Minggu, 18 Oktober 2026
10:45 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Raja yang Bodoh

Raja yang Bodoh

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang cerita karya Hans Christian Andersen. Untuk kegunaan lain, lihat Raja yang Bodoh (disambiguasi).
Artikel ini bukan mengenai The Emperor Wears No Clothes.
"Raja yang Bodoh"
250px-Emperor_Clothes_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi karya Vilhelm Pedersen, ilustrator pertama Andersen
PengarangHans Christian Andersen
Judul asli"Kejserens nye Klæder"
NegaraDenmark
BahasaDenmark
GenreCerita rakyat
TerbitanFairy Tales Told for Children. First Collection. Third Booklet. 1837. (Eventyr, fortalte for Børn. Første Samling. Tredie Hefte. 1837.)
Jenis terbitanKumpulan dongeng
PenerbitC.A. Reitzel
Tanggal terbit7 April 1837
Didahului"The Little Mermaid"
Diikuti"Only a Fiddler"

"Raja yang Bodoh" atau "Pakaian Baru Raja" (bahasa Denmark:Kejserens nye Klæder) adalah sebuah cerita pendek yang ditulis oleh pengarang Denmark Hans Christian Andersen, tentang dua penata busana yang menjanjikan sebuah busana baru kepada seorang kaisar yang mereka katakan tak terlihat bagi orang-orang yang tak berpendirian pada posisi mereka, bodoh, atau tak kompeten. Saat raja berpawai memakai busana barunya, tak seorang pun yang tak berkata bahwa mereka tak melihat busana padanya karena takut mereka dipandang "tak berpendirian pada jabatan mereka, bodoh, atau tak kompeten". Pada akhirnya, seorang anak merengek, "Namun, ia tak mengenakan apapun!" Kisah tersebut diterjemahkan dalam lebih dari 100 bahasa.[1]

Referensi

  1. ↑ Andersen 2005a 4

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai The Emperor's New Clothes.
Kumpulan cerita
120px-Andersen-hc.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cerita
Novel
Sandiwara, opera
Film
Hal terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan