Kamis, 22 Oktober 2026
18:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Jayalengkara

penguasa Kadipaten Surabaya

Bagikan:

Adipati Jayalengkara adalah penguasa Kadipaten Surabaya yang saat itu masih berpusat di daerah Bungkul. Daerah Bungkul sendiri adalah kawasan strategis karena merupakan hulu dua sungai besar di Surabaya yaitu Kali Mas dan Kali Jagir.

Pangeran Kanigoro
GelarPanembahan Jayalengkara
Nasabbin Panji Wiryakrama
LahirSurabaya, Kesultanan Mataram
Meninggal1625
Surabaya, Kesultanan Mataram
Dimakamkan diPesarean Agung Kampung Seng, Kapasan, Simokerto, Surabaya
KebangsaanKesultanan Mataram
DenominasiSunni
Murid dariPanji Wiryakrama, Guru-gurunya
Adipati Surabaya
1601 - 1625
PendahuluPanji Wiryakrama
PenerusPangeran Pekik
Keturunan
Orang tuaPanji Wiryakrama (ayah)
Putri Sultan Hadiwijaya (ibu)

Biografi

Silsilah

Jayalengkara adalah keturunan dari Panji Wiryakrama (Sunan Bungkul) yang masa awal kehidupan nya tidak diketahui secara pasti tapi dia menggantikan ayahnya yang meninggal tahun 1601 dan melanjutkan kepemimpinan ayah nya. Masa pemerintahan Panji Wiryakrama sebelumnya telah diwarnai perang dengan Kesultanan Mataram

Konflik dengan Mataram

Panembahan Jayalengkara dikisahkan sebagai Koordinator Penguasa Kadipaten se - Brang Wetan atau Jawa Timur . Kekuatan Militer dengan kemampuan produksi meriam secara mandiri menandakan kemajuan ilmu metalurgi kadipaten Surabaya Pada masa itu.

Dikisahkan bahwa Panembahan Jayalengkara memiliki kekuatan armada laut , bahkan dikisahkan memiliki Gajah untuk kunjungan keliling wilayah kekuasaan.

Pada generasi putranya, yakni Pangeran Pekik[1] terjadi banyak hal. Bagaimana Mataram mengalahkan Surabaya setelah mengepung Surabaya dan membuatnya menyerah,[2] kemudian bagaimana dia kemudian diperintahkan Sultan Agung untuk mengepung Kasunanan Giri.

Referensi

  1. ↑ "Adipati Jayalengkara / Raja Tegal Arum d. 1630 - Rodovid ID". id.rodovid.org. Diakses tanggal 2022-04-18.
  2. ↑ JawaPos.com (2017-01-19). "Menelusuri Jejak Kejayaan Keraton Surabaya". JawaPos.com. Diakses tanggal 2022-04-18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan