yaitu patrilineal (marga) serta konsep huta (kampung adat). Setiap huta biasanya ditempati oleh satu atau beberapa marga besar yang memiliki ikatan kekerabatan kuat.

Beberapa huta-huta (perkampungan) Mandailing di Rokan Hulu antara lain: Huta Huta Raja, Huta Godang, dan Huta Baru di wilayah Tambusai; Huta Tonga, Huta Padang, dan Huta Dolok di Kepenuhan; Huta Simpang, Huta Lombang, serta Huta Toras di Rambah dan Bangun Purba. Adapun marga-marga Mandailing yang banyak terdapat di Rokan Hulu meliputi: Nasution, Lubis, Harahap, Batubara, Hasibuan, Daulay, Matondang, Rangkuti, Pulungan, Rambe, Parinduri, dan Siregar.

Mereka umumnya bekerja di sektor perkebunan, jasa, dan perdagangan, serta telah berbaur dengan masyarakat Rokan dan kelompok Minangkabaw perantau.

Selain Orang Rokan dan Mandailing, terdapat pula masyarakat Minangkabaw perantau dari Sumatera Barat yang banyak menetap di Rambah Samo, Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Tandun, dan Kabun. Mereka umumnya bergerak di bidang perdagangan dan pendidikan.

Selain itu, terdapat penduduk dari etnis Jawa yang datang melalui program transmigrasi nasional sejak masa kemerdekaan. Mereka tersebar di seluruh wilayah Rokan Hulu, terutama di daerah transmigrasi dan kawasan perkebunan.

Dengan demikian, Rokan Hulu merupakan wilayah yang kaya akan keragaman etnis dan budaya. Namun akar identitasnya tetap bertumpu pada Orang Rokan — masyarakat Minangkabaw sejati di timur Sumatera yang mempertahankan adat, bahasa, dan persukuannya hingga kini.

Tempat wisata

  1. Masjid Agung Nasional Madani Islamic Centre
  2. Air Panas Pawan
  3. Gua Sikafir Pawan
  4. Rumah Batu Serombou
  5. Air Panas Hapanasan
  6. Bendungan Cipogas
  7. Benteng Tujuh Lapis
  8. Istana Rokan
  9. Puncak Kabur
  10. Air Terjun Kajatan Baru
  11. Air Terjun Ujan Lobek
  12. Air Terjun Aek Martua
  13. Bukit Suligi
  14. Rura Limbat, Air Terjun Tersembunyi di Bangunpurba
  15. Bukit cinta, Rokan IV koto
  16. Air Terjun Sei Tolap
  17. Batu lumpatan harimau, Rokan
  18. Bukit piang
  19. Bukit Pasir Rambah
  20. Grojokan bukit cinta
  21. Bukit Tungkuh Nasi, Venue PON 2012 desa Cipang Kiri hulu
  22. Bukit Ara Suligi
  23. Air Secupak
  24. Hutan Kota
  25. Pantai Duto, Desa Ngaso
  26. Sawah Koto

Pahlawan Nasional dari Rokan Hulu

Tuanku Tambusai adalah salah seorang tokoh pejuang dari Rokan Hulu dalam Perang Paderi di awal abad ke XIX. Pada masa itu daerah Rokan Hulu masih bagian integral dari wilayah Minangkabau di bawah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung. Setelah jatuhnya Benteng Bonjol dan penangkapan terhadap Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1837, maka perjuangan kaum Paderi dilanjutkan oleh Tuanku Tambusai. Tuanku Tambusai sebagai panglima terakhir yang masih tersisa bersama sisa laskar Paderi bertahan di benteng terakhir kaum Paderi di daerah Dalu-Dalu Rokan Hulu. Benteng inipun akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1838 setelah digempur selama hampir satu tahun. Dengan jatuhnya benteng tersebut, berakhirlah era Perang Paderi di seluruh wilayah adat Minangkabau.[8]

Peninggalan bersejarah di Rokan Hulu

  1. Benteng tujuh lapis Dalu-dalu
  2. Makam Raja-Raja Rambah
  3. Istana Rokan

Referensi

  1. 1 2 3 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 31 Oktober 2024.
  2. ↑ "Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) 2021-2023". www.bps.go.id. Diakses tanggal 8 Januari 2024.
  3. ↑ "Kabupaten Rokan Hulu Dalam Angka 2021" (pdf). www.rohulkab.bps.go.id. hlm. 7, 46. Diakses tanggal 1 April 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Rokan Hulu". www.sp2010.bps.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-03. Diakses tanggal 19 Februari 2020.
  5. ↑ Henry (03-03-2022). "6 Fakta Menarik Rokan Hulu, Negeri Seribu Suluk". liputan6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-15. Diakses tanggal 15-05-2023.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  6. ↑ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Rokan Hulu Periode 2014-2019
  7. ↑ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Rokan Hulu 2019-2024
  8. ↑ Pasaribu, Irfansyah. "Kota Tua Ini Jadi Rebutan Antara Kaum Padri Dengan Pemerintah Hindia Belanda". Marawa Padang. Diakses tanggal 2025-05-18.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan