Kamis, 08 Oktober 2026
09:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Pusaran semut

Pusaran semut

Bagikan:
250px-Ant_mill.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah pusaran semut

Pusaran semut (bahasa Inggris: ant mill) adalah sebuah fenomena yang diamati ketika sekawanan semut tentara, yang terpisah dari rombongan pencari makan utama, kehilangan jejak feromon dan mulai saling mengikuti satu sama lain hingga membentuk suatu lingkaran yang berputar terus-menerus. Lingkaran ini umumnya dikenal sebagai "spiral kematian" karena semut-semut tersebut pada akhirnya dapat mati akibat kelelahan. Fenomena ini telah direproduksi di laboratorium maupun dalam simulasi koloni semut.[1]

Fenomena ini merupakan efek samping dari struktur pengorganisasian diri pada koloni semut. Setiap semut sekadar mengikuti semut di depannya; mekanisme ini berjalan lancar hingga terjadi penyimpangan kecil, biasanya akibat pemicu lingkungan, yang kemudian membentuk pusaran semut.[2] Pusaran semut pertama kali dideskripsikan pada tahun 1921 oleh William Beebe, yang mengamati sebuah pusaran dengan keliling 370 meter (1.210 ft). Setiap semut membutuhkan waktu dua setengah jam untuk melakukan satu putaran penuh.[3] Fenomena serupa juga telah dicatat pada ulat prosesi dan ikan.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Delsuc F (2003). "Army Ants Trapped by Their Evolutionary History". PLOS Biology. 1 (2): e37. doi:10.1371/journal.pbio.0000037. PMC 261877. PMID 14624241.
  2. ↑ Couzin ID & NR Franks (2003). "Self-organized lane formation and optimized traffic flow in army ants". Proceedings of the Royal Society B. 270 (1511): 139–146. doi:10.1098/rspb.2002.2210. PMC 1691225. PMID 12590751.
  3. ↑ Beebe, William (1921). Edge of the Jungle. New York: Henry Holt and Co. hlm. 291–294.
  4. ↑ Schneirla TC (1944). "A unique case of circular milling in ants, considered in relation to trail following and the general problem of orientation". American Museum Novitates (1253): 1–26. hdl:2246/3733.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik zoologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan