Jumat, 02 Oktober 2026
13:34 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Ranting palma

Ranting palma

Bagikan:
250px-William-Adolphe_Bouguereau_%281825-1905%29_-_The_Palm_Leaf_%28Unknown%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ranting Palma karya William-Adolphe Bouguereau (1825–1905), potret seorang wanita yang tak teridentifikasi berbusana kuno

Ranting palma adalah sebuah simbol kemenangan, keberhasilan, perdamaian, dan kehidupan abadi yang bermula di Timur Dekat kuno dan dunia Mediterania. Palma (Phoenix) disakralkan dalam agama-agama Mesopotamia, dan mewakili keabadian di Mesir kuno. Dalam Agama Yahudi, lulav, sebuah daun tertutup dari pohon kurma adalah bagian dari perayaan Sukkot. Ranting palma dianugerahkan kepada para atlet yang meraih kemenangan di Yunani kuno, dan daun tertutup palma atau pohon itu sendiri adalah salah satu atribut paling umum dari personifikasi kemenangan di Romawi kuno.

Dalam Agama Kristen, ranting palma diasosiasikan dengan penyambutan Yesus pada Minggu Palma. Menurut injil Yohanes, "mereka memegang ranting-ranting palma dan kemudian menemui-Nya" (12:13 HCSB). Selain itu, palma memiliki arti dalam ikonografi Kristen, mewakili kemenangan, terutama kemenangan roh atau daging seperti yang disebutkan dalam Wahyu 7:9.

Karena kemenangan menandakan akhir konflik atau persaingan, palma berkembang menjadi lambang perdamaian, sebuah arti yang diyakini dalam Islam,[1] di mana ranting palma sering kali dikaitkan dengan sorgawi.

Palma tampil pada banyak bendera atau segel yang mewakili negara atau tempat lain, dengan ranting kelapa diasosiasikan dengan daerah tropis.

Daftar pustaka

Referensi

  1. ↑ Nigosian, Solomon A. (2004). Islam: Its History, Teaching, and Practices. Indiana University Press. hlm. 124. ISBN 978-0253216274.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan