Rabu, 30 September 2026
07:58 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Putat gunung

pohon besar di hutan

Bagikan:
Putat gunung
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Ericales
Famili: Lecythidaceae
Genus: Planchonia
Spesies:
P. valida
Nama binomial
Planchonia valida
(Blume) Blume[1]
Sinonim[1]
Daftar
  • Gustavia valida (Blume) DC.
  • Pirigara valida Blume[2] (basionym)
  • Planchonia andamanica King
  • Planchonia alata Blume
  • Planchonia elliptica Miers
  • Planchonia forbesii R.Knuth
  • Planchonia littoralis Blume
  • Planchonia nitida Miers
  • Planchonia sumatrana Blume
  • Planchonia sundaica Miquel
  • Planchonia undulata Teijsm. & Binn.

Putat gunung[2][3] (Planchonia valida (Bl.) Blume), adalah sejenis pohon besar penghasil kayu, anggota suku Lecythidaceae. Pohon raksasa yang menyebar di Indonesia bagian barat ini disebut pula dengan nama-nama lain seperti putat kĕbo, putat maésa, putat pĕnggung, putat rèsèk (Jw.);[3] putat (nama umum: Mly., Sd., Bjr.); butat (Md.); pucat sasa (Bug.).[4] Juga dikenal sebagai dukut dasih, kulit dasih (Batak Karo); kelusi (Lampung); dut (Kutai, Pasir, Benuaq); kandihei (Kapuas); kelempilung (Bulungan, Tidung); pintai (Berau), dingkaeleng (Sangir); meu (Makassar); wewu (Buton, Muna, Kendari).[5]: 111  Serta je (Lombok); bentenu, ketipu, lingkok, manaha, wala (Nusa Tenggara).[6]: 99 

Pengenalan

Pohon yang dapat mencapai tinggi 50 m, gemang batangnya hingga 200 cm garis tengah, dengan batang yang bagai pilar tegak, lurus, dan hampir bulat torak (silindris); banir (akar papan) besar, mencapai tinggi 4 m dan panjang bentangan 5 m.[5]: 111  Tajuknya bulat, lebat, berwarna hijau tua dan mengkilat; pada musim kering daunnya berguguran dan sebelum gugur daun-daun berwarna merah.[7]: 93 

Pepagan (kulit batang) berwarna cokelat keabu-abuan sampai cokelat tua di bagian luar, tebalnya 2–6 mm, mengelupas dalam bentuk kepingan-kepingan kecil tak beraturan. Lapisan pepagan yang hidup di sebelah dalam setebal 10–15 mm; tak berbau; merah daging di bagian luar dan putih di bagian dalam.[5]: 111,  [7]: 93  Kayu gubalnya berwarna putih kotor.[5]: 111 

Ranting-ranting yang muda persegi penampangnya. Daun-daun penumpu lekas rontok, melekat di pangkal tangkai daun yang masih sangat muda, seperti duri, sangat kecil, lk. 0,4 × 0,1 mm.[5]: 111  Daun-daunnya tunggal, jorong hingga bundar telur terbalik, (3–)6–25(–35) × (2.5–)4.5–13 cm, tipis seperti kertas, mengkilat, dengan tepi bergerigi dan ujung meluncip; ujung penetesnya hingga 1,5 cm panjangnya, menumpul.[5]: 112,  [7]: 93  Ibu tulang daun menonjol di sisi bawah, dengan 12-22 pasang tulang daun sekunder yang menyudut lk. 60–70° terhadap ibu tulang daun.[5]: 112 

Perbungaan berbentuk tandan, berambut balig hingga lokos, panjangnya hingga 13,5 cm, umumnya dengan banyak bunga, dengan poros tandan setebal 2–5(–7) mm. Kelopak bunga membentuk tabung serupa genta, berusuk, berambut balig hingga lokos; taju kelopak bundar telur, 7–10 × 4–8 mm, bertepi rata, serupa jangat, hijau pucat. Mahkota bunga berjumlah helai; helaian bentuk bundar telur sungsang hingga melonjong, 15–35 × 7–10 mm, tipis bagai selaput, kehijauan, menekuk ke arah luar, pangkalnya menyempit, ujungnya menumpul. Benang sari berjumlah banyak, pangkalnya berlekatan membentuk tabung setinggi lk. 1 cm, merah jambu hingga merah; tangkai sari yang bebas 25–45 mm, ke arah ujung berwarna putih kekuningan.[5]: 112,  [7]: 93  Tangkai putik ramping, 3–6 cm panjangnya.[5]: 112 

Buahnya berbentuk bulat telur atau lonjong (elipsoid), 3–4 × 1.5–2.5 cm, hijau pucat. Perikarp (lapisan dalam buah) serupa sabut, tebalnya 7 mm. Biji berjumlah 1–15, bulat telur (ovoid), bersudut 3–4.[5]: 112 

Agihan dan ekologi

Putat gunung menyebar luas di Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali, Lombok dan Timor, pada tempat-tempat dengan ketinggian maksimal sampai 1.000 m dpl., akan tetapi lebih umum didapati hingga ketinggian 500 m dpl. saja.[5]: 112,  [7]: 93 

Habitat pohon ini terutama adalah hutan primer dataran rendah, pada tanah dengan drainase baik, meskipun kadang-kadang tumbuh pula di tanah kapur.[7]: 93  Umumnya hidup di hutan hujan yang sangat lembab, adakalanya putat kerbau ini tumbuh di wilayah berawa-rawa. Juga didapati di hutan gugur daun seperti halnya hutan jati, di dekat air, dan menggugurkan daunnya untuk jangka waktu singkat.[5]: 112 

Di alam jenis ini berbunga dan berbuah sepanjang tahun, tetapi masa puncak berbunga dan berbuah adalah pada bulan Oktober hingga Desember.[5]: 112  Permudaan alami jenis ini baik sekali di hutan. Pada akhir musim buah, kecambah dan semai putat kerbau bisa dijumpai dalam jumlah banyak di sekitar induknya.[7]: 93 

Manfaat

Kayu putat

Jenis ini menghasilkan kayu yang berkualitas baik, dan dapat diperoleh dalam ukuran besar.[4]: 1479  Dalam perdagangan, kayunya dikenal sebagai kayu putat. Tergolong sebagai kayu yang keras dan berat, kayu putat mempunyai berat jenis 0,8 (0,60 - 0,93), kelas kekuatan I - II, kelas keawetan II - III dan keterawetan kelas III.[6]: 100  Kayunya mudah dikerjakan, tetapi dapat melengkung kalau pengeringannya kurang hati-hati.[7]: 93 

Kayu putat banyak digunakan untuk ramuan rumah (tiang, balok, penyangga, usuk), lantai, dinding, kusen, dan gagang perkakas.[6]: 100  Juga digunakan dalam konstruksi berat, perabot rumah tangga, panel-panel kayu, kerangka kapal, dan sumbu kendaraan.[5]: 112  Kayu ini baik pula untuk dimanfaatkan sebagai kayu bakar, tetapi kurang bagus sebagai bahan pulp dan kertas.[6]: 101 

Manfaat lain

Daun muda dan pucuknya yang kemerahan dimakan sebagai lalap (sayuran mentah), atau dimasak dengan ikan dan bumbu-bumbunya. Sebagaimana jenis-jenis Barringtonia, putat ini secara tradisi dimanfaatkan pula sebagai racun ikan.[5]: 112,  [7]: 93 

Jenis ini disarankan untuk ditanam sebagai pohon pengganti di tempat-tempat yang terlalu basah untuk jati.[5]: 112,  [6]: 101,  [7]: 93 

Catatan kaki

  1. 1 2 "Planchonia valida". POWO - Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 11 Jan 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Blume, CL. (1826). Bijdragen tot de flora van Nederlandsch Indië, vol. 17: 1096. Batavia: Ter Lands Drukkerij, 1825-1826.
  3. 1 2 Clercq, FSA. & M. Greshoff (1909). Nieuw plantkundig woordenboek voor Nederlandsch Indië. Met korte aanwijzingen van het nuttig gebruik der planten en hare beteekenis in het volksleven, en met registers der inlandsche en wetenschappelijke benamingen. p. 308 (no. 2770). Amsterdam: JH. de Bussy.
  4. 1 2 Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3: 1479. Jakarta: Balitbang Kehutanan. (versi berbahasa Belanda (1917) De nuttige planten van Nederlandsch-Indië, vol. III: 341. Batavia: Ruygrok & Co.)
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Prance, GT. & K. Kartawinata (2013). "Lecythidaceae". Flora Malesiana, Ser. I, vol. 21:1–118.
  6. 1 2 3 4 5 Abdurrohim, S., YI. Mandang, U. Sutisna. (2004). Atlas Kayu Indonesia, vol. 3:1-160. Bogor: Puslitbang Teknologi Hasil Hutan.
  7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kartawinata, K. & S. Sastrapradja [Eds.] (1977). "Jenis-jenis kayu Indonesia". Seri LBN, vol. 03:1-117. Bogor: Lembaga Biologi Nasional - LIPI.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan