Jumat, 16 Oktober 2026
17:12 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Unjuk rasa anti-pemerintahan Myanmar 2007

Unjuk rasa anti-pemerintahan Myanmar 2007

rangkaian unjuk rasa di Myanmar tahun 2007

Bagikan:
perlu penyesuaian bahasa ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan perlu penyesuaian bahasa ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Bagian dari seri artikel mengenai
Gerakan demokrasi di Myanmar
250px-Flag_of_National_League_for_Democracy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera merak siap bertarung
Latar belakang
Pasca kemerdekaan Burma
Konflik internal di Myanmar
Jalan Burma Menuju Sosialisme
Dewan Perdamaian dan Pembangunan Negara
Unjuk rasa massa
Pemberontakan 8888 ·Revolusi Safron
Konsesi dan reformasi
Peta jalan menuju demokrasi
Konstitusi baru
Reformasi 2011
Pemilihan umum
1990 ·2010 ·2012 ·2015
Organisasi
Liga Nasional untuk Demokrasi ·Kelompok Pelajar Generasi 88 ·Burma Campaign UK ·Koalisi Burma Bebas ·U.S. Campaign for Burma ·Gelombang Generasi ·Front Demokratik Pelajar Seluruh Burma ·Kekuatan Ketiga
Tokoh
U Nu ·Aung Gyi ·Tin Oo ·Aung San Suu Kyi ·Min Ko Naing ·Thein Sein
Topik terkait
Hak asasi manusia di Myanmar ·Politik Myanmar ·Hubungan luar negeri Myanmar
250px-2007_Myanmar_protests_7.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pengunjuk rasa Yangon. Teks di spanduk Anti-kekerasan: Gerakan Nasional dalam bahasa Burma

Unjuk rasa anti-pemerintah Burma 2007 dimulai pada 15 Agustus 2007 dan terus berlanjut. Penyebab unjuk rasa adalah keputusan Junta, Majelis Perdamaian dan Perkembangan, untuk membatalkan subsidi bahan bakar dan meningkatkan harga bahan bakar sesuai saran IMF dan Bank Dunia, sebanyak 100%.

Dipimpin oleh pelajar dan aktivis politik oposisi, unjuk rasa tersebut ditangani dengan cepat oleh junta, dengan menahan lusinan pengunjuk rasa. Pada 18 September aksi unjuk rasa ini dipimpin oleh ribuan biksu Buddha yang tergabung dalam Aliansi Semua Bikkhu Burma, dan protes tersebut diizinkan berlangsung sampai pemerintah mulai menahan pada 26 September. Beberapa laporan berita melaporkan bahwa protes ini disebut sebagai Revolusi Safron.

Revolusi Safron

Frasa "Revolusi Safron" menghubungkan antara diktator militer dengan warna safron yang biasanya dipakai oleh biksu Buddha, yang merupakan pemimpin dari demonstrasi ini. Namun mungkin ada kesalahan penamaan, karena safron biasa dipakai oleh biksu Theravada di negara tetangga, dan biasanya di Myanmar para biksu merupakan anggota mazhab Mahayana dan memakai warna crimson (merah darah).

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai 2007 Burmese anti-government protests.

Foto-foto

Video

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan