Sabtu, 17 Oktober 2026
17:03 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Samin Surosentiko

pelopor ajaran Samin (Saminisme)

Bagikan:
Infobox orangSamin Surosentiko
Biografi
Kelahiran1859 Suntingan nilai di Wikidata
Blora Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1914 Suntingan nilai di Wikidata (54/55 tahun)
Padang Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanaktivis Suntingan nilai di Wikidata

Samin Surosentiko (Lahir di Blora tahun 1859, meninggal di Padang tahun 1914) atau Samin atau Mbah Suro, bernama asli Raden Kohar, adalah pelopor ajaran Samin (Saminisme).[1][2] Selama masa pembuangannya di Sawahlunto, ia pernah menjadi kepala tambang di salah satu lubang tambang batu bara.[2]

Kehidupan

Ayahnya bernama Raden Surowijaya atau Samin Sepuh, Bangsawan Ponorogo anak dari Raden Mas Adipati Brotodiningrat, Bupati Sumoroto (Sekarang menjadi wilayah Ponorogo) dengan gelar pangeran Kusumaniayu pada 1802-1826.

Ia mengubah namanya dari Raden Kohar menjadi Samin Suro Sentiko sebab Samin adalah sebuah nama yang bernafaskan wong cilik dan Suro Sentiko merupakan gelar Warok setelah tinggal di Ponorogo. selain itu Samin Surosentiko masih mempunyai pertalian darah dengan Kyai Keti di Rajegwesi, Bojonegoro.

Samin adalah pendiri dan pelopor Ajaran Samin yang disebut juga Saminisme. Ajaran saminisme ini mula-mula tidak dilarang oleh Pemerintah kolonial Belanda. Namun ketika pengikutnya bertambah banyak dan Samin diangkat oleh pengikutnya sebagai Ratu Adil dengan gelar Prabu Panembahan Suryangalam pada tanggal 8 November 1907, maka pemerintah kolonial Belanda menjadi was-was sehingga Samin Surosentiko akhirnya ditangkap dan dipenjara di Nusakambangan sebelum akhirnya dibuang ke Sawahlunto bersama tujuh orang pengikutnya untuk menjadi pekerja paksa di tambang batu bara.[2]

Samin Surosentiko mengubah cara pemberontakan model ayahnya yang sulit dilakukan pengikutnya, maka dari itu Samin Surosentiko mengajak pengikutnya mengasingkan diri ke dalam hutan dengan cara memperoleh masa menampilkan kesenian Reog Ponorogo yang saat ini dikenal dengan Barongan Blora. Namun kemudian Suro Sentiko dan pengikutnya ditangkap kolonial Belanda bahkan merampas Barongan yang digunakan pengumpulan masa dan dilarangnya pementasan barongan di kalangan pengikut samin.

Catatan kaki

  1. ↑ Ige, Edhie Prayitno (2016-04-14). Mahbub, Harun; Nurdiarsih, Fadjriah; Mutiah, Dinny (ed.). "Mitos Samin Surosentiko Tak Bisa Mati". Liputan6.com. Diakses tanggal 2019-08-03.
  2. 1 2 3 Sumbar, Antara; Polhukam; Olahraga; Bisnis, Ekonomi; Otomotif; Ragam; Pendidikan; Sosial; Pariwisata. "Samin Surosentiko, Simbol Perlawanan Buruh Paksa dari Sawahlunto". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-08-03.{{cite news}}: |last4= memiliki nama generik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan