Selasa, 22 September 2026
16:04 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Remitansi

Remitansi

Artikel ini berisi tentang transfer uang oleh pekerja migran. Untuk pembayaran dari pelanggan ke perusahaan, lihat saran remitansi. Untuk biaya hidup yang dikirimkan ke orang dalam pengasingan dengan syarat mereka tidak pulang, lihat warga remitansi.

Remitansi adalah transfer uang yang dilakukan pekerja asing ke penerima di negara asalnya. Selain bantuan internasional, uang yang dikirimkan pekerja migran merupakan salah satu arus uang terbesar di negara berkembang. Remitansi pekerja adalah bagian penting dari arus modal internasional, terutama di negara-negara pengekspor tenaga kerja.[1] Pada tahun 2013, remitansi yang dikirimkan ke negara-negara berkembang bernilai $404 miliar dan total remitansi seluruh dunia mencapai $542 miliar.[2] Sejumlah negara seperti India dan Cina menerima remitansi senilai puluhan miliar dolar setiap tahunnya. Tahun 2013, India menerima remitansi senilai $70 miliar dan Cina menerima $60 miliar.[3]

330px-Remittance_advert_Oxford_Street_London_20060909.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Iklan remitansi di Oxford Street, London dalam bahasa Polandia dan Rusia.

Remitansi global

Remitansi memainkan peran besar dalam ekonomi berbagai negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat (meski pada umumnya bukan masyarakat miskin). Menurut perkiraan Bank Dunia, remitansi tahun 2009 mencapai US$414 miliar. US$316 miliar di antaranya dikirimkan ke negara berkembang oleh 192 juta pekerja migran.[4] Bagi negara-negara tertentu, nilai remitansi bisa mencapai sepertiga PDB mereka.[4]

Negara penerima terbanyak

Negara penerima remitansi terbanyak (miliar dolar AS)[5]
NegaraRemitansi 2009Remitansi 2010Remitansi 2011Remitansi 2012Remitansi 2013
 India49.2053.4862.5068.8269.97
 Tiongkok41.6052.4661.5857.9959.49
 Filipina19.9621.5623.0524.6126.70
 Prancis16.0619.4622.5622.0523.34
 Meksiko22.0822.0823.5923.3723.02
 Nigeria18.3719.8220.6220.6320.89
 Mesir7.1512.4514.3219.2417.83
 Jerman12.3412.7914.5215.1415.20
 Pakistan8.729.6912.2614.0114.63
 Bangladesh10.7411.2812.9614.2413.86
 Belgia10.4410.2910.9810.1611.11
 Vietnam6.028.268.6010.0011.00
 Ukraina5.946.547.828.459.67
 Spanyol8.959.109.929.669.58
 Indonesia6.796.926.927.217.62

Catatan: Data di atas diambil dari tahun 2013. Data Bank Dunia ini digunakan untuk seluruh negara dan tahun.

Menurut pangsa PDB, negara penerima remitansi terbanyak pada tahun 2013 adalah Timor-Leste (216.6%), Tajikistan (42.1%), Kyrgyzstan (31.5%), Nepal (28.8%), Moldova (24.9%), Lesotho (24.4%), Samoa (23.8%), Haiti (21.1%), Armenia (21.0%), Gambia (19.8%), Liberia (18.5%), Lebanon (17.0%), Honduras (16.9%), El Salvador (16.4%), Kosovo (16.1%), dan Jamaika (15.0%).[5]

Referensi

  1. Al-Assaf, Ghazi and Al-Malki, Abdullah M., (2014), Modelling the Macroeconomic Determinants of Workers’ Remittances: The Case of Jordan,International Journal of Economics and Financial Issues, Vol. 4, issue 3, p. 514-526.
  2. World Bank page on Migration, Remittances and Diaspora
  3. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-17. Diakses tanggal 2015-03-13.
  4. 1 2 The World Bank: Remittance Market Outlook Diarsipkan 2013-04-16 di Archive.is
  5. 1 2 "Annual Remittances Data, updated as of October 2014, Inflows (current US$)". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-07. Diakses tanggal 2015-03-13.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan