Kamis, 22 Oktober 2026
09:38 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Pangeran Pekik

Bagikan:
Pangeran Pekik
GelarSusuhunan Abdurrahman
Nasabbin Jayalengkara
LahirSurabaya, Kesultanan Mataram
Meninggal1672
Surabaya, Kesultanan Mataram
Dimakamkan diAlun-Alun Contong, Bubutan, Surabaya
KebangsaanKesultanan Mataram
DenominasiSunni
Murid dariJayalengkara, Guru-gurunya
Adipati Surabaya
1614 - 1672
PendahuluJayalengkara
PenerusJangrana I
IstriRatu Wandansari (Adik Sultan Agung)
Keturunan
Orang tuaJayalengkara (ayah)
Dewi (ibu)

Pangeran Pekik adalah penguasa Surabaya yang memerintah pada tahun 1614 sampai 1672. Pada masa pemerintahannya Surabaya berkembang menjadi sebuah kawasan perdagangan yang makmur. Kemakmurannya bahkan menggantikan Gresik yang telah menjadi kota pelabuhan sejak era Raja Airlangga. Pangeran Pekik digantikan Adipati Mas Jangrana Anggawangsa / Jayengrono / Jayo ing Lago yang menjadi menantu dari trah Sunan Giri yaitu Pangeran Lanang Dangiran.

Kehidupan Awal

Pangeran Pekik dilahirkan di Surabaya bersama dengan saudara lainnya yaitu Pangeran Trunojoyo, Pangeran Indrajit dan Pangeran Wirodarmo. Ayah mereka yaitu Joyolengkoro adalah penguasa Surabaya yang berkedudukan di daerah Wonokromo. Sebagai seorang anak penguasa, Pangeran Pekik tumbuh dalam lingkungan Keadipatian Surabaya yang memiliki kebudayaan santri yang kental.

Menjadi Penguasa Surabaya

Pangeran Pekik menggantikan ayahnya menjadi Penguasa Surabaya. Pangeran Pekik kemudian membangun Masjid Agung Surapringga sebagai pusat dakwah sekaligus pusat pemerintahan. Karena Pangeran Pekik adalah penguasa yang sekaligus juga seorang ulama maka putra Jayalengkoro tersebut diberi gelar Susuhunan Abdurahman. Dari istri Ratu Wandansari, Pangeran Pekik dikaruniai anak yaitu Jayengrono / Jayo ing Lago, Onggojoyo dan Suro Menggolo. Selain bergelar Susuhunan Abdurahman, Pangeran Pekik juga bergelar Gagak Emprit, Raja Pandhita Wali hingga Pangeran Anom. Pangeran Pekik juga memiliki julukan Kyai Sedo Masjid atau Badaruddin yang darinya terlahir penguasa Kesultanan Palembang.

Keberhasilan Pangeran Pekik dalam membangun Kota Surabaya telah membuat dominasi Gresik sebagai Kota Pelabuhan utama di Jawa Timur melemah. Peran Giri Kedaton sebagai penguasa Jawa Timur kemudian berangsur-angsur runtuh digantikan oleh Surabaya yang semakin makmur dan maju. Panembahan Kawis Guwa adalah penguasa terakhir Giri Kedaton yang menyerahkan penguasaan Jawa Timur kepada Pangeran Pekik. Sejak saat itu peran Gresik sebagai Kota Pelabuhan utama Jawa Timur digantikan oleh Surabaya hingga saat ini.

Wafat

250px-Pangeran_pekik.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto makam Pangeran Pekik di kawasan Masjid Surapringga Tembakan
250px-Makam_Pangeran_Pekik.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pada tahun 1672, Pangeran Pekik wafat dan dimakamkan di sebelah Masjid Surapringga. Pangeran Pekik kemudian digantikan oleh putranya yaitu Jayengrono yang memerintah Surabaya hingga tahun 1714. Ketika Masjid Surapringga dirobohkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda, makam Pangeran Pekik saat ini terletak di kawasan Tugu Pahlawan Surabaya. Hal ini bisa dibuktikan dari foto lama yang menunjukkan proses renovasi makam Pangeran Pekik.

Selain di Surabaya konon makam Pangeran Pekik juga ada di Makam Banyusumurup Imogiri Bantul. Namun keberadaan makam di Yogyakarta ini belum terkonfirmasi karena tidak pernah ditemukan bukti-bukti dokumen atau foto makam.

Kepustakaan

  • Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi
  • H.J.de Graaf dan T.H. Pigeaud. 2001. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
  • M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  • Moedjianto. 1987. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Yogyakarta: Kanisius
  • Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu
  • http://www.bantulkab.go.id/kecamatan/Imogiri.html Diarsipkan 2015-03-20 di Wayback Machine
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan