Selasa, 20 Oktober 2026
08:48 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Puti Bungsu

Puti Bungsu

Bagikan:
250px-King_Jecminek.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Puti bungsu menurut cerita rakyat Sumatera Barat merupakan salah seorang dari istri raja

Puti Bungsu merupakan nama tokoh yang ditemui dalam cerita rakyat Minang Kabau Sumatera Barat.[1] Puti bungsu menurut cerita rakyat setempat ialah satu dari tujuh putri yang datang dari langit.[1] Puti Bungsu merupakan tokoh wanita yang hidup dalam cerita rakyat.[1] Puti bungsu dalam cerita rakyat Sumatera Barat selain disebut sebagai putri yang turun dari langit juga disebut sebagai salah seorang istri raja Aniayo yaitu raja yang zalim, licik, dan memerintah dengan sesuka hati.[1][2] Salah satu kebiasaan buruk raja Aniayo adalah kebiasaannya yang beristri banyak dan berlaku kejam pada istrinya salah satunya Puti Bungsu.[2] Menurut cerita rakyat Puti Bungsu memiliki enam orang saudara laki-laki.[2] Setelah Puti Bungsu menikah, keenam saudara puti bungsu pergi merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik.[2] Karena kejahatan raja Aniayo membuat suatu hari Puti Bungsu dibuang ke hutan padadal pada saat dibuang ke hutan puti bungsu sedang mengandung anak yang berusia enam bulan sehingga dengan keadaan tersebut membuat putri bungsu harus melahirkan anaknya di tengah hutan.[2] Jika dilihat dari cerita rakyat yang ada di Sumatera Barat terdapat dua presepsi cerita rakyat mengenai putri bungsu yaitu pertama sebagai putri yang turun dari langit dan sebagai seorang istri raja yang zalim.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Wisran Hadi.1978.Puti Bungsu, wanita terakhir: drama tiga babak. PPublisher Budaya Jaya.5
  2. 1 2 3 4 5 6 Ivan Adilla.Cerita Rakyat Dari Solok (Sumatera Barat).Penerbit:Grasindo.54
Ikon rintisan

Artikel bertopik dongeng ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan