Senin, 02 November 2026
11:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Rajendra dari Nepal

Rajendra dari Nepal

Bagikan:
Rajendra Bikram Shah
Raja Nepal
250px-King_Rajendra_Bikram_Shah_Deva.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berkuasa20 November 1816 - 12 Mei 1847
PendahuluGirvan Yuddha Bikram Shah Deva
PenerusSurendra Bikram Shah
Perdana MenteriBhimsen Thapa
Rana Jang Pande
Ranga Nath Poudyal
Chautariya Puskhar Shah
Ranga Nath Poudyal
Madhabar Singh Thapa
Fateh Jang Chautaria
Jung Bahadur Rana
Lahir3 Desember 1813
Basantapur, Kerajaan Nepal
Meninggal10 Juli 1881
Bhaktapur, Kerajaan Nepal
AyahGirvan Yuddha Bikram Shah Deva
IbuGorakshya Rajya Lakshmi Devi
PasanganSamrajya Lakshmi Devi
Rajya Lakshmi Devi
KeturunanSurendra Bikram Shah
Upendra Bikram Shah
Ranendra Bikram Shah
Birendra Bikram Shah
Nama takhta
Shri Paanch Maharajadhiraj Rajendra Bikram Shah Dev
WangsaDinasti Shah
AgamaHindu

Rajendra Bikram Shah, Raja Nepal (1813-1881) adalah Raja Nepal sejak 1816 hingga 1847. Ia menjadi raja pada usia 3 tahun karena kematian ayahnya Girvan Yuddha Bikram Shah Deva. Karena ayahnya wafat, sebagian besar kekuasaan Rajendra berada di bawah kepemimpinan Ratu Lalit Tripura Sundari (wafat 1832) dan Perdana Menteri Bhimsen Thapa. Sebagai pemimpin, Bhimsen Thapa membiarkan raja terisolasi - ia bahkan tak diberi kebebasan meninggalkan istana tanpa izin.

Rajendra mulai cukup umur pada tahun 1832, dan pada 1837 ia mengumumkan keinginannya untuk berkuasa terbebas dari Perdana Menteri. Ia menyingkirkan Bhimsen Thapa dan keponakan Thapa, Mathbar Singh, dari kekuasaan militernya. Tak lama setelah itu, putra termuda dari ratu tertua Rajendra wafat, dan Bhimsen Thapa ditahan dengan tuduhan meracuni pangeran. Semua properti Thapa disita. Bhimsen Thapa dibebaskan setelah pengadilan selama delapan bulan, tetapi keluarga Thapa menjadi terpecah. Ketika Rana Jang Pande menjadi Perdana Menteri, ia menahan kembali Bhimsen Thapa, yang kemudian bunuh diri di penjara tahun 1839.

Bulan Januari 1843, Rajendra mengumumkan bahwa ia akan memimpin negara ini hanya dengan nasihat dan persetujuan ratu mudanya, Lakshmidevi, dan mematuhinya bahwkan putranya sendiri, Surendra Bikram Shah. Pertentangan di antara faksi-faksi kerajaan mengakibatkan Pembantaian Kot tahun 1846. Setelah Pembantaian Kot, Jung Bahadur menjadi Perdana Menteri dan dengan cepat mengambil alih kekuasaan, mengirimkan Raja Rajendra dan Ratu Lakshmidevi ke pengasingan di Varanasi. Dari pengasingan, Rajendra mencari dukungan untuk berkuasa kembali, tetapi Jung Bahadur belajar dari rencana Rajendra dan memaksanya mengundurkan diri untuk putranya, Surendra. Pasukan Jung Bahadur menangkap Rajendra tahun 1847 dan membawanya ke Bhaktapur, tempat ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai tahanan rumah.

Didahului oleh:
Girvan Yuddha Bikram Shah Deva
Raja Nepal
1816–1847
Diteruskan oleh:
Surendra Bikram Shah

Pranala luar


Flag of NepalBiography icon

Artikel bertopik biografi Nepal ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan