Kamis, 15 Oktober 2026
17:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Randang lokan

Randang lokan

masakan khas Indonesia berbahan kerang

Bagikan:
Rendang Lokan
250px-Randang_Lokan_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rendang Lokan (Randang Lokan)
Nama lainRendang Kerang
SajianMenu utama
Tempat asalIndonesia
DaerahPesisir Selatan ,Sumatera Barat
Dibuat olehOrang Minangkabau
Suhu penyajianPanas atau suhu ruangan
Bahan utamaKerang Lokan

Randang lokan merupakan salah satu makanan khas masyarakat di Kanagarian Indrapura, Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Makanan ini adalah variasi rendang yang berbahan kerang sungai dengan bumbu yang spesifik.[1] Makanan ini berbahan dasar jenis siput yang hidup di aliran sungai Batang Inderapura. Makanan ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan telah mengakar dalam masyarakat Inderapura.[butuh rujukan]

Makanan ini lebih mengandalkan siput sungai sebagai bahan baku utama. Hal ini disebabkan karena siput tersebut cukup banyak dan hidup dibantara sungai serta mengandung banyak gizi dan protein yang tinggi. Bumbu yang digunakan tidak memakai ketumbar dan penggunaan kelapanya lebih banyak. Lokan (kerang sungai) dimasak dengan santan beserta bumbu rempah hingga berwana kecoklatan.[2][3]

Randang lokan menjadi menu pokok yang harus ada dalam acara-acara adat di Inderapura seperti acara perkawinan dan perhelatan adat lainnya.[3] Biasanya di randang lokan terdapat campuran isian seperti daun pakis atau kentang.

Referensi

  1. ↑ https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kuliner/1011131-tergiur-kelezatan-rendang-lokan-lebih-sehat-lho
  2. ↑ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbsumbar/rendang-lokan-randang-ala-pesisir/
  3. 1 2 Asnan, Gusti (2003). Kamus Sejarah Minangkabau. Padang: Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau. hlm. 216. ISBN 979-97407-0-3.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan