Sabtu, 03 Oktober 2026
10:34 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Robekan Besar

Robekan Besar

salah satu kemungkinan akhir dari alam semesta

Bagikan:
Bagian dari seri
Kosmologi fisik
250px-WMAP_2012.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Robekan Besar (bahasa Inggris:Big Rip) adalah salah satu dari empat skenario berakhirnya alam semesta, di mana ruang itu sendiri robek.

Penyebab dan efek

Skenario ini disebabkan oleh sebuah energi toeritis yang bernama energi gelap hantu ([phantom dark energy] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)). Tidak seperti energi gelap yang konstan (lihat Pembekuan Besar), energi gelap hantu mengalami peningkatan,[1] dan kekuatannya lebih besar dari gaya gravitasi dan eletromagnetik (yang juga menahan kekuatan energi gelap), sehingga mulai menghancurkan seluruh benda di jagat raya sampai ke skala kuantum, bahkan atom pun hancur.[2] Di detik-detik terakhir, ruang itu sendiri akan hancur.[3]

Waktu

Jika skenario ini benar-benar terjadi, maka menurut penelitian di Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee, skenario ini akan terjadi sekitar 22 miliar tahun mendatang.[4]

Referensi

  1. ↑ Utomo, Yunanto Wiji (2012-12-19). yunan (ed.). "Big Rip, Semua Terpisah Jauh Saat Kiamat". Kompas.com. Diakses tanggal 2021-03-28.
  2. ↑ "Benarkah Big Rip Jadi Akhir Dunia? - National Geographic". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 2021-03-28.
  3. ↑ 4 Ways the Universe Might End (All of Them Are Bad), diakses tanggal 2021-03-28
  4. ↑ R., Jeko I. (2015-07-06). Ningrum, Dewi Widya (ed.). "Kiamat Besar-besaran Terjadi 22 Miliar Tahun Lagi?". Liputan6.com. Diakses tanggal 2021-03-28.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan