Rabu, 23 September 2026
23:06 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kuoka

Kuoka

Kuoka
250px-Rottnest_Quokka_2004_SeanMcClean.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Infrakelas:
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Setonix

Lesson, 1842
Spesies:
S. brachyurus
Nama binomial
Setonix brachyurus
(Quoy & Gaimard, 1830)
250px-Setonix_brachyurus_distribution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Area persebaran
Artikel takson sembarang

Kuoka (Setonix brachyurus),[1] satu-satunya anggota genus Setonix, adalah seekor makropoda kecil yang berukuran sama seperti seekor kucing peliharaan.[2] Sama seperti hewan-hewan makropoda yang lain, seperti kanguru dan walabi, kuoka juga pemakan tumbuhan dan umumnya merupakan hewan nokturnal.

Kuoka dapat ditemukan di beberapa pulau kecil di lepas pantai Australia Barat, tepatnya di Pulau Rottnest lepas pantai Perth serta Pulau Bald dekat Albany. Sebuah koloni kecil juga terdapat di daratan Australia, tepatnya di kawasan Suaka Alam Two Peoples Bay, bersama-sama dengan Potooro Gilbert yang terancam punah.

Ciri

Berat kuoka 2,5 hingga 5 kilogram dan panjangnya 40 sampai 54 sentimeter, yang lumayan pendek untuk jenis makropoda. Kuoka memiliki tubuh yang padat, telinga bulat, dan kepala kecil yang lebar. Meskipun terlihat seperti kangguru kecil, kuoka mampu memanjat pohon kecil dan perdu.

Setelah sebulan masa kandungan, kuoka betina melahirkan bayi yang disebut "joey". Kuoka betina dapat melahirkan dua kali setahun. Anak kuoka atau joey tinggal di kantung induknya selama 6 bulan. Ketika ia meninggalkan kantung, anak kuoka bergantung pada ibunya untuk menyusui selama 2 bulan. Ketika sudah berumur 1,5 tahun, kuoka sudah cukup dewasa untuk memiliki anak sendiri.[3]

Penemuan

250px-Quokka_family.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah keluarga kuoka

Kuoka adalah salah satu mamalia Australia pertama yang ditemukan oleh bangsa Eropa. Samuel Volckertzoon, pelaut Belanda, menulis bahwa ia melihat "seekor kucing hutan" di Pulau Rottnest pada tahun 1658. Pada tahun 1696, Willem de Vlamingh mengira kuoka adalah tikus raksasa dan menamakan pulau tersebut sebagai rattennest, bahasa Belanda untuk "sarang tikus" yang kemudian menjadi "rottenest".[4]

Nama kuoka diambil dari sebuah kata dalam bahasa Nyungar, yang kemungkinan adalah gwaga.[5]

Referensi

  1. "Kuoka". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 69. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  3. "Quokka Facts | Quokkas | Australian Marsupials". Animalfactguide.com. Diakses tanggal 2016-08-25.
  4. "Quokka". Australian Museum. Diakses tanggal 2016-08-25.
  5. Dixon, R. M. W.; Moore, Bruce; Ramson, W. S.; Thomas, Mandy (2006). Australian Aboriginal Words in English: Their Origin and Meaning (Edisi 2nd). Oxford: Oxford University Press. ISBN 0-19-554073-5.

Bacaan lanjutan

  • Ronald M. Nowak (1999), Walker's Mammals of the World (dalam bahasa Inggris) (Edisi 6), Baltimore: Johns Hopkins University Press, ISBN 0-8018-5789-9, LCCN 98023686

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan