Jumat, 16 Oktober 2026
05:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Putri Wencheng

Putri Wencheng

Bagikan:
250px-SongstenGampoandwives.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Songtsen Gampo (tengah), Putri Wencheng (kanan), dan Bhrikuti dari Nepal (kiri)

Putri Wencheng (Tibet: Mung-chang Kungco; Hanzi:文成公主; Pinyin:Wénchéng Gōngzhǔ; Wade–Giles:Wen-ch'eng Kung-chu; 628–680/2[1]), yang bermarga Li, adalah seorang anggota dari sebuah cabang minor dari klan kerajaan dinasti Tang Tiongkok. Pada 641,[1] ia diserahkan oleh Kaisar Taizong dari Tang kepada Raja Songtsän Gampo dari Tibet untuk dinikahi, sorang aktor yang terlibat dari kebijakan heqin (aliansi pernikahan) yang dibuat oleh kaisar.[2] Ia lebih dikenal di Tibet dengan sebutan Gyasa, atau "Istri Tiongkok".[3]

Kebanyakan kisah hidupnya dimitifikasi dan digunakan untuk keperluan propaganda. Sumber-sumber Tiongkok sejak dinasti Tang menyatakan bahwa ia mengenalkan budaya Tiongkok ke Tibet,[4] sementara sumber-sumber Tibet menyatakan bahwa ia, bersama dengan istri Nepal dari Songtsän Gampo, Bhrikuti, memperkenalkan agama Buddha ke Tibet.[5][6] Sejarah Tibet tradisional menganggap Wencheng dan Bhrikuti sebagai perwujudan fisik dari bodhisatwa Tara,[7] meskipun penulisan sejarah dari Bhrikuti masih diragukan oleh sebagian orang terpelajar.[1][8]

Catatan

  1. 1 2 3 Warner (2011), hlm. 6.
  2. ↑ Slobodník (2006), hlm. 268.
  3. ↑ Dowman (1988), hlm. 41.
  4. ↑ Powers (2004), hlm. 32.
  5. ↑ Laird (2007), hlm. 35.
  6. ↑ Powers (2004), hlm. 35.
  7. ↑ Powers (2004), hlm. 36.
  8. ↑ Powers (2004), hlm. 170.

Referensi dan bacaan tambahan

Pranala luar

Templat:Topik Buddha

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan