Rabu, 21 Oktober 2026
23:16 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Rara Hoyi

Rara Hoyi

Bagikan:
artikel ini terjemahan dari Wikipedia bahasa Jawa dengan penerjemahan yang kurang tepat. ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini terjemahan dari Wikipedia bahasa Jawa dengan penerjemahan yang kurang tepat. ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Makam_Rara_Oyi_atau_Kanjeng_Ratu_Mangkurat_di_Kompleks_Pemakaman_Banysumurup.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Rara Hoyi di Kompleks Pemakaman Banyusumurup

Rara Hoyi (atau Roro Oyi) adalah seorang putri dari Demang Mangunjaya (nama Tionghoa: Ma Oen) asal Surabaya.[1] Sunan Amangkurat I yang sedang berduka atas meninggalnya istrinya, Kanjeng Ratu Malang memberikan perintah kepada hulubalang kerajaan, Nayatruna dan Yudhakarti untuk mencari penggantinya. Keduanya kemudian pergi dan menemukan Rara Hoyi yang masih berusia belia di Kali Mas, Surabaya. Rara Hoyi kemudian diboyong ke Keraton Plered dan dititipkan oleh Amangkurat I kepada Ngabei Wirareja sampai Rara Hoyi tumbuh dewasa.

Pangeran Tejaningrat, putra Amangkurat I yang diangkat menjadi Adipati Anom jatuh cinta dengan Rara Hoyi meskipun seharusnya ia akan dipinang oleh ayahnya. Pangeran Pekik (sumber lainnya menyebut Pangeran Purbaya karena Pangeran Pekik sudah wafat pada tahun 1659)[2] membantu Adipati Anom untuk mengambil Rara Hoyi dari Wirareja. Meskipun tidak diperbolehkan, Adipati Anom pun membawa lari Rara Hoyi.

Amangkurat I kemudian menjadi murka, menghukum siapa saja yang terlibat dalam kejadian tersebut. Wirareja dan keluarganya diasingkan di Ponorogo (namun dihabisi di tengah jalan). Adipati Anom harus memilih untuk hidup dengan Rara Hoyi tetapi pada akhirnya tak bisa menjadi penguasa, atau membunuh Rara Hoyi dan dapat menjadi penguasa. Pada akhirnya, Adipati Anom memilih untuk menghabisi Rara Hoyi dan dikubur ke tanah Lipura. Sementara menurut sumber Lainnya Hoyi dikuburkan di pemakaman Banyusumurup dengan nama Kanjeng Ratu Mangkurat. Kejadian tersebut terjadi pada 1668–1670 M.[3]

Referensi

  1. ↑ 1952-, Sindhunata, (2007). Putri Cina. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9792230793. OCLC 183179726.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ↑ Sumargo, Setya Krisna. "Pangeran Pekik Korban Isu Konspirasi Pembunuhan Raja". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-03-15.
  3. ↑ Sumargo, Setya Krisna. "Roro Oyi, Kisah Tragis Gadis Surabaya di Tangan Amangkurat I". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-03-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan