Selasa, 27 Oktober 2026
10:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Republik rakyat

Republik rakyat

halaman disambiguasi Wikimedia

Bagikan:
330px-People%27s_Republics.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta negara yang menggunakan nama republik rakyat:
  Saat ini
  Mantan

Republik rakyat adalah sebutan resmi yang sebagian besar digunakan oleh negara-negara komunis saat ini dan sebelumnya, serta pemerintahan sayap kiri lainnya. Istilah ini terutama dikaitkan dengan republik Soviet, negara sosialis yang mengikuti doktrin demokrasi rakyat, negara berdaulat dengan konstitusi republik demokratik yang biasanya menyebutkan sosialisme, serta beberapa negara yang tidak termasuk dalam kategori ini.

Sejumlah negara sosialis yang berumur pendek yang terbentuk selama Perang Dunia I dan setelahnya menyebut diri mereka sebagai republik rakyat. Banyak di antaranya bermunculan di wilayah bekas Kekaisaran Rusia, yang runtuh pada 1917 akibat Revolusi Rusia. Beberapa dekade kemudian, setelah kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia II, nama "republik rakyat" diadopsi oleh beberapa negara Marxis–Leninis yang baru didirikan, terutama di Blok Timur Uni Soviet.

Sebagai sebuah istilah, republik rakyat diasosiasikan dengan negara-negara sosialis dan juga negara-negara komunis yang menganut paham Marxisme–Leninisme, meskipun penggunaannya tidak hanya terbatas pada negara-negara tersebut. Sejumlah republik dengan sistem politik demokrasi liberal seperti Aljazair dan Bangladesh mengadopsi istilah ini, karena sifatnya yang agak umum, setelah perang kemerdekaan rakyat. Meskipun demikian, negara-negara tersebut biasanya masih menyebutkan sosialisme dalam konstitusi mereka.

Republik rakyat non-Marxis–Leninis yang ada saat ini meliputi:

Negara-negara Marxis–Leninis resmi saat ini yang menggunakan istilah republik rakyat dalam nama lengkapnya meliputi:

Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan