Visualisasi Algoritme Quicksort. Garis horisontal merupakan nilai sumbu. | |
| Quicksort | |
|---|---|
| Kelas | Algoritme Sorting |
| Waktu | O(n2) |
| Kasus rata-rata | O(n log n) |
| Kasus terburuk | O(n log n) |
Quicksort merupakan Algoritme pengurutan yang dikembangkan oleh Tony Hoare. performa rata-rata pengurutan O(n log n) untuk mengurutkan n item. Algoritma ini juga dikenal sebagai Partition-Exchange Sort atau disebut sebagai Sorting Pergantian Pembagi. Pada kasus terburuknya, algoritma ini membuat perbandingan O(n2), walaupun kejadian seperti ini sangat langka. Quicksort sering lebih cepat dalam praktiknya daripada algoritma urut gabung dan heapshort.[1] Dan juga, urutan dan referensi lokalisasi memori quicksort bekerja lebih baik dengan menggunakan cache CPU, jadi keseluruhan sorting dapat dilakukan hanya dengan ruang tambahan O(log n).[2]
Quicksort merupakan sorting pembanding dan pada implementasi efisien tidak merupakan algoritma sorting yang stabil.
Algoritma
Quicksort merupakan Algoritma Pembagi. Pertama quicksort membagi list yang besar menjadi dua buah sub list yang lebih kecil: element kecil dan element besar. Quicksort kemudian dapat menyortir sub list itu secara rekursif.
Langkah-Langkah pengerjaannya ialah:
- Ambil sebuah elemen, yang disebut dengan pivot, pada sebuah daftar.
- Urutkan kembali sebuah list sehingga elemen dengan nilai yang kecil dari pivot berada sebelum pivot, sedangkan seluruh element yang memiliki nilai yang lebih besar dari pivot berada setelahnya (nilai yang sama dapat berada pada pivot setelahnya). Setelah pemisahan, pivot berada pada posisi akhirnya. Operasi ini disebut Partition.
- Sub list kemudian disortir secara recursif dari elemen yang lebih kecil dan sub list dari elemen yang lebih besar.
Kasus dasar dari rekusrif ialah list dari besaran nol atau satu, yang tidak perlu untuk di sorting.
Versi Sederhana
Dalam Pseudocode sederhana, Algoritmanya dapat dinyatakan sebagai berikut:
functionquicksort('array') iflength('array')≤1 return'array'// an array of zero or one elements is already sorted selectandremoveapivotvalue'pivot'from'array' createemptylists'less'and'greater' foreach'x'in'array' if'x'≤'pivot'thenappend'x'to'less' elseappend'x'to'greater' returnconcatenate(quicksort('less'),'pivot',quicksort('greater'))// two recursive calls

Perlu diperhatikan bahwa kita hanya memeriksa elemen dengan membandingkan mereka pada elemen yang lain. Prosedur ini disebuk Sorting Pembandingan. Jenis ini juga merupakan jenis sorting yang stabil (asumsikan bahwa untuk setiap method menerima elemen pada urutan aslinya dan pivot yang dipilih merupakan elemen terakhir dari nilai yang sama).
Kebenaran dari algoritma partisi didasari pada dua argumen berikut:
- Pada setiap iterasi, seluruh elemen diproses selama ini berada pada posisi yang diinginkan: sebelum pivot lebih kurang dari nilai pivot, setelah pivot lebih besar dari nilai pivot (Invarian Loop).
Kebenaran dari keseluruhan algortima dapat dibuktikan dengan penyederhanaan fakta: untuk elemen nol atau satu, algoritma tidak akan mengubah data; untuk jumlah data yang lebih besar, algoritma akan menghasilkan dua bagian, elemen yang kurang dari pivot dan elemen yang lebih besar dari nya, data ini sendiri akan diurutkan secara hipotesis rekursif.


Versi In-place
Kerugian dari versi sederhana diatas membutuhkan ruang simpan O(n) yang lebih besar, yang sama buruknya seperti merge sort. Memory tambahan yang dibutuhkan dapat juga secara radikal berpengaruh pada kecepatan dan performa cache pada implementasi praktiknya. Terdapat juga versi yang lebih rumit yang menggunakan algoritma partisi in-place dan dapat mencapai urutan lengkap menggunakan ruang O(logn) (tidak dihitung input) pada rata-rata (untuk sekali pemanggilan tumpukan). Kita mulai dengan fungsi partisi:
// left is the index of the leftmost element of the array // right is the index of the rightmost element of the array (inclusive) // number of elements in subarray = right-left+1 functionpartition(array,'left','right','pivotIndex') 'pivotValue':=array['pivotIndex'] swaparray['pivotIndex']andarray['right']// Move pivot to end 'storeIndex':='left' for'i'from'left'to'right'-1// left ≤ i < right ifarray['i']<'pivotValue' swaparray['i']andarray['storeIndex'] 'storeIndex':='storeIndex'+1 swaparray['storeIndex']andarray['right']// Move pivot to its final place return'storeIndex' Ini merupakan Algoritma Partisi In-Place. algortima ini memisahkan bagian dari array antara index kiri dan kanan secara inklusif, dengan memindahkan seluruh elemen kurang dari Setelah kita memiliki ini, menulis quicksort sendiri ialah mudah:
Setiap pemanggilan rekursif pada fungsi quicksort ini mengurangi besar dari array yang akan diurutkan paling tidak satu elemen, semenjak setiap elemen pada pivotNewIndex diletakkan pada posisi akhirnya. Oleh karena itu, algoritma ini menjamin mengakhiri pemanggilan rekursif pada paling banyak n pemanggilan. Bagaimanapun, versi dari quicksort ini tidak stabil semenjak pengurutan elemen partisi hanya dilakukan pada satu partisi. Pemilihan PivotPada setiap versi awal quicksort, elemen yang paling kiri dari partisi akan sering menjadi pilihan sebagai elemen pivot. Sayangnya, ini menyebabkan perilaku worst-case pada array yang telah diurut, yang merupakan penggunaan kasus yang sering dipakai. Masalah ini dengan mudah diselesaikan dengan memilih salah satu dari index acak untuk pivot, memilih indek tengah dari partisi atau (secara khusus untuk partisi panjang) memilih median dari elemen awal, tengah, dan akhir dari partisi untuk pivot (sebagaimana direkomendari oleh Robert Sedgewick.[3][4] Memilih elemen pivot juga rumit dengan dengan kehadiran dari Integer Overflow. Jika indeks batas dari subarray yang diurutkan cukup besar, ungkapan naif untuk indeks tengah, (kiri + kanan)/2, akan menyebabkan luapan dan memberikan indeks pivot yang salah. Masalah ini dapat terselesaikan dengan menggunakan, sebagai contoh, kiri + (kanan-kiri)/2 pada indeks elemen tengah, pada masalah dari aritmetika kompleks. Masalah yang sama muncul pada beberapa metode yang lain dari pemilihan elemen pivot. OptimisasiDua optimisasi penting lainnya, juga disarankan oleh Robert Sedgewick, sebagai pernyataan yang secara umum diakui, dan digunakan secara luas ialah:[5][6][7]
ParalelisasiSeperti Merge Sort, Quicksort juga dapat diparalelisasikan dikarenakan sifat pembagi-dan-penakluk alaminya. Operasi Partisi In-Place sulit untuk diparalelisasikan, tetapi setelah dibagi, bagian list yang berbeda dapat diurutkan secara paralel. Berikut ini merupakan pendekatan langsung: Jika kita memiliki prosesor
p
{\displaystyle p}
Salah satu keuntungan dari quicksort paralel sederhana daripada algortima sorting paralel yang lain ialah tidak dibutuhkannya sinkronisasi, tetapi kerugiannya ialah tipe sorting ini masih membutuhkan O(n) dan hanya sublinear speedup dari O(log n) yang dapat dicapai. Rangkaian baru dimulai segera setelah sublist tersedia untuk bekerja dan tidak berkomunikasi dengan rangkaian yang lain. Ketika setelah semua rangkaian selesai, Proses sorting juga akan selesai. Satu lagi algortima sorting paralel yang mutakhir dapat mencapai ikatan waktu yang bahkan lebih baik.[8] Sebagai contoh pada tahun 1991 David Powers menjelaskan quicksort paralelisasi (dan radix sort yang dapat berjalan di waktu O(log n) pada CRWC prosesor n dengan menjalankan pemisahan secara tak langsung.[9] Analisis Average-case menggunakan kemungkinan berlainanQuicksort menggunakan waktu rata-rata O(n log n), ketika inputan merupakan permutasi acak. Mengapa? Sebagai pemulaian, tidak sulit untuk mengetahui bahwa opearasi pemisahan menggunakan O(n) waktu. Pada kasus unbalance sering muncul, setiap kita melakukan partisi kita membagi list menjadi dua buah sublist dari besar 0 dan
n
−
1
{\displaystyle n-1}
Pada kasus balance, setiap kali kita melakukan partisi, kita membagi list menjadi dua buah sublist yang bernilai hampir sama. Ini berarti setiap proses pemanggilan rekursif memanggil setengah dari besar list. Konsekuensinya, kita dapat hanya memakai pemanggilan bersarang
log
n
/
log
2
{\displaystyle \log n/\log 2}
Sebenarnya, seimbang secara sempurna tidak dibutuhkan; bahkan jika setiap pivot membagi elemen dengan 75% pada satu sisi dan 25% pada sisi yang lainnya (atau pada pecahan tetap), pemanggilan dalam masih dibutuhkan untuk
log
n
/
log
(
4
/
3
)
{\displaystyle \log n/\log(4/3)}
Jadi apa yang terjadi pada average case? Jika pivot memiliki peringkat acak di tengah 50 persen, yang di antara persentil ke-25 dan persentil ke-75, kemudian memisahkan elemen dengan paling kurang 25% dan paling banyak 75% dari setiap sisi. Jika kita dapat secara konsisten memilih pivot dari pertengahan 50 persen, kita hanya harus memisahkan list paling banyak
log
n
/
log
(
4
/
3
)
{\displaystyle \log n/\log(4/3)}
Ketika inputan merupakan permutasi acak, pivot akan memiliki peringkat acak, dan tidak menjamin berada pada pertengahan 50 persen. Bagaimanapun, ketika kita memulai dari permutasi acak, setiap pemanggilan pivot secara rekursif memiliki peringkat acak dari listnya, dan jika terdapat pada pertengahan list, maka akan menghabiskan waktu setengah. Itu cukup bagus, anggap bahwa kamu membalikkan koin: kepala berarti bahwa peringkat pivot berada pada 50 persen, sedang ekor tidak. Anggap bahwa kamu membalikkan coin berkali-kali sehingga mendapatkan kepala sejumlah k, walaupun akan menghabiskan banyak waktu, secara rata-rata hanya membutuhkan pembalikan 2k, kesempatan yang kamu tidak akan dapatkan sebesar
k
{\displaystyle k}
Analisis Average-case menggunakan rekursifPendekatan alternatif digunakan untuk mengatur hubungan rekursif untuk faktor T(n), waktu yang dibutuhkan untuk mengurutkan list dari besar
n
{\displaystyle n}
Hubungan ini sama dengan Insertion Sort dan Selection Sort, dan dapat menyelesaikan hingga kasus terburuk
T
(
n
)
=
O
(
n
2
)
{\displaystyle T(n)=O(n^{2})}
Teorima dasar menjelaskan kepada kita bahwa T(n) = O(n log n). Garis besar dari pembuktian formal dari O(n log n) dapat dijelaskan sebagai berikut. Asumsikan bahwa tidak ada duplikasi dimana duplikasi itu dapat ditangani dengan pre dan post prosesing linear, atau anggap bahwa kasus lebih mudah dari yang dianalisiskan. Ketika input merupakan permutasi acak, peringkat dari pivot diseragamkan secara acak dari 0 hingga n=1. Kemudian bagian hasil dari partisi memiliki besaran i dan n-i-1, dan i merupakan seragam acak dari 0 hingga n-1. Jadi, jika dirata-ratakan dari semua pemisahan yang mungkin dan melihat bahwa seluruh perbandingan angka untuk pemisahan ialah
n
−
1
{\displaystyle n-1}
Dimana rekursifnya
C
(
n
)
=
2
n
ln
n
=
1.39
n
log
2
n
.
{\displaystyle C(n)=2n\ln n=1.39n\log _{2}n.}
Ini berarti bahwa, secara rata-rata, Quicksort melakukan hanya sekitar 39% lebih buruk dari best casenya. Hal ini menjelaskan bahwa average case lebih dekat pada best case daripada worst case. Juga perlu dicatat bahwa Comparison Sort tidak dapat menggunakan kurang dari perbandingan
log
2
(
n
!
)
{\displaystyle \log _{2}(n!)}
Analisis Quicksort acakMenggunakan analisis yang sama, seseorang dapat menunjukkan bahwa quicksort yang teracak memiliki sifat yang diinginkan, untuk inputan apapun, membutuhkan O(n log n) kali. Bagaimanapun, terdapat bukti yang kombinatorial, yang lebih elegan dari kedua analisis menggunakan kemungkinan yang berlainan dan analisis menggunakan rekursif. Untuk setiap eksekusi quicksort harus bersesuaian dengan binary search tree (BST): pivot awal berada pada node rootl pivot dari tengah kiri merupakan subtree kiri root, pivot dari tengah kanan merupakan subtree kanan root, dan seterusnya. Jumlah perbandingan dari eksekusi Quicksort sama dengan perbandingan selama konstruksi BST dengan urutan masukan. Jadi, jumlah perbandingan rata-rata untuk Quicksort acak sama dengan average case dari menghasilkan BST ketika nilai yang dimasukkan
(
x
1
,
x
2
,
.
.
.
,
x
n
)
{\displaystyle (x_{1},x_{2},...,x_{n})}
Ditinjau dari pembuatan BST dengan memasukan urutan
(
x
1
,
x
2
,
.
.
.
,
x
n
)
{\displaystyle (x_{1},x_{2},...,x_{n})}
dengan melinearisasikan ekspektasi, nilai E(C) dari C adalah
E
(
C
)
=
∑
i
∑
j
<
i
{\displaystyle E(C)=\sum _{i}\sum _{j<i}}
Tetapkan i dan j<i. Nilai
x
1
,
x
2
,
.
.
.
,
x
j
{\displaystyle {x_{1},x_{2},...,x_{j}}}
Amati bahwa sejak
(
x
1
,
x
2
,
.
.
.
,
x
n
)
{\displaystyle (x_{1},x_{2},...,x_{n})}
Dan menjadi Perhitungan akhir dengan:
E
(
C
)
=
∑
i
∑
j
<
i
2
/
(
j
+
1
)
=
O
(
∑
i
log
i
)
=
O
(
n
log
n
)
.
{\displaystyle E(C)=\sum _{i}\sum _{j<i}2/(j+1)=O(\sum _{i}\log i)=O(n\log n).}
Kompleksitas RuangRuang yang digunakan oleh quicksort tergantung dari versi yang digunakan. Versi In-Place dari Quicksort menggunakan kerumitan ruang dari O(long n), bahkan pada worst case, ketika diimplementasikan menggunakan beberapa strategi berikut:
Quicksort dengan Sistem Partisi In-Place dan unstable menggunakan ruang tambahan konstan sebelum membuat panggilan rekursif manapun. Quicksort haru menyimpan jumlah informasi tetap untuk setiap pemanggilan rekursif bersarang. Sejak best case dapat membuat paling banyak O(long n) pemanggilan rekursif bersarang, yang menggunakan ruang O(log n). Bagaimanapun cara Sedgewick untuk membatasi pemanggilan rekursif, pada worst case quicksort dapat membuat pemanggilan bersarang O(n) dan membutuhkan ruang tambahan O(n). Dari sudut pandang yang lumayan rumit, variabel seperti kiri dan kanan tidak menggunakan ruang konstan; tetapi menggunakan O(log n) bit pada indeks list dari n kali. Karena terdapat variabel pada setiap tumpukan frame, quicksort menggunakan cara Sedgewick yang membutuhkan
O
(
(
log
n
)
2
)
{\displaystyle O((\log n)^{2})}
Lainnya, kurang lebih, yang bukan algoritma In-Place, versi Quicksort yang menggunakan ruang O(n) untuk menyimpan dan dapat mengimplementasikan urutan yang stabil. Tempat penyimpanan menyediakan inputan array dengan mudah dipartisi pada cara yang stabil dan kemudian menyalinnya kembali pada inputan array untuk pemanggilan rekursif yang berurutan. Optimisasi Sedgewick masih sangat sesuai. Pivot yang Berbasis PemilihanAlgoritma seleksi memilih jumlah list k yang terkecil; masalah ini merupakan yang paling mudah secara umumnya daripada sorting. Algoritma seleksi yang sederhana teatpi efektif bekerja hampir sama seperti quicksort, kecuali yang daripada memanggil rekursif pada kedua sublist, algoritma ini hanya membuat satu pemanggilan rekursif ekor pada sublist yang mengandung elemen yang diinginkan. Perubahan kecil ini menurunkan kerumitan rata-rata pada linear atau O(n) kali, dan membuatnya menjadi Algoritma In-Place. Ragam algoritma ini membawa worst case turun menjadi O(n). Sebaliknya setelah kita mengetahui worst case O(n) algoritma seleksi tersedia, kita dapat menggunakannya untuk mencari pivot ideal (median) pada setiap langkah quicksort, yang menghasilkan ragam kalkulasi waktu worst case O(n log n). Pada implementasi praktiknya, bagaimanapun, varian ini dianggap lebih lambat dari rata-rata. Ragam-ragamTerdapat empat ragam quicksort yang paling terkenal:
Membandingkan dengan Algoritma sorting yang lainnyaQuicksort ialah versi optimisasi memori dari Binary Tree Sort. Alih-alih memasukkan item secara berurutan pada tree yang jelas, quicksort mengatur mereka secara bersamaan pada tree yang tersirat dengan pemanggilan rekursif. Algoritma membuat perbandingan yang persis sama, tetapi pada urutan yang berbeda. Sifat yang paling diinginkan dari Algoritma Sorting ialah kestabilannya - yang urutan elemennya pada nilai yang sama tidak berubah, memberikan urutan kontrol dari tabel multikey (contoh direktori atau listing folder) pada umumnya. Sifat ini sangat sulit untuk diatur pada quicksort (atau in-place) (yang hanya menggunakan memori tambahan tetap untuk pointer dan buffer, dan memori tambahan lognN untuk pengaturan untuk rekursif yang tampak maupun tidak. Untuk ragam Quicksort melibatkan memori lebih dikarenakan perwakilannya menggunakan pointer (contoh list atau tree) atau file (list yang sering digunakan), yang menjaga stabilitas dengan mudah. Untuk contoh yang lebih kompleks dan rumit, struktur data cenderung meningkatkan waktu yang dibutuhkan, secara umum meningkatkan memori virtual atau disk. Pesaing quicksort langsung ialah Heapsort. Waktu kalkulasi Worst case Heasort selalu bernilai O(n log n). Namun, average casenya heapsort diasumsikan lebih lambat dari Quicksort in-place standarnya. Masalah ini masih diperdebatkan dan masih diteliti, karena ada beberapa jurnal ilmiah yang mengatakan sebaliknya.[11][12] Introsort merupakan variasi dari quicksort yang menukar heapsort ketika terdapat kasus buruk yang dideteksi untuk menghindari worst case quicksort. Lebih lanjut diketahui heapsort akan sangat dibutuhkan, menggunakan heapsort secara langsung akan lebih cepat daripada harus menunggu introsort untuk menukarnya. Quicksort juga bersaing dengan Mergesort, algoritma sorting rekursif yang lainnya tetapi dengan keuntungan waktu kalkulasi worst casenya O(n log n). Mergesort merupakan sorting stabil, tidak seperti quicksort in-place dan heapsort standar, dan dapat dengan mudah diadaptasikan untuk berjalan pada linked list dan list dengan penyimpanan yang sangat besar pada media dengan akses lambat seperti disk penyimpanan atau penyimpanan pada jaringan. Seperti pula mergesort, quicksort dapat diimplementasikan sebagai sorting stabil in-place,[13] tetapi hal ini jarang digunakan. Walaupun quicksort dikatakan dapat berjalan pada linked list, tapi sering mendapatkan pivot yang buruk tanpa menggunakan akses acak. Kerugian utama dari mergesort ialah, ketika berjalan pada array, implementasi yang efisient membutuhkan ruang tambahan O(n), sedangkan variasi dari quicksort dengan patitisasi in-place dan rekursif ekor hanya menggunakan memori sebesar O(log n). (dengan catatan bahwa ketika menjalankannya pada linked list, mergesort hanya membutuhkan ruang tambahan yang konstan, tetapi kecil). Bucket Sort dengan dua keranjang atau bucket hampir sama dengan quicksort; pivot pada kasus ini secara efektif mengambil nilai tengah dari range nilai, yang dimana berjalan dengan sangat baik pada average case untuk input yang terdistribusi secara umumnya. Lihat jugaCatatan
Referensi
Pranala luar
|