Sabtu, 31 Oktober 2026
00:24 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Revolusi substrat Kambrium

Revolusi substrat Kambrium

Bagikan:
Sebelum:
Sesudah:
Organisme sesil
terjangkar di tikar
Hewan yang sedang
memamah tikar mikrob
Hewan didalam
tikar mikrob
Hewan yang
menggali tepat
di bawah
tikar mikrob
    =Tikar mikrob
Substrat padat, berlapis, anoksik dan sulfidik
Hewan yang bergerak di
permukaan dasar laut
Substrat
atas longgar
dan teroksigen-
asi dengan
hewan
penggali
Sebelum dan setelah revolusi substrat Kambrium

Revolusi substrat Kambrium[1] atau "revolusi agronomi"[2] adalah diversifikasi peliangan oleh hewan selama periode Kambrium, seperti yang diketahui dari fosil jejak.

Bagian dari seri
Ledakan Kambrium
120px-Cambrian_explosion_taskforce_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Sebelum "perluasan dari kemampuan perilaku" ini,[3] hewan-hewan bentik sebagian besar memamah tikar mikrob yang menutupi permukaan substrat, merangkak di atasnya (seperti yang dilakukan siput air tawar), atau menggali di bawahnya. Tikar-tikar mikrob ini membentuk sebuah pemisah antara air dan sedimen di bawahnya, yang lebih tidak tergenang air ketimbang dasar laut modern, serta lebih anoksik (miskin oksigen). Karena demikian, substratnya ditinggali oleh mikroorganisme reduktor sulfat, yang mengeluarkan hidrogen sulfida (H2S) sehingga substratnya beracun untuk jenis organisme lainnya.[4]

Di sekitar permulaan Kambrium, banyak jenis organisme mulai membuat liang secara vertikal, membentuk berbagai jenis bentuk liang serta jejak yang terfosilisasi, bekas mereka menggali sedimen untuk mencari makan atau perlindungan.[5] Hewan-hewan penggali ini merusak dan melemahkan tikar-tikar mikrob tersebut, sehingga memungkinkan air dan oksigen untuk masuk lebih dalam ke substrat. Hal ini membatasi persebaran bakteri reduktor sulfat dan emisi hidrogen sulfida mereka ke lapisan-lapisan yang lebih dalam, membuat lapisan-lapisan di atasnya dapat dihuni oleh lebih banyak jenis organisme. Lapisan-lapisan atas ini perlahan menjadi lebih basah dan lembut seiring substratnya diolah oleh penggali.[1]

Referensi

  1. 1 2 Bottjer, D.J.; Hagadorn, J.W.; Dornbos, S.Q. (September 2000). "The Cambrian substrate revolution" (PDF). GSA Today. Vol. 10, no. 9. hlm. 1–9. Diakses tanggal 2008-06-28.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Seilacher, A.; Pflüger, F. (1994). "From biomats to benthic agriculture: A biohistoric revolution". Dalam Krumbein, W. E.; Peterson, D. M.; Stal, L. J. (ed.). Biostabilization of Sediments. Bibliotheks-und Informationssystem der Carl von Ossietzky Universität Oldenburg. hlm. 97–105. ISBN 3-8142-0483-2.
  3. ↑ S. Conway Morris, 2001
  4. ↑ Bailey, J.V.; Corsetti, F.A.; Bottjer, D.J.; Marenco, K.N. (Juni 2006). "Microbially-Mediated Environmental Influences on Metazoan Colonization of Matground Ecosystems: Evidence from the Lower Cambrian Harkless Formation". PALAIOS. 21 (3): 215. Bibcode:2006Palai..21..215B. doi:10.2110/palo.2005-p05-51e. S2CID 130690224.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Seilacher, Adolf; Luis A. Buatoisb; M. Gabriela Mángano (2005-10-07). "Trace fossils in the Ediacaran–Cambrian transition: Behavioral diversification, ecological turnover and environmental shift". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 227 (4): 323–356. Bibcode:2005PPP...227..323S. doi:10.1016/j.palaeo.2005.06.003.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan