| Rafale | |
|---|---|
Dassault Rafale milik TNI Angkatan Udara menuju Lanud Halim Perdanakusuma | |
| Informasi umum | |
| Jenis | Pesawat tempur multiperan |
| Asal negara | Prancis |
| Pabrikan | Dassault Aviation |
| Status | Aktif digunakan |
| Pengguna utama | |
| Sejarah | |
| Diproduksi | 1986–sekarang |
| Tanggal perkenalan | 18 Mei 2001 (2001-05-18) |
Dassault Rafale (pengucapan bahasa Prancis: [ʁafal], secara harfiah bermakna "hembusan angin",[1] atau "semburan api") merupakan pesawat tempur multiperan bermesin ganda dan bersayap delta kanard dari Prancis yang didesain dan diproduksi oleh Dassault Aviation. Dilengkapi dengan beragam jenis muatan amunisi, Rafale diperuntukkan dalam melaksanakan operasi supremasi udara, pencegatan, intai udara, dukungan udara, serangan presisi, serangan anti kapal permukaan, dan unjuk gentar kekuatan nuklir. Sehingga Rafale digadang-gadang sebagai pesawat "omnirole" oleh Dassault.
Pada penghujung tahun 70-an, Angkatan Udara Prancis dan Angkatan Laut Prancis tengah mencari solusi untuk menggantikan dan memperkuat armada pesawat mereka. Agar biaya pengembangan dapat diminimalisir dan disisi lain meningkatkan prospek penjualan di masa mendatang, Prancis mengadakan sebuah kesepakatan dengan Britania Raya, Jerman, Italia, dan Spanyol dalam memproduksi pesawat multiperan canggih bernama "Future European Fighter Aircraft" yang menjadi cikal bakal Eurofighter Typhoon. Sering munculnya ketidaksepahaman akan distribusi kerja dan perbedaan syarat kebutuhan spesifikasi membuat Prancis keluar untuk mengembangkan proyek mandiri. Dassault membangun sebuah pesawat peraga teknologi yang terbang perdana pada bulan Juli 1986 sebagai bagian dari tahapan proyek uji terbang selama delapan tahun. Rafale mencolok daripada proyek pesawat tempur Eropa lain pada masanya karena didesain dan diproduksi oleh satu negara saja, yang hampir seluruhnya melibatkan industri pertahanan Prancis layaknya Dassault, Thales, dan Safran.
Sebagian besar fitur dan sistem avionik, seperti direct voice input, radar active electronically scanned array (AESA) RBE2 AA dan sensor penglihatan dan pelacakan inframerah (IRST) optronique secteur frontal, merupakan produk buatan domestik yang diperuntukkan bagi proyek Rafale. Mulanya akan diperkenalkan tahun 1996, tetapi Rafale mengalami kendala besar akibat penghematan anggaran pasca Perang Dingin dan perubahan skala prioritas kebutuhan. Terdapat tiga varian utama yakni; Rafale C kursi tunggal, Rafale B dua kursi, dan Rafale M kursi tunggal untuk operasi kapal induk.
Diperkenalkan pada tahun 2001, Rafale diproduksi untuk Angkatan Udara Prancis dan Angkatan Laut Prancis. Rafale juga dipasarkan untuk ekspor ke beberapa negara dan telah atau tengah diakusisi oleh Angkatan Udara Mesir, Angkatan Udara India, Angkatan Udara Qatar, Angkatan Udara Yunani, Angkatan Udara Kroasia, TNI Angkatan Udara, dan Angkatan Udara Uni Emirat Arab. Rafale telah memiliki pengalaman tempur di Afghanistan, Libya, Mali, Irak, dan Suriah.
Pengembangan
Pada pertengahan dasawarsa 1970-an, Angkatan Udara Prancis (Armée de l'Air) dan Angkatan Laut Prancis (Aéronavale) memerlukan pesawat tempur pengganti. Pesawat yang perlu diganti adalah SEPECAT Jaguar di Angkatan Udara dan F-8 Crusader di Angkatan Laut. Ternyata persyaratan projek pengadaan pesawat yang diajukan oleh kedua angkatan itu cukup bersesuaian jika digabung.[2] Pada tahun 1983, Prancis mengadakan kontrak dengan Dassault untuk pembuatan pesawat peraga Avion de Combat eXpérimental (ACX). Negara-negara Eropa, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, dan Britania Raya sepakat untuk bersama-sama mengembangkan pesawat tempur baru pada awal dasawarsa 1980-an. Ketidaksetujuan terhadap ukuran pesawat dan kepemimpinan projek telah mengantarkan Prancis untuk mundur dari rencana itu pada tahun 1985.[3][4] Prancis mengembangkan Rafale yang lebih kecil, sedangkan negara lainnya mengembangkan pesawat yang kemudian disebut Eurofighter Typhoon.[5][6]
Peraga teknologi Rafale A selesai dibangun pada akhir tahun 1985 dan menjalani terbang perdananya pada 4 Juli 1986. Mesin SNECMA M88 yang baru saja dikembangkan ternyata dianggap kurang matang untuk program uji-coba perdana, sehingga pesawat peraga itu terbang menggunakan kipas turbo pascabakar General Electric F404-GE-400 seperti yang digunakan pada F/A-18 Hornet.[7] Pemesanan produksi dimulai pada tahun 1988.
Pengujian tahap berikutnya dilanjutkan, termasuk pendaratan touch-and-go (mendarat dan segera lepas landas kembali) di atas kapal induk dan uji-terbang mesin M88, sebelum Rafale A purnatugas pada tahun 1994. Meskipun Rafale A dan British Aerospace EAP adalah sebanding, ketika Eurofighter pertama terbang perdana pada bulan Maret 1994, Rafale pra-serial telah menjalani uji terbang selama tiga tahun, termasuk uji kapal induk; Rafale C01, Rafale M01, dan Rafale B01 masing-masing terbang perdana pada bulan Mei 1991, Desember 1991, dan April 1993.
Tiga jenis Rafale termasuk ke dalam pesanan produksi awal:
- Rafale C (Chasseur) Pesawat tempur satu kursi untuk AdA (Armée de l'Air)/Angkatan Udara Prancis.
- Rafale B (Biplace) Pesawat tempur dua kursi untuk AdA.
- Rafale M (Marine) Pesawat tempur kapal induk satu kursi untuk Aéronavale/Angkatan Laut Prancis.
Purwarupa Rafale C terbang pada tahun 1991, kemudian yang pertama dari dua purwarupa Rafale M terbang pada tahun itu juga. Purwarupa Rafale B terbang pada awal tahun 1993, dan purwarupa Rafale M kedua terbang pada tahun yang sama.[8] Uji katapel pesawat mulanya diangkut antara 13 Juli dan 23 Agustus 1992 di Stasiun Rekayasa Udara Angkatan Laut Lakehurst di New Jersey, Amerika Serikat dan Stasiun Rekayasa Udara Angkatan Laut Sungai Patuxent di Maryland, Amerika Serikat, karena Prancis tidak memiliki fasilitas uji katapel berbasis daratan. Pesawat itu kemudian menjalani pengujian di atas kapal induk FS Foch.
Mulanya, Rafale B hanya dimaksudkan sebagai pesawat latih, tetapi pengalaman Perang Teluk dan Perang Kosovo menunjukkan bahwa anggota kru kedua tidak begitu bermanfaat untuk misi pengintaian dan penyerangan, dan oleh karena itu Rafale B lebih banyak dipesan, menggantikan beberapa Rafale C. 60% dari pesawat ini memiliki dua kursi.[9] Angkatan Laut menyelidiki versi angkatan laut dengan dua kursi. Tidak ada pesawat produksi ataupun purwarupa yang dibuat.
Ketakpastian ekonomi dan politik menyebabkan produksi Rafale M ditunda sampai tahun 1999.[9]
Prancis diharapkan memesan 294 Rafale: 234 untuk Angkatan Udara dan 60 untuk Angkatan Laut.[8] Kini, 120 Rafale telah dipesan secara resmi oleh Militer Prancis.[10] Kesemuanya ini dikirimkan dalam tiga tahap yang berbeda, yang terbaru adalah pada pesanan bulan Desember 2004 sebanyak 59 pesawat.[11]
Versi angkatan laut diprioritaskan untuk menggantikan pesawat F-8 Crussader yang lebih tua.[12] Pengiriman dimulai pada tahun 2001 dan jenis ini "mulai bertugas" pada tanggal 4 Desember 2000, meskipun skuadron pertama, Flotille 12, tidak mengalami perombakan sebelum tanggal 18 Mei 2001. Pesawat ini dicadangkan di Kapal Induk Charles de Gaulle pada tahun 2002, dan beroperasi penuh sejak tanggal 25 Juni 2004, menyusul diperpanjangnya evaluasi operasional yang mencakup terbang pendamping terbatas dan misi tanker guna mendukung Operasi Enduring Freedom di Afghanistan.
Angkatan Udara Prancis menerima tiga pertama Rafale B (untuk standar F2) pada akhir Desember 2004. Mereka diberangkatkan ke Centre d'Expériences Aériennes Militaires (CEAM) di Mont-de-Marsan untuk evaluasi operasional dan pelatihan pilot konversi terkait.[13]
Biaya
Biaya program pengadaan 294 buah pesawat Rafale pada tahun 2005 adalah sebesar € 33,274 (termasuk rancangan, produksi, dukungan, dll.), tetapi pada tahun 2010 direvisi menjadi sebesar € 40,690 miliar.[14] Taksiran biaya rata-rata Rafale (untuk semua versi) adalah € 142,3 juta per unit. Pelaksanaan undang-undang program militer (2003-2008) mengalami kekurangan dana sebesar € 11 miliar, atau setara dengan satu tahun program, berakibat pada melambatnya laju pelaksanaan sebagian besar program non-nuklir, contoh yang paling mencolok adalah bahwa tanggal penyerahan Rafale terakhir rencananya dijadwalkan untuk tahun 2010, tetapi kemudian diundur sampai tahun 2025.[15]
Menurut Lembaga Audit Prancis, biaya dukungan pada bulan Desember 2004 adalah € 35.000 per jam terbang; sedangkan menurut Kementerian Pertahanan Prancis terdapat penurunan € 10.000 per jam terbang untuk Rafale Air dan € 7.000 untuk Rafale M pada 2010.[16]
Keseluruhan biaya program, pada tahun 2008, adalah sekitar € 39,6 miliar yang berarti senilai € 138,5 juta per pesawat. Harga satuan pesawat laik terbang pada tahun 2008 adalah € 64 juta untuk versi C (Angkatan Udara), dan € 70 juta untuk versi Angkatan Laut.[17]
Tahapan waktu penting
- 1985 - Prancis mundur dari program Eurofighter, untuk menjalani projek Rafale.
- 1986 - 4 Juli - Terbang perdana Rafale A.
- 1986 - Desember - Mesin Snecma M88 mulai dikembangkan.
- 1988 - April - Pesanan pertama disetujui (untuk purwarupa Rafale C).
- 1990 - Februari - Uji terbang M88.
- 1991 - 19 Mei - Terbang perdana purwarupa Rafale C satu kursi untuk Angkatan Udara.
- 1991 - 12 Desember - Terbang perdana purwarupa Rafale M untuk Angkatan Laut.
- 1992 - Uji terbang Rafale M untuk kapal induk.
- 1993 - Maret - Kontrak pertama untuk produksi pesawat ditandatangani.
- 1993 - April - Uji kecocokan dengan kapal induk Foch.
- 1993 - 30 April - Terbang perdana purwarupa Rafale B dua kursi untuk Angkatan Udara.
- 1995 - Juni - MICA pertama ditembakkan dari Rafale dalam modus terpadu mandiri.
- 1995 - Juli - Sistem OSF dan tampilan helm-tertambat dipasang dan diuji.
- 1995 - September - Rafale M diuji pada landasan kapal induk (seri 4).
- 1995 - November - Terbang jarak jauh non-stop pertama oleh Rafale B01 (3.020 mil laut dalam waktu kurang dari 6 jam 30 menit).
- 1995 - Oktober - Uji kapal induk terakhir Rafale M berbasis daratan di Amerika Serikat.
- 1995 - Desember - Produksi perdana model rakitan.
- 1996 - Maret - Mesin M88 "flightworthiness" lulus kualifikasi.
- 1996 - April - Produksi dihentikan sementara.
- 1997 - Januari - Produksi dilanjutkan disertai pengurangan biaya.
- 1997 - Mei - Uji terbang rendah dengan basis data medan digital.
- 1997 - Juli - Uji penyatuan sistem peperangan elektronik Spectra dalam ruang nirgema.
- 1997 - November - Uji terbang Spectra.
- 1997 - Desember - Pengiriman perdana mesin standar produksi.
- 1997 - Februari - Uji terbang Rafale B01 dalam konfigurasi kelas berat (2 Apache ASM, tiga tangki 2.000 liter, dua Magic dan dua MICA AAM).
- 1997 - Mei - Penembakan perdana MICA terpandu-kelembaman.
- 1997 - Juni - Uji terbang sistem penangkalan Spectra.
- 1997 - Oktober - Produksi perdana versi berfasilitas radar RBE2 diterbangkan.
- 1997 - November - Penembakan peluru kendali terpandu-kelembaman terhadap dua sasaran, dengan pranala pesawat-ke-rudal, dengan tindakan penangkalan.
- 1998 - Juni - Kualifikasi sistem kendali penembakan MICA. Kemampuan operasional awal pesawat usulan diuji oleh pilot-pilot Angkatan Laut dan Angkatan Udara dengan menerbangkan pesawat pengembangan Rafale B01 dan M02.
- 1998 - 24 November - Terbang perdana Rafale produksi (Rafale B)
- 1999 - Mei - Uji perdana peluncuran rudal jelajah SCALP EG.
- 1999 - 6 Juli - Pendaratan perdana di atas dek Kapal Induk Charles de Gaulle.
- 1999 - 7 Juli - Terbang perdana Rafale M.
- 2000 - 20 Juli - Rafale M perdana dikirimkan ke Flotille 12F
- 2002 - Rafale M memasuki masa tugas dengan 12F (Aéronavale, tahap evaluasi)
- 2004 - Masa tugas penuh dengan 12F (Angkatan Laut)
- 2004 - 9 September - Uji angkut perdana Peluru Kendali Pelatihan Penanganan Umum (GHTM) Meteor oleh Rafale M dari CEV Istres.
- 2004 - Desember - Tiga Rafale B dikirim ke CEAM, Mont de Marsan.
- 2005 - 11 September - Uji angkut perdana GHTM Meteor oleh Rafale M dari Kapal Induk Charles de Gaulle.
- 2006 - Musim panas - Pembentukan EC 1/7 dengan 8-10 pesawat
- 2007 - Masa tugas penuh (Angkatan Udara) diharapkan dengan EC7; pendaratan perdana oleh Rafale M di atas Kapal Induk Angkatan Laut Amerika Serikat USS Enterprise.
- 2008 - Rafale dinyatakan memenuhi syarat standar F3.[18]
Desain
Aerodinamika
Rafale berfiturkan sayap delta dipadukan dengan kanard aktif terintegrasi (dekat-berpasangan)[a] untuk memaksimalkan kemampuan manuver (+9 G atau -3 G) sambil memelihara kestabilan terbang, nilai maksimum 11 G dapat diraih dalam keadaan darurat. Kanard juga mengurangi laju pendaratan hingga 115 knot. Menurut sumber internal (Les essais en vol du Rafale) batas laju terendah adalah 100 kt tetapi 80 kt kadang-kadang diperagakan pada pameran dirgantara oleh pilot untuk mengungkapkan mutu laju rendah pesawat ini. "Batas minimum 15 kt dapat dicapai pada saat simulasi tempur melawan Mirage 2000 oleh seorang pilot agresif." Pesawat ini dapat dioperasikan dari landas pacu yang hanya berpanjang 400 meter.[19]
Sistem tempur
Rafale diperlengkapi dengan sistem pertahanan elektronik terintegrasi yang disebut Système de Protection et d'Évitement des Conduites de Tir du RAfale (Self-Protection Equipment Countering Threats to Rafale Aircraft, disingkat SPECTRA) yang menyediakan teknologi siluman virtual berbasis perangkat-lunak. Sensor terpenting yang dimiliki adalah radar RBE2 Passive Electronically Scanned Array buatan Thales Group. Thales mengaku sebagai pihak yang pertama mencapai tingkat kesadaran situasional melalui deteksi dini dan pelacakan multi-sasaran udara untuk pertempuran jarak dekat dan pencegatan berjelajah-jauh, juga penciptaan seketika peta lapangan tiga-dimensi di hadapan dan penciptaan seketika peta daratan beresolusi tinggi untuk navigasi dan penentuan sasaran.[20]
Di dalam lingkungan ketika pengelolaan pengenalan diperlukan, Rafale dapat menggunakan beberapa sistem sensor pasif. Sistem optik-listrik bagian-depan atau Optronique Secteur Frontal (OSF), dikembangkan oleh Thales, secara utuh terintegrasi di dalam pesawat ini dan dapat beroperasi dalam panjang gelombang mata telanjang maupun infra merah.
Sistem perlindungan diri elektronik SPECTRA, yang dikembangkan oleh Thales dan EADS Prancis, memberi pesawat ini kemampuan tertinggi untuk bertahan melawan ancaman dari udara maupun daratan.[21] Pranala data seketika memungkinkan komunikasi tidak hanya dengan pesawat lain, tetapi juga dengan komando bergerak, komando tetap, dan pusat kendali. Untuk misi-misi yang memerlukannya, Rafale sebenaranya juga akan menggunakan poda perancangan laser/optik-listrik Damoclès yang membawa kemampuan LGB sepanjang siang dan malam, meskipun Angkatan Udara Prancis berencana memperlengkapi Rafale dengan senjata standoff, sedangkan peran LGB diserahkan kepada Dassault Mirage 2000.
Sistem inti Rafale membekerjakan Avionik Modular Terintegrasi (IMA), yang disebut Satuan Pengolahan Data Modular (Modular Data Processing Unit), disingkat MDPU. Arsitektur ini menjadi tuan rumah bagi semua fungsi inti Rafale sebagai Sistem Pengelolaan Penerbangan, Fusi Data, Kendali Penembakan, Antarmuka Mesin-dan-Manusia, dll.[22][b]
Harga keseluruhan radar, komunikasi elektronik, dan perlengkapan perlindungan diri adalah sekira 30% biaya pembuatan pesawat.[23]
Kemampuan serang-darat Rafale dibatasi oleh kekurangan poda penentuan sasaran tingkat lanjut,[24] tetapi ini akan diperbaiki dengan menambahkan poda penentuan sasaran Damocles dan pengintaian Reco NG/Areos buatan Thales Optronique pada standar F-3.[25]
Radar AESA
Radar Susunan Terpindai Elektronis Aktif AESA RBE2 AA (Antenna Actife) buatan Thales digunakan untuk menggantikan Susunan Terpindai Pasif RBE2 yang terpasang. Thales mengirimkan radar baru itu pada bulan Agustus 2010 untuk digunakan pada tranche Rafale keempat. Seluruhnya ada 60 tranche, yang masing-masing tranche itu terdiri dari empat pesawat telah dipesan pada waktu itu. Skuadron pesawat yang diperlengkapi AESA ini diharapkan dapat dioperasionalkan pada tahun 2012. Thales juga mengaku bahwa radar AESA akan memperbaiki kemampuan operasional pesawat dalam hal jelajah, kemampuan mencegat, kemampuan membuntuti, dan penangkalan.[26]
Kokpit
Kokpit menggunakan kursi pelontar Mark 16F "nol-nol" buatan Martin-Baker, yang mampu digunakan pada laju nol dan ketinggian nol. Kursi ini berkemiringan 29 derajat ke belakang untuk memperbaiki toleransi gaya G. Engsel kanopi dapat membuka ke sisi kanan. Sistem ini terhubung dengan sistem terintegrasi generator oksigen yang disediakan untuk menghilangkan kebutuhan banyak kotak oksigen.[9]
Pada kokpit terdapat tampilan atas kepala (Head-Up Display, disingkat HUD), holografis bersudut lebar; dua tampilan serbaguna (Multi-Function Display, disingkat MFD), yang merunduk dan merupakan panel datar berwarna; dan tampilan collimated pusat. Antartindak pilot-dan-tampilan memanfaatkan sentuhan, dalam hal ini pilot menggunakan sarung tangan kulit berlapis sutera. Selain itu, dalam pengembangan sepenuhnya, pilot dilengkapi dengan tampilan melekat kepala (Head-Mounted Display, disingkat HMD).[27] Dua layar sentuh kecil agak tidak biasa di bawah layar serbaguna kiri, yang digunakan untuk memilih berbagai fungsi seperti peralatan radio. Ada juga kain untuk membersihkan layar.[9]
Pilot menerbangkan pesawat ini dengan pengendali tongkat-samping[c] yang terpasang di sisi kanannya dan katup penutup di sisi kanannya. Kokpit Rafale juga direncanakan untuk menyertakan Direct Voice Input (DVI), yang memungkinkan pilot memberikan perintah menggunakan suaranya.[d]
Terakhir, sebuah generator oksigen/oxygen generator (On-Board Oxygen Generating System, disingkat OBOGS) yang berfungsi untuk meningkatkan kandungan oksigen dalam udara yang diambil oleh motor kompresor sehingga dapat diberikan langsung ke pilot. Dengan OBOGS, produksi oksigen hampir tak terbatas. Otonomi pesawat tidak lagi dibatasi oleh pengiriman oksigen ke pilot, yang memungkinkan misi yang sangat panjang. Hal ini juga memfasilitasi logistik karena tidak lagi memerlukan produksi oksigen di darat, maupun pemuatan dan pemasangan botol terkompresi di atas kapal induk. Karena saringan molekuler dapat diregenerasi hampir beberapa kali, logistik disederhanakan dibandingkan dengan penggunaan botol oksigen konvensional.[9]
Navigasi
Dua sistem navigasi inersia berbasis laser redundan tipe RL-90 dari Sagem dengan penerima GPS terintegrasi tipe NSS-100. Sistem Thales TLS 2020, yang menggabungkan ILS, MLS, dan VOR. Altimeter AHV 17 juga berasal dari Thales. Komponen lainnya adalah sistem statis pitot dengan empat probe multifungsi. Ini mengukur baik tekanan dinamis dan tekanan statis, dari mana ketinggian dan kecepatan penerbangan tertentu dapat dihitung. Probe dipasang secara berputar di bawah badan pesawat depan. Pemasangan yang dapat diputar memungkinkan pengukuran yang andal, bahkan pada sudut datang atau geser yang tinggi. Sensor suhu udara dan es juga tersedia. Ada juga satu set sensor data yang disediakan oleh Goodrich Corporation, menjadikannya salah satu dari sedikit komponen yang tidak berasal dari perusahaan Prancis.
Fitur pengabur radar
Meskipun bukan sebagai pesawat siluman sejati, menurut Dassault, Rafale mampu mengaburkan pengenalan radar, sementara sebagian besar fitur desain siluman diklasifikasi, penggunaan bahan komposit dan pola bergerigi di tepian sayap dan kanard berjejak berperan untuk mengurangi daya pindai radar.[28]
Standar
Pengiriman perdana Rafale M bersesuaian dengan standar F1 ("France 1"). Ini artinya pesawat Rafale cocok untuk tujuan tempur udara-ke-udara, menggantikan F-8 Crusader yang sudah kedaluwarsa sebagai pesawat tempur Angkatan Laut Prancis berbasis kapal induk, tetapi tidak diperlengkapi oleh, juga tidak dipersenjatai untuk operasi udara-ke-daratan. Pengiriman sebenarnya (kepada Flotille 11, pada suatu waktu setelah tahun 2007) adalah untuk memenuhi standar "F2", memberikan kemampuan udara-ke-daratan, dan menggantikan Dassault-Breguet Super Étendard dalam peran serang-darat dan Dassault Étendard IVP dalam peran pengintaian. Ini akan meninggalkan Rafale M hanya sebagai pesawat tempur bersayap kaku yang diterbangkan oleh Angkatan Laut Prancis, dan rencana untuk memperbaiki semua badan pesawat agar sesuai dengan standar "F3", dengan kemampuan nuklir dan radar 3D menjejaki kontur permukaan, dari permulaan dasawarsa setelah tahun 2010.[29] Perbaruan ini dilakukan bagi 10 Rafale F-1 Angkatan Laut Prancis pada tahun 2010.[30]
Rafale C pertama dikirimkan kepada Angkatan Udara Prancis, pada bulan Juni 2005, memenuhi standar "F2", dan telah ditindaklanjuti bahwa perbaruan pesawat milik Angkatan Laut Prancis juga akan dilakukan lagi pada masa depan. Rafale menggantikan peran SEPECAT Jaguar, Mirage F1, dan Mirage 2000 di Angkatan Udara Prancis.
Dengan standar F3 yang diperkenalkan pada pertengahan 2008, semua mode operasi radar, pelindung helm dan berbagai senjata termasuk ASMP yang dilengkapi nuklir, poda pencahayaan dan poda pengintaian. Penggunaan meriam 30 mm terhadap target darat juga telah dipermudah dengan penyesuaian perangkat lunak. Rafale M juga memenuhi syarat dengan standar untuk peluncuran ketapel dengan massa lepas landas 23,5 ton, yang memungkinkan penggunaan dua tangki tambahan 2.000 liter. Standar F3 disiapkan untuk dimasukkannya radar AESA, tetapi itu bukan bagian dari standar F3. Senjata masa depan seperti MBDA Meteor juga dapat diintegrasikan ke dalam standar F3. F3 standar tersedia di ketiga versi Rafale.
Pada tanggal 2 Oktober 2012, purwarupa pertama F3-04T dikirim ke Angkatan Udara Prancis untuk tujuan pengujian. Rafale menerima radar AESA baru, serta sistem peringatan rudal yang ditingkatkan dan OSF yang lebih baik. Mulai 2013, skuadron angkatan bersenjata Prancis menerima pesawat standar F3-04T. Rafale dengan standar F3.4 membawa perbaikan kecil, terutama di sisi perangkat lunak, antara lain untuk meningkatkan kompatibilitas dan keamanan NATO. Rafale dengan standar F3.4 dikirimkan mulai awal tahun 2015.
Pada 10 Januari 2014, Prancis menempatkan pesanan pengembangan untuk standar F3R, yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari standar F3-04T, dan melakukan penerbangan perdananya pada akhir 2018. Pesanan senilai 810 juta euro termasuk khususnya integrasi rudal udara-ke-udara MBDA Meteor, integrasi lanjutan dari bom yang dikontrol presisi dari jenis Sagem AASM Hammer, peningkatan lebih lanjut dari sistem SPECTRA dan target laser baru. Yang terakhir adalah jenis Thales PDL-NG dan merupakan salah satu bagian terpenting dari program dengan biaya 120 juta euro.
Pengembangan standar F4 dimulai pada 2018. Thales memasok pelindung helm dan akan mengembangkan sistem kecerdasan buatan untuk memungkinkan sistem RECO NG secara langsung mengenali objek, sedangkan saat ini diperlukan satu jam bagi analis untuk memproses 10 km² dari daratan. Dan bahwa sistem baru ini digadang dapat memproses 3.000 km² dalam satu jam. Thales dan Atos mengintegrasikan konektivitas baru dengan radio CONTACT, peladen komunikasi cerdas yang aman dan perluasan gerbang jaringan sistem navigasi dan senjata.
Kemampuan ofensif dan defensif Rafale F4 akan ditingkatkan untuk menyelesaikan masalah pengembangan konsep A2/AD (Anti-Access/Area Denial), peningkatan operasi jaringan, peningkatan konektivitas, termasuk mesin baru M88-3 yang sekitar 20% lebih bertenaga, sensor-sensor, peningkatan radar RBE2-AA khususnya untuk mode udara-darat, OSF dan SPECTRA, peningkatan persenjataan, khususnya dengan MICA NG rudal udara-ke-udara dan dengan pembukaan titik 3 di bawah sayap memungkinkan untuk membawa 2 rudal MICA NG tambahan (6 MICA + 2 Meteor). SCALP-EG akan dirombak dan AASM dengan inersia campuran/GPS/inframerah/panduan laser akan menggantikan GBU-24 yang hanya berpanduan laser. Secara keseluruhan, Prancis berencana membuat salinan standar F4, seri produksinya akan dipesan pada 2023 dan untuk pengiriman pada 2030. Itu akan memberi Prancis 225 Rafale, termasuk 40 penerbang angkatan laut.
Sejarah operasional
Prancis

Rafale kini sedang bertugas dalam peran percobaan dan pelatihan bersama Angkatan Udara Prancis (CEAM/EC 5/330), dan EC 1/7 di Saint-Dizier diharapkan menerima inti dari 8–10 Rafale F2 pada Musim Panas 2006, dan Rafale memasuki penugasan penuh (dengan kemampuan udara-ke-udara yang kuat dan ketepatan serang udara-ke-darat yang bagus) pada pertengahan tahun 2007 (ketika EC 1/7 akan memiliki kira-kira 20 pesawat, 15 berkursi dua dan 5 berkursi satu).[31] Pesawat ini telah berada dalam penugasan terbatas bersama Angkatan Laut Prancis (Flotille 12F) dalam peran udara-ke-udara, dan telah mengambil alih sejumlah besar percobaan udara-ke-darat dan upaya evaluasi.
Rafale M sepenuhnya kompatibel dengan kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat dan beberapa pilot Angkatan Laut Prancis lulus kualifikasi untuk menerbangkan pesawat ini dari dek penerbangan Angkatan Laut Amerika Serikat.[32]
Rafale yang pertama ditugaskan di daerah peperangan ketika Angkatan Laut Prancis menjalani Opération Héraclès, yakni keikutsertaan Prancis di dalam Operation Enduring Freedom. Mereka terbang dari kapal induk Charles de Gaulle di atas Afghanistan sejak tahun 2002, tetapi standar F1 menghindari misi udara-ke-darat dan Rafale tidak menjalani aksi apapun.
Pada bulan June 2002, ketika kapal induk Charles de Gaulle berada di Laut Arab, pesawat Rafale yang dipersenjatai ikut serta dalam patroli antar-posisi di dekat perbatasan India-Pakistan, menjadi tanda penting karier operasional Rafale M dan integrasinya bersama kapal induk itu.[33]
Pada tahun 2007, setelah suatu perbaikan "crash program", enam Rafale diberi kemampuan untuk dapat menjatuhkan bom terpandu-laser, sebagai hasil evaluasi kinerja mereka di Afghanistan. Tiga dari pesawat-pesawat ini menjadi milik Angkatan Udara ditugaskan ke Dushanbe di Tajikistan, sedangkan tiga sisanya adalah Rafale Marines milik Angkatan Laut disiagakan di kapal induk Charles De Gaulle.[34] Misi pertama berjalan pada tanggal 12 Maret 2007, dan GBU-12 pertama diluncurkan pada tanggal 28 Maret untuk mendukung serdadu Belanda yang bertugas di Afghanistan Selatan, menandai debut operasional Rafale.[35] Mereka masih bergantung pada Mirage 2000D dan Super Étendard yang membawa poda penentu sasaran berbantuan laser untuk mendesain sasaran mereka.[36]
Rafale direncanakan untuk menjadi pesawat tempur utama Angkatan Udara Prancis hingga tahun 2040 atau lebih lama lagi.[37]
Pada bulan November 2009, Pemerintah Prancis memesan 60 pesawat lagi untuk melengkapi keseluruhan pesanan Angkatan Udara dan Angkatan Laut Prancis sebanyak 180 pesawat.[38]
Pada tanggal 4 Juni 2010, sebuah Rafale milik Prancis menjadi pesawat jet tempur pertama milik angkatan laut asing yang menjalani penggantian mesinnya di atas kapal induk milik Amerika Serikat, pada saat latihan bersama kapal induk USS Harry S. Truman (CVN-75).[39]
Yunani
Pada Agustus 2020, pemerintahan Yunani mengumumkan pembelian sebanyak 18 pesawat Rafale.[40][41] Laporan awal menyebutkan bahwa sepuluh unit tersebut merupakan varian baru Rafale C berstandar F3-R, sementara delapan unit Rafale lama berstandar F1 dan F2 yang saat ini digunakan oleh Angkatan Udara dan Antariksa Prancis akan diserahkan kepada Yunani.[42]
Pada Januari 2021, Parlemen Yunani meratifikasi kesepakatan dengan Dassault untuk pembelian enam pesawat baru dan 12 pesawat bekas standar F3-R—yang sebelumnya dioperasikan oleh Armée de l'Air—dengan total biaya €2,4 miliar, termasuk persenjataan dan dukungan darat.[43] Perjanjian antar-pemerintah tersebut ditandatangani pada tanggal 25 Januari 2021 oleh Menteri Pertahanan Yunani dan Prancis.[44] Hal ini diikuti dengan kontrak tambahan pada Maret 2022 untuk pembelian enam unit Rafale tambahan, yang akan dikirimkan mulai pertengahan tahun 2024.[45] Pesawat pertama, sebuah Rafale B bertempat duduk ganda, dikirim pada 21 Juli 2021.[46] Pada tanggal 19 Januari 2022, enam pesawat Rafale pertama mendarat di Pangkalan Udara Tanagra, tempat upacara penyambutan diselenggarakan.[47] Tipe ini secara resmi mulai beroperasi pada September 2023.[48] Pada tahun 2024, dilaporkan bahwa pemerintah Yunani berencana membeli tambahan 6 hingga 12 unit Rafale (serta satu kapal fregat lagi) bertepatan dengan peringatan 80 tahun D-Day. Mereka juga ingin menegosiasikan penundaan sebagian pembayaran atas kesepakatan pengadaan senjata sebelumnya hingga periode 2028–2030, serta merundingkan pengalihan 24 unit Mirage 2000-R—yang hendak mereka pensiunkan—sebagai bagian dari pembayaran.[49] Pada April 2026, Presiden Macron menawarkan kepada pemerintahan Yunani bahwa apabila Yunani mengirim seluruh Dassault Mirage 2000-5 mereka ke Angkatan Udara Ukraina maka mereka akan diberikan diskon pembelian untuk pembelian Rafale baru yang berjumlah serupa.[50][51]
Indonesia

Pada Januari 2020, pemerintah Indonesia menyatakan ketertarikan untuk membeli 48 Rafale untuk memodernisasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.[52][53] Pada Februari 2021, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengumumkan pembelian 36 Rafale sebagai bagian dari kebijakan pembelian yang termasuk pesawat tanker Airbus A330 MRTT dan produk-produk Amerika yang saling melengkapi, telah direncanakan dan dana telah diamankan untuk penyelesaiannya.[54] Pada 7 Juni 2021, pemerintah Indonesia menandatangani surat pernyataan niat untuk membeli 36 Rafale dan senjata terkait.
Pada 20 Januari 2022, Prabowo Subianto mengonfirmasi bahwa Indonesia telah merampungkan negosiasi kontrak yang tinggal menunggu pengaktifan perjanjian resmi oleh pihak Prancis. Pada 10 Februari 2022, Dassault menyatakan bahwa Indonesia telah secara resmi menandatangani pesanan untuk 42 unit Rafale F4[55][56] yang terdiri dari 26 unit tempat duduk tunggal dan 16 tempat duduk ganda.[57] Tahap pertama pengadaan enam unit Rafale mulai berlaku pada bulan September 2022. Pada tanggal 10 Agustus 2023, Dassault mengumumkan bahwa kontrak untuk tahap kedua yang mencakup 18 unit Rafale bagi Indonesia telah mulai berlaku pada hari itu, sehingga total pesawat yang dikontrakkan menjadi 24 unit.[58] Pada 8 Januari 2024, Dassault Aviation mengumumkan bahwa tahap ketiga sekaligus terakhir yang mencakup 18 unit Rafale telah resmi berlaku, sehingga total pesawat yang dipesan menjadi 42 unit.[59]
Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia, kedua pemerintah menandatangani serangkaian nota kesepakatan untuk membeli berbagai jenis alutsista, termasuk penambahan beberapa unit Rafale yang tidak diungkapkan.[60] La Tribune melaporkan bahwa Indonesia akan membeli tambahan "selusin" pesawat.[61] Media Prancis kemudian melaporkan bahwa Indonesia bisa saja menambah sebanyak 24 unit Rafale.[62]
TNI-AU mengirimkan 4 pilot pesawat tempur beserta 12 teknisi ke Prancis pada awal Agustus 2025 untuk memulai program pelatihan pengunaan Rafale.[63]
TNI-AU secara resmi menerima 3 pesawat Rafale pada 28 November 2025 dalam upacara serah terima di sebuah fasilitas Dassault di Bordeaux.[64] Rafale baru ini akan bermarkas di Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau.[65] Rafale tersebut tiba di Lanud Roesmin Nurjadin pada 23 Januari 2026.[66] 3 pesawat baru kemudian tiba pada Mei 2026. Enam pesawat Rafale yang pertama secara resmi mulai beroperasi pada tanggal 18 Mei.[67]
Ekspor
Beberapa negara telah menunjukkan minatnya untuk membeli Rafale. Rafale adalah salah satu dari enam jet tempur yang berkompetisi di dalam upaya memenangi pengadaan 126 pesawat tempur serbaguna untuk India. Kompetisi ini dinamai Indian Air Force Medium Multi-Role Combat Aircraft Competition (Kompetisi Pesawat Tempur Serbaguna ukuran Sedang untuk Angkatan Udara India). Pada bulan April 2009, terdapat laporan berita yang menyatakan bahwa Rafale tidak lolos kompetisi karena tidak memenuhi persyaratan minimum Angkatan Udara India[68][69] dan bahwa pesawat kompetitor lainnya, yaitu Mikoyan MiG-35, General Dynamics F-16 Fighting Falcon, Boeing F/A-18E/F Super Hornet, JAS 39 Gripen, dan Eurofighter Typhoon, lolos untuk putaran penilaian berikutnya.[70] Kementerian Pertahanan India membantah laporan ini; seorang juru bicara Angkatan Udara India menyatakan, "kami tidak mencoret peserta manapun di dalam kompetisi MMRCA ini".[71] Laporan itu menyatakan bahwa Rafale dan Typhoon memasuki tahap akhir kompetisi.[72]
Pada bulan Januari 2006, surat kabar Prancis Journal du Dimanche melaporkan bahwa Libya ingin memesan 13–18 Rafale "senilai $ 3,24 miliar".[73] Pada bulan Desember 2007, Saif al-Islam Gaddafi secara terbuka menyatakan bahwa Libya berminat terhadap Rafale.[74] Yunani juga mengungkapkan minatnya terhadap pesawat tempur Prancis ini, mungkin untuk dapat dipertukarkan dengan Mirage.[75]
Pada tahun 2006 Angkatan Laut Britania Raya memandang Rafale sebagai alternatif bagi F-35 JSF meskipun akhirnya lebih memilih F-35.[76][77] Bagaimanapun kapal induk Britania Raya akan dimodifikasi supaya mampu mengoperasikan Rafale.[78]
Pada bulan Februari 2007, dilaporkan bahwa Swiss memperhatikan Rafale dan pesawat tempur lainnya untuk menggantikan F-5 Tiger II miliknya.[79] Evaluasi yang berjalan selama sebulan sejak Oktober 2008 di Pangkalan Udara Emmen melibatkan kira-kira 30 pesawat tempur. Rafale, Gripen, dan Eurofighter sama-sama dievaluasi.[80]
Pada bulan September 2007, La Tribune melaporkan bahwa penjualan ke Maroko mengalami kegagalan, pemerintah Maroko lebih memilih F-16.[81] Pada bulan Oktober 2007, laporan La Tribune yang lebih lama menyatakan bahwa Rafale tidak akan dibeli.[82]
Pada bulan Januari 2008, harian O Estado de São Paulo melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Brasil mengunjungi Prancis untuk membahas kemungkinan mendapatkan Rafale untuk program F-X2. Pada bulan Juni 2008, Angkatan Udara Brasil mengumumkan Permintaan Informasi untuk perusahaan-perusahaan pesawat tempur dan produk mereka: Boeing F/A-18E/F Super Hornet dan Lockheed Martin F-35 Lightning II, Dassault Rafale, Sukhoi Su-35, Saab Gripen NG dan Eurofighter Typhoon.[83] Pada bulan Oktober 2008, dilaporkan bahwa Angkatan Udara Brasil telah memilih tiga finalis F-X2; Dassault Rafale, Saab Gripen NG, dan Boeing F/A-18E/F.[84] Pada tanggal 7 September 2009, selama kunjungan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Brasil membuat pakta dengan Prancis dan bahwa mereka sepakat bernegosiasi tentang pengadaan 36 Rafale.[85] Kegagalan terbang dua Rafale di Timur-Tengah di wilayah udara Perpignan pada tanggal 24 September 2009 setelah tabrakan di udara, telah menjadi waktu yang buruk bagi negosiasi Brasil-Prancis.[86] Pada tanggal 5 Januari 2010, media melaporkan bahwa laporan evaluasi terakhir oleh Angkatan Udara Brasil menempatkan Gripen berada di atas dua saingannya. Faktor yang menentukan tampaknya berada pada keseluruhan biaya pesawat baru, apakah itu dana pembelian, pengoperasian, maupun pemeliharaan.[87][88] Beberapa sumber mengatakan bahwa Rafale dipilih oleh Kementerian Pertahanan,[89] tetapi tidak ada konfirmasi lanjutan.
Pada bulan Februari 2009, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyatakan bahwa Kuwait ingin membeli 28 Rafale, tetapi tidak dilanjutkan pada tahap pemesanan. Pada bulan yang sama, Prancis menawarkan Rafale ke Oman untuk menggantikan pesawat lawasnya, SEPECAT Jaguar.[90] Tetapi pada tahun 2010, Oman lebih memilih untuk memesan Eurofighter Typhoon.[91]
Uni Emirat Arab berminat akan satu versi Rafale yang akan diperbarui dengan mesin dan radar yang lebih kuat, juga peluru kendali udara-ke-udara yang lebih cerdas.[92] Mereka kini mulai mempelajari kemungkinan pembelian Boeing F/A-18E/F Super Hornet.[93] Dilaporkan sedemikian karena Menteri Pertahanan Prancis, Hervé Morin meminta UEA untuk membayarkan 2 miliar Euro dari keseluruhan dana perbaruan Rafale untuk menyesuaikannya dengan kemajuan Super Hornet.[94]
Surat kawat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang bocor mengatakan bahwa "Duta Prancis berupaya memuntir kinerja Rafale yang buruk di pasar global sebagai akibat dari tekanan politik Pemerintah Amerika Serikat, lebih dari sekadar kecacatan pesawat itu".[95]
Penguna masa depan
Serbia
Presiden Serbia Aleksandar Vučić mengumumkan pada 24 Desember 2021 bahwa Serbia tertarik untuk membeli Rafale baru untuk memperkuat Angkatan Udara dan Pertahanan Udara Serbia.[96][97] Pada 8 April 2024, Presiden Vučić mengumumkan niat negaranya untuk membeli 12 pesawat Rafale, seraya menyatakan bahwa "kesepakatan konkret mengenai pembelian jet Rafale" telah dicapai dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Negosiasi kontrak rampung pada Agustus 2024.[98] Kontrak untuk sembilan unit Rafale F3 kursi tunggal dan tiga unit kursi ganda bernilai €2,7 miliar (US$3 miliar).[99]
Varian
Varian Prancis

Varian Ekspor
- Rafale DM
- Versi kursi ganda untuk Angkatan Udara Mesir.[106]
- Rafale EM
- Versi kursi tunggal untuk Angkatan Udara Mesir.[107]
- Rafale DH
- Versi kursi ganda untuk Angkatan Udara India.[108]
- Rafale EH
- Versi kursi tunggal untuk Angkatan Udara India.[109]
- Rafale MH
- Versi kursi tunggal untuk Angkatan Laut India; varian khusus Rafale M yang dapat dioperasikan dari kapal induk, yang disesuaikan untuk sistem STOBAR dan sistem persenjataan India.[110]
- Rafale DQ
- Versi kursi ganda untuk Angkatan Udara Emirat Qatar.[111]
- Rafale EQ
- Versi kursi tunggal untuk Angkatan Udara Emirat Qatar.[111]
- Rafale DG
- Versi kursi ganda untuk Angkatan Udara Yunani.[112]
- Rafale EG
- Versi kursi tunggal untuk Angkatan Udara Yunani.[113]
- Rafale DI
- Versi kursi ganda untuk TNI Angkatan Udara.[114]
- Rafale EI
- Versi kursi tunggal untuk TNI Angkatan Udara.[114]
Pengguna
Pengguna aktif
- Angkatan Udara India – 36 unit (28 varian kursi tunggal dan 8 varian dua kursi) pesawat telah dipesan,[115] dengan 2 unit ditempatkan di Prancis untuk pelatihan.[116] Hingga bulan Juli 2022, total 36 unit Rafale telah diterima.[117]
Angkatan Laut India – Berencana akan mengakuisisi 26 unit Rafale M.[121]
Angkatan Udara Kroasia – 12 unit (10 varian kursi tunggal dan 2 varian dua kursi) C/B F3-R Rafale bekas tengah dipesan. Pengiriman 6 unit pertama dijadwalkan akan diterima di Q2 tahun 2024 (2 B + 4 C) dan sisanya 6 varian kursi tunggal di tahun 2025.[122][123] Pada bulan Oktober 2023, Kroasia telah mengakuisisi pesawat pertama melalui upacara serah terima di Lanud Mont-de-Marsan.[124][125] Hingga Januari 2024, 5 unit pesawat telah diterima.[126]
Angkatan Udara Mesir – 54 unit telah dipesan dengan 24 unit Rafale telah aktif digunakan per bulan Desember 2018.[127][128][129]
Total 180 unit telah dipesan dari rencana awal sejumlah 286 unit, dengan opsi tambahan 9 unit.[130] Sekitar 152 unit telah dikonfirmasi untuk diterima pada tahun 2018.[131][132] Hingga2017[update], 149 unit telah diterima. Pada tahun 2018, tiga unit telah diterima, sehingga pada tahun 2024 akan diterima seluruh sisa unit dari pesanan 180 unit.[133][134]
Angkatan Udara dan Antariksa Prancis – 102 unit;[135][136] dengan rincian:
- Lanud Saint-Dizier – Robinson
- Escadron de Chasse 2/4 La Fayette (2018–sekarang)[137] serang nuklir
- Escadron de Chasse 1/7 Provence (2006–2016)[138] tempur multiperan
- Escadron de Chasse 1/4 Gascogne (2009–sekarang)[138] serang nuklir
- Escadron de Transformation Rafale 3/4 Aquitaine (Oktober 2010–sekarang, Rafale Operational Conversion Unit (OCU) dioperasikan secara gabungan oleh Angkatan Udara dan Antariksa Prancis dengan Penerbangan Angkatan Laut Prancis)[138]
- Lanud Mont-de-Marsan
- Escadron de Chasse 2/30 Normandie-Niemen (2012–sekarang)[138] tempur multiperan
- Escadron de Chasse 3/30 Lorraine (2016–sekarang)[138] tempur multiperan
- Escadron de chasse et d'expérimentation 1/30 Côte d'Argent (2004–sekarang) pengembangan dan evaluasi taktik
- Lanud Al Dhafra, UEA
- Escadron de Chasse 3/30 Lorraine (2010–2016) tempur multiperan
- Escadron de Chasse 1/7 Provence (2016–sekarang) tempur multiperan
- Lanud Saint-Dizier – Robinson
Angkatan Laut Prancis – 46 unit diterima, 41 unit aktif digunakan[139]
- Lanudal Landivisiau
- Flottille 11F (2011–sekarang)[138] tempur induk multiperan
- Flottille 12F (2001–sekarang)[140] tempur induk multiperan
- Flottille 17F (2016–sekarang)[141] tempur induk multiperan
- Lanudal Landivisiau
Angkatan Udara Qatar – 36 unit telah dipesan dan diterima. Qatar memesan 24 unit di tahun 2015, dan 12 unit lain di tahun 2018. Dengan opsi pesanan tambahan 36 unit.[142] HinggaNovember 2021[update], 27 unit telah diterima.[143][144] Hingga2023[update], seluruh pesanan telah diterima.[145]
- Lanud Dukhan / Tamim
- 1st Fighter Squadron 'Al Adiyat'
- Lanud Dukhan / Tamim
Angkatan Udara Yunani – Yunani memesan 18 unit Rafale di tahun 2020,[146] dengan tambahan 6 unit di tahun 2021,[147] sehingga total kesuluruhan pesanan menjadi 24 unit. Pengiriman tahap pertama diterima pada 21 Juli 2021.[148] Total 15 unit telah diterima oleh Angkatan Udara Yunani hingga Juni 2023.[149]
- Lanud Tanagra
- 332nd All Weather Squadron (Hawks)[150]
- Lanud Tanagra
Angkatan Udara Uni Emirat Arab – 80 unit Rafale F4 tengah dipesan.[151] Dimana penyerahan tahap pertama telah berlangsung pada 29 Januari 2025.
TNI Angkatan Udara – 42 unit Rafale F4 tengah dipesan, dengan 3 unit pertama akan tiba di bulan Januari 2026.[152]
Pengguna mendatang
Angkatan Udara dan Pertahanan Udara Serbia – 12 unit Rafale telah dipesan di tahun 2024 dengan estimasi pengiriman selesai di tahun 2029, dikabarkan varian F4 yang dipesan.[153][154]
Musibah
- Pada tanggal 6 Desember 2007, sebuah Rafale dua kursi milik Angkatan Udara Prancis mengalami kegagalan pada suatu latihan terbang. Sang pilot, yang menjadi satu-satunya orang di pesawat itu, tewas.[155]
- Pada tanggal 24 September 2009, dua Rafale milik Angkatan Laut Prancis bertumbukan di kawasan udara Perpignan pada saat latihan di atas kapal induk Charles de Gaulle.[86][156]
- Pada tanggal 28 November 2010, sebuah Rafale dari kapal induk Charles de Gaulle mengalami kegagalan di Laut Arab. Pesawat ini mendukung operasi Sekutu di Afghanistan. Sang pilot berhasil melontarkan diri dengan aman dan diselamatkan oleh helikopter SAR dari kapal induk. Kemudian dilaporkan bahwa mesin mati karena kekurangan bahan bakar karena pilot merasa bingung menerjemahkan operasi katup pada tangki bahan bakar.[157]
- Pada tanggal 2 Juli 2012, ketika melakukan latihan gabungan, sebuah Rafale dari kapal induk Charles de Gaulle jatuh di Laut Tengah. Sang pilot berhasil melontarkan diri dengan aman dan diselamatkan oleh helikopter SAR dari kapal induk USS Dwight D. Eisenhower.[158]
- Pada tanggal 14 Agustus 2024, dua Rafale B saling bertabrakan di langit Colombey-les-Belles. Salah satu pilot berhasil melontarkan diri dengan aman, akan tetapi instruktur dan kadet dari pesawat lain dilaporkan hilang. Kedua pesawat itu berasal dari Lanud Saint-Dizier-Robinson. Keesokan harinya, dua pilot yang hilang tersebut dinyatakan telah gugur.[159][160]
Spesifikasi

Data dari Dassault Rafale characteristics,[161] Superfighters,[162] French Navy page[163]
Ciri-ciri umum
- Kru: 1–2
- Panjang: 15,27 m
- Rentang sayap: 10,80 m
- Tinggi: 5,34 m
- Luas sayap: 45,7 m²
- Berat kosong: 9.500 kg (C), 9.770 kg (B),[163] 10.196 kg (M)
- Berat maksimum saat lepas landas: 24.500 kg (C/D), 22.200 kg (M)[164]
- Mesin: 2 × Snecma M88-2 mesin turbofan
- Dorongan kering: 50,04 kN () masing-masing
- Dorongan dengan pembakar lanjut: 75,62 kN dengan M88-Eco (>90 kN setelah tahun 2010) () masing-masing
Kinerja
- Laju maksimum:
- Ketinggian tinggi: 2.390 km/jam [163]
- Ketinggian rendah: 1.390 km/jam
- Jangkauan: 3.700+ km
- Radius tempur: 1.852+ km () pada misi penetrasi
- Langit-langit batas: 16.800 m
- Laju tanjak: 304,8+ m/s
- Beban sayap: 326 kg/m²
- Dorongan/berat: 1,13
Persenjataan
- Senjata api: 1× 30 mm (1,18 inci) GIAT 30/719B cannon dengan 125 bulatan
- Titik keras: 14 untuk Angkatan Udara Prancis (Rafale B,C), 13 untuk Angkatan Laut Prancis (Rafale M) dengan kapasitas 9.500 kg bahan bakar eksternal dan persenjataan
- Rudal:
- Udara-ke-udara:
- MICA IR/EM
- Magic II
- MBDA Meteor pada masa depan
- Udara-ke-tanah:
- MBDA Apache
- SCALP EG
- AASM-Hammer (SBU-38/54/64)
- GBU-12 Paveway II
- AM 39 Exocet
- Rudal nuklir ASMP-A
- AS-30L
- Mark-82
- Udara-ke-udara:
- Lainnya:
- Pod penentu sasaran Thales Damocles
- Pod pengintaian RECO NG
- Pod pengintaian THALES AREOS
- sampai 5 drop tangki
- Rafale dapat juga memuat pod pengisian bahan bakar Rafale-ke-Rafale[165]
Avionik
- Radar Thales RBE2-AA AESA
- Sistem peperangan elektronik Thales SPECTRA.
- Sistem pencarian dan pelacakan infra merah Thales/SAGEM OSF (Optronique Secteur Frontal).
Lihat pula
Pesawat serupa
- Daftar terkait
Referensi
- Catatan
- ↑ Rafale dilengkapi dengan dua bidang kanard lebar, empat bilah tepi depan, empat elevon dan kemudi untuk mengoptimalkan daya angkat/tarik dan mengurangi skidding di berbagai fase penerbangan. Dikombinasikan dengan sayap delta dengan defleksi moderat (48°), dengan kombinasi permukaan sayap yang relatif besar dan pemuatan sayap yang relatif rendah, kompromi yang baik antara gaya angkat dan tarikan; konfigurasi ini memungkinkan untuk mengkompensasi cacat tradisional dari formula sayap delta, juga memungkinkan kemampuan manuver yang hebat, khususnya pada kecepatan transonik (sekitar Mach 0,8 hingga Mach 1), dan efisiensi tinggi pada kecepatan supersonik (hingga Mach 1,8).
- ↑ Rafale memiliki tiga detektor radar 120° (dua antena di depan pesawat/kanard, satu antena di bagian atas sirip), tiga detektor peringatan laser (DAL) 120° (dua antena di badan pesawat di bagian bawah kaca depan, sebuah antena ditempatkan dalam tong di sirip) dan dua detektor keberangkatan rudal inframerah (DDM) (dua antena ditempatkan di tong di sirip). Sepenuhnya terintegrasi dalam sel dan pasif, ini memastikan di semua spektrum lebih dari 360° dengan mendeteksi sumber dengan akurasi kurang dari 1°, mengidentifikasinya dengan membandingkan sinyal ke dalam database, dengan memprioritaskan dan menempatkan ancaman dalam mode interferometrik, dengan menggabungkannya dengan trek yang terdeteksi oleh sensor lain (radar, OSF), serta menghadirkannya ke pilot dan dengan mengusulkan tindakan pencegahan. Rafale juga memiliki tiga jammers (dua antena pemindai elektronik aktif yang terletak di depan saluran masuk udara dan satu di dasar sirip), empat peluncur umpan modular dengan ejeksi ke atas (ditempatkan di persimpangan sayap dan badan pesawat) dan dua peluncur scam spiral (yang tergantung pada panjang gelombang radar yang akan dipancing di ujung sayap).
- ↑ Kendali ini (Hands On Throttle And Stick, disingkat HOTAS) memungkinkan pilot untuk tidak pernah melepaskan kontrol untuk berinteraksi dengan sistem navigasi dan serangan.
- ↑ Hal ini dapat dilakukan karena Rafale memiliki sistem kontrol penerbangan listrik dalam serat (CDVO atau fly-by-light) dirancang dan diproduksi sendiri oleh Dassault Aviation, dan beroperasi pada beberapa tingkat redundansi (tiga saluran digital independen dan saluran analog cadangan), semua didukung oleh sumber listrik yang berbeda.
- ↑ "Rafale". WordReference. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2015. Diakses tanggal 26 November 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) "Gust of wind". WordReference. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2015. Diakses tanggal 26 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Serbaguna berdasarkan desainnya." Dassault Aviation, 2006.
- ↑ Lewis, Paul. "3 European Countries plan Jet Fighter Project." The New York Times, 3 Agustus 1985, halaman 31.
- ↑ Donne, Michael. "Why three into one will go; Europe's new combat aircraft." Financial Times, 3 Agustus 1985.
- ↑ Spick 2000, halaman 432, 436.
- 1 2 Williams 2002, halaman 50, 92.
- ↑ Spick 2000, halaman 433
- 1 2 "Le programme Rafale" (berbahasa Prancis). Diarsipkan 2012-07-22 di Archive.is avions-militaires.net. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- 1 2 3 4 5 Goebel, Greg. "The Dassault Rafale." Vectorsite.net, 1 Juni 2009.
- ↑ "Les aeronefs: Chasse bombardement, reconnaissance Rafale: (berbahasa Prancis) defense.gouv.fr. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Rafale Multi-Role Combat Fighter." Air Force Technology. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ Goebel, Greg. "Crusader In Development." vectorsite.net. Diakses pada: 11 Oktober 2-.
- ↑ "Le programme Rafale" (berbahasa Prancis). Diarsipkan 2012-07-22 di Archive.is avions-militaires.net. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ http://www.assemblee-nationale.fr/12/budget/plf2006/a2572-08.asp#P409_12225
- ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2011-03-04. Diakses tanggal 2011-03-04.
- ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2007-10-15. Diakses tanggal 2007-10-15.
- ↑ "Défense - Equipement des forces (berbahasa Prancis)."[pranala nonaktif permanen] Sénat Prancis, 2008. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ Tran, Pierre. "France Qualifies Rafale to Full F3 Standard."[pranala nonaktif permanen] Defense News, 16 Juni 2008. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Rafale." Federation of American Scientists. Diakses pada: 8 Agustus 2008.
- ↑ "Pesawat tempur serbaguna Dassault Rafale." military-heat.com. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Pesawat tempur serbaguna Dassault Rafale." military-heat.com. Diakses pada: 16 Oktober 2010.
- ↑ "Rafale." Dassault Aviation, 12 Juni 2005. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ http://www.flightglobal.com/articles/2009/06/10/327206/paris-air-show-rafales-fighting-chance.html
- ↑ Jet, set, go!
- ↑ "Pameran Dirgantara Paris: Peluang pertempuran Rafale." flightglobal.com. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ Tran, Pierre. "Thales mengirimkan Radar AESA." Diarsipkan 2012-07-24 di Archive.is Defense News, 6 Juli 2010. Diakses pada: 8 Juli 2010.
- ↑ "Rafale Au coeur du cockpit."[pranala nonaktif permanen] avions-militaires.net.
- ↑ "Optimized airframe." Diarsipkan 2009-12-06 di Wayback Machine. dassault-aviation.com. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Rafale F3 Multiyear Procurement Contract Awarded." deagel.com. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Prancis memperbarui Rafale Angkatan Laut menjadi memenuhi standar F3."[pranala nonaktif permanen] defense-update.com. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Fox Three." dassault-aviation.com. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "French Sailors Experience Flight Operations Aboard Roosevelt." Diarsipkan 2011-05-04 di Wayback Machine. US Navy Press Release, 22 Juli 2008.
- ↑ "En Garde!" (Agustus 2002). Journal of Electronic Defense.
- ↑ "Paris engage des Rafale en Afghanistan." (berbahasa Prancis) Diarsipkan 2007-03-17 di Wayback Machine. Le Figaro, 15 Maret 2007. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Le Rafale, bon pour le bombardement." (berbahasa Prancis) Diarsipkan 2007-09-27 di Wayback Machine. Midi Libre, 2 Maret 2007. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ Goebel, Greg "Rafale into service," vectorsite.net, 1 April 2007. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Optimized airframe." Diarsipkan 2009-12-06 di Wayback Machine. Dassault Aviation. Diakses pada: 13 September 2009.
- ↑ Hoyle, Craig. "France approves contract for 60 more Rafales." Flight International, 13 November 2009. Diakses pada: 27 April 2010.
- ↑ "French Squadron Performs Jet Engine Swap-Out on Board Truman." Diarsipkan 2012-06-15 di Wayback Machine. defpro.com. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Greece and the Rafale". Dassault Aviation, Press kits. 12 September 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Waldron, Greg (14 September 2020). "Greece orders 18 Rafale fighters". Flightglobal.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Greece To Purchase Rafales, Reports Say | Aviation Week Network". aviationweek.com.
- ↑ "Ψηφισθέντα Νομοσχέδια". hellenicparliament.gr.
- ↑ Kokkinidis, Tasos (25 Januari 2021). "Greece, France Sign $2.8 Billion Rafale Jet Deal".
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Greece buys six more Rafale fighter jets, frigates from France". Reuters. 2022-03-24.
- ↑ Arnoud (21 Juli 2021). "Dassault Aviation Livre Le Premier Chasseur Omnirôle Rafale à La Grèce". avionslegendaires (dalam bahasa French). Diakses tanggal 29 Juli 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kokkinidis, Tasos (2022-01-19). "Greece Receives First Six of 24 Rafale Jets". Greek Reporter.
- ↑ Lazos, Efthimios (2023-09-25). "Πολεμική Αεροπορία: Επιχειρησιακά τα Rafale, πραγματοποιήθηκε η Τελική Επιχειρησιακή Αξιολόγηση της 332 Μοίρας". Defencereview.
- ↑ Gençtürk, Ahmet (1 Juni 2024) [30 May 2024]. "Greece intends to buy more Rafale jets, frigate from France: Kathimerini newspaper". Anadolu Anjansi. hlm. 1. Diakses tanggal 13 Juli 2024.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Spray, Aaron (2026-04-23). "France to offer Greece discounted Rafale in exchange for Mirage for Ukraine". AGN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-23.
- ↑ Tiwari, Sakshi (2026-04-23). "New Rafale Jets For Old Mirage 2000! France Offers Greece Major Swap Deal to Arm Ukraine: Reports". EURASIAN TIMES (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-04-23.
- ↑ Cabirol, Michel (2020-01-17). "Et si l'Indonésie s'offrait des Rafale et des sous-marins Scorpène ?". La Tribune. Diakses tanggal 2020-01-19.
- ↑ Cabirol, Michel (2020-12-08). "L'Indonésie souhaite monter à bord du Rafale". La Tribune. Diakses tanggal 2020-12-03.
- ↑ "Indonesian MoD reveals aircraft procurement plans". Janes.com. 22 Februari 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "L'Indonésie se donne les moyens d'acquérir une nouvelle tranche de Rafale (18 avions de combat)". La Tribune (dalam bahasa Prancis). 2023-03-09. Diakses tanggal 2024-01-31.
- ↑ "Indonesia To Receive First Rafale F3R Fighters In 2026". GBP. Diakses tanggal 2024-01-31.
- ↑ "Indonesian Air Force Rafale". omnirole-rafale.com (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 11 Agustus 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Indonesia orders next batch of 18 Rafale fighters | Shephard". shephardmedia.com. Diakses tanggal 2023-08-14.
- ↑ "Entry into force of the final tranche of 18 Rafale for Indonesia – Press kits". Dassault Aviation, a major player to aeronautics. 2024-01-09. Diakses tanggal 2024-01-10.
- ↑ "Macron says there will be new Indonesia orders for Rafale jet". The Jakarta Post. 29 Mei 2025. Diakses tanggal 3 Juni 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cabirol, Michel (27 Mei 2025). "L'Indonésie pourrait s'offrir 12 Rafale supplémentaires". La Tribune (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 3 Juni 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cabirol, Michel (4 Juli 2025). "L'Indonésie pourrait acheter jusqu'à 24 Rafale supplémentaires". La Tribune (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 9 Juli 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "TNI AU Kirim Penerbang dan Teknisi ke Prancis Jelang Kedatangan Pesawat Tempur Rafale". indonesiadefense.com. 11 Agustus 2025. Diakses tanggal 11 Agustus 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Yunizar, Syahrul (1 Desember 2025). "Penampakan 3 Pesawat Tempur Rafale Baru TNI AU, Bulan Depan Dikirim ke Indonesia". JawaPos.com. Diakses tanggal 1 Desember 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Wiryono, Singgih; Belarminus, Robertus (13 September 2025). "3 Pesawat Rafale Akan Tiba Awal Tahun 2026, Bakal Ditempatkan di Pekanbaru". Kompas.com. Diakses tanggal 16 September 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Indonesia has received three Rafale fighter jets from France". The Jakarta Post. 26 Januari 2026. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Maria Cicilia G P; Resinta Sulistiyandari (18 Mei 2026). Fransiska Ninditya (ed.). "National defense strengthened by its equipment: President". Antara News. Diakses tanggal 18 Mei 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Luthra, Nitin. "India rejects Dassault Aviation's bid ." Wall Street Journal, 16 April 2009.
- ↑ Pandit, Rajat. "French fighter jet out of race for biggest IAF deal." Times of India, 17 April 2009.
- ↑ Majumdar, Bappa. "India berkata bahwa Dassault dari Prancis tidak lolos seleksi." Reuters, 16 Maret 2009.
- ↑ "India membantah pencoretan Dassault Aviation Rafale." Avionews, World Aeronautical Press Agency, 20 Maret 2009.
- ↑ "Pesawat tempur baru bagi Angkatan Udara India." Diarsipkan 2010-08-15 di Wayback Machine. timesnow. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Report: Libya to order 13-18 French Rafale fighter jets in $3.24 b deal." Diarsipkan 2011-07-21 di Wayback Machine. 26sep.net, 26 September 2007.
- ↑ "France to sell Libya up to 14 fighter jets - report." Reuters, 5 Desember 2007.
- ↑ "France, Greece arms sale talks go well-French." Reuters, 7 Juni 2008.
- ↑ McGhie, Tom, dan Jack Gee. "Anglo-US defence deals in jeopardy." thisimoney.co.uk, 26 Februari 2006. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ McGhie, Tom, dan Jack Gee. "French fighters for Royal Navy?" aviamagazine.xs4all.nl.Retrieved: 15 October 2010.
- ↑ "Dassault ready to work with BAE on drones". AFP. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-02-19. Diakses tanggal 18 November 2010.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Le Temps, 13 Februari 2007.
- ↑ Neue Zuercher Zeitung, 9 Oktober 2008.
- ↑ Newby, Andrew. "Dassault Aviation to lose Rafale order in Morocco to Lockheed Martin." Diarsipkan 2008-10-09 di Wayback Machine. Forbes, 21 September 2007. Diakses pada: 21 September 2007.
- ↑ "France to rejig arms sales after Rafale flop." Diarsipkan 2008-12-21 di Wayback Machine. Reuters, 24 Oktober 2007. Diakses pada: 24 Oktober 2007.
- ↑ "Jobim discute sistemas militares na França e Rússia." (berbahasa Spanyol) Diarsipkan 2008-03-25 di Wayback Machine. estadao.com.br, 25 Januari 2008. Diakses pada: 25 Januari 2008.
- ↑ Trimble, Stephen. "Brazil names three finalists for F-X2 contract, rejects three others." Flight International, 6 Oktober 2008.
- ↑ "Brazil says negotiating for French fighter jets."[pranala nonaktif permanen] Forbes, 7 September 2009.
- 1 2 "Deux Rafale se sont abîmés en Méditerranée." (berbahasa Prancis) lemonde.fr. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "FAB prefere caça sueco a francês." folha.uol.com.br. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Gripen favorit i Brasilien." (berbahasa Spanyol) Diarsipkan 2010-01-07 di Wayback Machine. dn.se. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Após redução de preço, Lula e Jobim teriam escolhido Rafale". noticias.terra.com.br, 4 Februari 2010.
- ↑ "France offers Rafale fighter to Oman - sources." Reuters. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Oman edges closer to Typhoon deal says UK." flightglobal.com. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "UAE wants its fighters its own way." thenational.ae. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "UAE May Ditch Rafale." Diarsipkan 2012-07-23 di Archive.is defensenews.com. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "UAE may ditch France to award $10bn jet deal to US." emirates247.com. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ Blumenthal, Les. "WikiLeaks: U.S. officials pushed Brazil to buy Boeing fighters."[pranala nonaktif permanen] McClatchy Newspapers, 16 Desember 2010.
- ↑ "Vučić: There are no fears for Serbia; "Everyone lashes out on the small and the weak" – PoliticsEnglish – on". B92.net. 24 Desember 2021. Diakses tanggal 2022-02-21.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Vučić: Srbija platila ruske rakete 'kornet' unapred i po pristojnoj ceni". Radio Slobodna Evropa. 24 Desember 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Newdick, Thomas (9 April 2024). "France's Rafale Is Set To Be Serbia's Next Fighter". The War Zone. Diakses tanggal 10 April 2024.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Ruitenberg, Rudy (30 Agustus 2024). "Serbia to buy 12 Rafale fighter jets in nod to European industry". Defense News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 September 2024.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Gaines 1989, p. 80.
- 1 2 3 Eden et al. 2004, p. 169.
- ↑ Williams 2002, pp. 94–95.
- ↑ "French Rafale lands on US aircraft carrier, Theodore Roosevelt". SAFRAN. 2 September 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 29 November 2014. Diakses tanggal 20 November 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ MacKenzie 2002, p. 36.
- ↑ Tran, Pierre (27 September 2004). "France Cuts Two-Seat Rafale Purchase". Defense News.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The first Egyptian Rafale should be delivered within ten days". Defens-aero.com (dalam bahasa Prancis). 15 Juli 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Juli 2015. Diakses tanggal 16 Juli 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Francia entregará la fragata FREMM a Egipto el próximo día 23". defensa.com (dalam bahasa Spanyol). 18 Juni 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Juni 2015. Diakses tanggal 18 Juni 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Les Rafale indiens porteront la dénomination Rafale EH et Rafale DH". defens-aero.com (dalam bahasa Prancis). 11 Januari 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2017. Diakses tanggal 11 Januari 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Press Conference – Activities & Programs 1st half 2017" (PDF). Dassault Aviation. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 8 Agustus 2017. Diakses tanggal 8 Agustus 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Rafale-Marine: Enhancing India's Naval Strength". Press Information Bureau. 29 April 2025. Diakses tanggal 26 Agustus 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "Four more Rafales join Qatar Emiri Air Force". Shephard Media. 2021-07-28. Diakses tanggal 11 Januari 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "332 All Weather Squadron". haf.gr.
- ↑ "Προσγειώθηκε στην Τανάγρα και το 15ο Rafale EG "416" στην Τανάγρα" [The 15th Rafale "416" landed in Tanagra]. 2 Juni 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "Indonesian Air Force Rafale". omnirole-rafale.com (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 11 Agustus 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Second batch of Rafale aircraft reaches India, says IAF". The Times of India (dalam bahasa Inggris). 4 November 2020. Diakses tanggal 2020-11-04.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Five Rafale jets leave for India: What happens next". The Indian Express (dalam bahasa Inggris). 2020-07-27.
- ↑ Siddiqui, Huma (16 Juli 2022). "Indian Air Force gets 36 Rafale fighter jets! France completes delivery of lethal combat aircraft". Financial Express. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "Ambala, Hasimara IAF bases being readied for Rafale jets". The Economic Times. 1 Oktober 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Desember 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "IAF resurrects vintage 'Golden Arrows' squadron to fly first batch of Rafale jets". India Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-13.
- ↑ "IAF formally inducts Rafale jets into 101 squadron of Eastern Air Command". Hindustan Times. 29 Juli 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "India kicks off formal procurement process for 26 naval French Rafale fighters".
- ↑ "Croatia and France finalize Rafale acquisition". dassault-aviation.com. Diakses tanggal 25 November 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Croatia signs for used Rafales from France". flightglobal.com. 25 November 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ McNeil, Harry (3 Oktober 2023). "Historic moment as Croatia receives its first Rafale fighter aircraft". Airforce Technology. Diakses tanggal 6 Oktober 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Croatia receives first Rafale fighter from France". Janes. 2 Oktober 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Hrvatska preuzela i peti Rafale: 'Imat ćemo najmoćnije zrakoplovstvo na prostoru između Njemačke i Grčke'". www.vecernji.hr (dalam bahasa Kroasia). Diakses tanggal 2024-01-20.
- ↑ "Egypt takes delivery of additional Rafales; looks to acquire more". 1 Desember 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Desember 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hoyle, Craig (4 Desember 2018). "ANALYSIS: 2019 World Air Forces Directory". Flightglobal.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Januari 2019. Diakses tanggal 2 Februari 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "France to sell Egypt 30 fighter jets in $4.5 bln deal -Egyptian defense ministry, report". Reuters. 3 Mei 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "France's Rafale Fighters: Au Courant in Time?". Defense Industry Daily. 12 Januari 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Januari 2014. Diakses tanggal 19 Januari 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Rahir, Patrick (2 Agustus 2013). "France To Cut Rafale Order; Betting on Exports". Defense News. Diakses tanggal 19 Januari 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link) - ↑ "France To Make Military Personnel Cuts". Aviation Week. 2 Agustus 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Oktober 2013. Diakses tanggal 19 Oktober 2013.
- ↑ "Les Rafale indiens porteront la dénomination Rafale EH et Rafale DH". defens-aero.com (dalam bahasa Prancis). 11 Januari 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2017. Diakses tanggal 11 Januari 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "44 Rafale Marine auront été livrés fin 2015". Mer et Marine (dalam bahasa Prancis). 16 Oktober 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Desember 2015. Diakses tanggal 28 Desember 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 20 Juli 2018. Diakses tanggal 20 Juli 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "2014 first half-year results" (PDF) (Rilis pers). Dassault Aviation. 25 Juli 2014. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 5 September 2014. Diakses tanggal 4 Oktober 2014.
{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Les adieux du Mirage 2000N". defense.gouv.fr. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2018. Diakses tanggal 2018-11-25.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 "Rafale deployment history". Dassault Aviation. Diarsipkan dari asli tanggal 29 September 2013. Diakses tanggal 18 Januari 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ GroizeIeau, Vincent (2021-11-19). "Rafale Marine : le M47 passe à la trappe". Mer et Marine.
- ↑ "The first Rafales join the French Navy". Interavia Business & Technology. Aerospace Media Publishing: 20–21. 1 Juli 2001.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Lert, Frédéric (18 Juli 2016). "French Navy retires Super Etendard". IHS Jane's Defence Weekly. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Under embargo Qatar takes delivery of first Rafale jets". France 24. 5 Juni 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Voort, Michel van der (27 Juli 2021). "Sixth batch of QEAF Rafales delivered". www.scramble.nl (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2022-08-29.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Qatar Takes Delivery of Fifth Batch of Rafale Fighter Jets". DefPost. 2020-03-02. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Juli 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ The Military Balance 2023, p. 350.
- ↑ "Greece to boost arms with 18 new French Rafale jets, frigates amid growing Turkey tensions". France 24. 13 September 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "France confirms deal with Greece for six more Rafale fighter jets". France 24 (dalam bahasa Inggris). 2021-09-12.
- ↑ "Dassault Aviation livre le premier chasseur omnirôle Rafale à la Grèce". 21 Juli 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Προσγειώθηκε στην Τανάγρα και το 15ο Rafale EG "416" στην Τανάγρα" [The 15th Rafale "416" landed in Tanagra]. 2 Juni 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "332 All Weather Squadron". www.haf.gr (dalam bahasa English).
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ "Press kits – Dassault Aviation". 19 Mei 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Indonesia purchases the Rafale". Dassault Aviation, a major player to aeronautics (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-02-10.
- ↑ "Avions de combat Rafale en Serbie: les détails d'un contrat géostratégique" [Rafale fighter jets in Serbia: details of a geostrategic contract]. Air et Cosmos (dalam bahasa Prancis). 2024-08-30. Diakses tanggal 2024-12-16.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link) - ↑ "France, Serbia sign Rafale fighter jet deal during Macron visit". Le Monde (dalam bahasa Inggris). 29 Agustus 2024. Diakses tanggal 11 September 2024.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "L'accident du Rafale dû à une "désorientation spatiale" du pilote." (berbahasa Prancis) Diarsipkan 2009-09-10 di Wayback Machine. rtl.fr. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ lemonde.fr. Diakses pada: 15 Oktober 2010.
- ↑ "Accident de Rafale au large du Pakistan" (Prancis). la Tribune via latribune.fr, 28 November 2010.
- ↑ Quisnel, Jean (2 Juli 2012). "Crash d'un Rafale en Méditerranée" [A Rafale's crash in the Mediterranean]. Le Point (dalam bahasa French). Diarsipkan dari asli tanggal 23 Oktober 2013. Diakses tanggal 1 Juni 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "2 French Rafale Jets Collide Mid-Air, Instructor, Pilot Missing". NDTV.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-08-14.
- ↑ "Two fighter jet pilots die in France after mid-air crash". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). Agence France-Presse. 2024-08-14. ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2024-08-15.
- ↑ Rafale Aircraft Characteristics Diarsipkan 2011-04-08 di Wayback Machine., Dassault Aviation
- ↑ Williams 2002, p. 112.
- 1 2 3 Rafale M. French navy.
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-11-21. Diakses tanggal 2009-12-12.
- ↑ "Payload Flexibility". Flight Global. Diakses tanggal 18 November 2010.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- Kepustakaan
- Fighter+improvements+follow+Singapore+defeat.html "Flight Daily News: Fighter improvements follow Singapore defeat." flightglobal.com, 23 February 2003. Retrieved: 15 October 2010.
- "Flight Daily News: French Fusion." flightglobal.com, 14 June 2006. Retrieved: 15 October 2010.
- "Flight Daily News: Typhoon hit by Singapore."[pranala nonaktif permanen] flightglobal.com, 10 September 2006. Retrieved: 15 October 2010.
- "Mirage 2000s Withdrawn As India's MRCA Fighter Competition Changes." Diarsipkan 2006-03-11 di Wayback Machine. Defense Industry Daily, 8 March 2006. Retrieved: 15 October 2010.
- Spick, Mike. The Great Book of Modern Warplanes. St. Paul, Minnesota: MBI Publishing Company, 2000. ISBN 0-7603-0893-4 .
- Williams, Mel, ed. "Dassault Rafale". Superfighters, The Next Generation of Combat Aircraft. London: AIRtime, 2002. ISBN 1-880588-53-6.
Pranala luar
- Dassault Rafale official web page
- Dassault Rafale on the USS Enterprise
- Dassault Rafale article on Air Combat Information Group site
- Dassault Rafale page on avions-militaires.net[pranala nonaktif permanen]
- DASSAULT RAFALE on Greg Goebel's Vectorsite.net
- Dassault Rafale page on fighter-planes.com Diarsipkan 2012-05-14 di Wayback Machine.
- SPECTRA SYSTEM, Dassault Rafale on topfighters.com
- Dassault Rafale on Air Force Technology
Pesawat Dassault Aviation | ||
|---|---|---|
Daftar Pesawat Dassault Aviation | ||
| Nomor | ||
| Militer | Alpha Jet · Étendard II · Étendard IV · Flamant · Mirage · Mirage III · Mirage IIIV · Mirage IV · Mirage 5 · Mirage 50 · Mirage F1 · Mirage G · Mirage 2000 · Mirage 4000 · Mystère I · Mystère II · Mystère III · Mystère IV · nEUROn · Ouragan · Rafale · Spirale · Super Étendard · Super Mystère | |
| Sipil | Communauté · Falcon 7X · Falcon 10 · Falcon 20 · Falcon 30 · Falcon 50 · Falcon 100 · Falcon 200 · Falcon 900 · Falcon 2000 · Hirondelle · Mercure · Mystere 10 · Mystere 20 | |
Situs web: www.dassault-aviation.com Situs web resmi | ||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |