Minggu, 25 Oktober 2026
13:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Pulau Tidore

Pulau Tidore

pulau di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara

Bagikan:
250px-Tidore_Island_Indonesia_Daytime.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pulau Tidore dilihat dari Pulau Ternate.

Pulau Tidore adalah sebuah pulau berukuran kecil yang berada dalam wilayah Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Pembentukan pulau Tidore terjadi akibat aktivitas vulkanik dari gunung Kie Matubu. Penduduk asli di Pulau Tidore diperkirakan adalah orang Alifuru. Pulau Tidore merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Tidore hingga abad ke-18 M dan sebagian besar penduduk di Pulau Tidore beragama Islam. Pulau Tidore merupakan salah satu dari empat pulau di Kepulauan Maluku yang menjadi daerah asli penghasil cengkih dan penduduknya kini mengusahakan kegiatan pertanian dan penangkapan ikan.

Kondisi geografi

Pulau Tidore merupakan sebuah pulau berukuran kecil yang terletak di sebelah barat pantai Pulau Halmahera.[1] Lokasi Pulau Ternate di antara 127°04' Bujur Timur dan 0°66'  Lintang Utara.[2] Pulau Tidore merupakan sebuah pulau vulkanik yang terbentuk oleh aktivitas gunung berapi aktif yaitu gunung Kie Matubu yang disebut pula gunung Tidore.[3][2][4] Setelah aktivitas gunung berapi di pulau Tidore berhenti, pulau Tidore tidak lagi bertambah luas dan memperoleh bentuknya pada masa sekarang.[3]

Pulau Tidore termasuk dalam wilayah Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara.[5][6] Pulau Ternate mengalami musim hujan dan musim kemarau. Namun musim hujan berlangsung lebih lama dalam setahun dibandingkan dengan musim kemarau.[7]

Penduduk

Penduduk asli di Pulau Tidore diperkirakan adalah orang Alifuru yang tergolong orang Melanesia dan awalnya menghuni pedalaman bagian utara Pulau Halmahera sebelum akhirnya bermigrasi ke pulau-pulau lain di sekitarnya termasuk ke Pulau Tidore.[8] Penduduk Pulau Tidore kemudian disebut suku Tidore.[9] Bahasa yag dituturkan terutama di pedesaan Pulau Tidore adalah bahasa Tidore.[10] Pada tahun 1850, jumlah penduduk di Pulau Tidore ditambah dengan jumlah penduduk di Pulau Mare tercatat sebanyak 8.157 jiwa.[11]

Pemerintahan

Selama masa Kesultanan Tidore, Pulau Tidore dijadikan sebagai pusat pemerintahannya. Dari Pulau Tidore, Kesultanan Tidore memperluas wilayah kekuasaannya ke arah timur hingga mencakup Kepulauan Raja Ampat dan pantai bagian barat Pulau Papua.[12] Pulau Tidore tetap menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Tidore hingga abad ke-18 Masehi.[13]

Perekonomian

Pulau Tidore merupakan salah satu dari empat pulau di Kepulauan Maluku yang menjadi daerah asli penghasil cengkih.[14] Kegiatan perdagangan cengkih di Pulau Tidore telah disebutkan dalam catatan perjalanan yang ditulis oleh Ibnu Batutah (1350 M).[15] Sebelum Melaka dikuasai oleh Imperium Portugal pada tahun 1511, cengkih dari pulau Tidore diperdagangkan melalui rute pelayaran ke arah barat hingga mencapai Pelabuhan Melaka. Cengkih menjadi salah satu komoditas rempah-rempah dengan harga jual paling mahal selain pala dan bunga pala di Pelabuhan Melaka. Perdagangan cengkih dan komoditas rempah-rempah lainnya di Pelabuhan Melaka sebelum Melaka dikuasai oleh Imperium Portugal dilakukan menggunakan kapal niaga yang dimiliki oleh para pedagang dari suku Melayu, orang Arab, orang Tionghoa dan orang Gujarat.[16]

Pada tahun 1609, Belanda mendirikan Perusahaan Hindia Timur Belanda dan mengadakan Pelayaran Hongi untuk memusnahkan seluruh tanaman cengkih di pulau-pulau yang ada di Kepulauan Maluku termasuk di Pulau Tidore.[17] Penduduk Pulau Tidore kini mengusahakan kegiatan pertanian dan penangkapan ikan.[18]

Keagamaan

Penduduk di Pulau Tidore sebagian besar beragama Islam. Pulau Tidore telah menjadi pusat pengembangan agama Islam sejak Kesultanan Tidore didirikan pada tahun 1322 M. Masjid dan surau dapat ditemukan di setiap desa di Pulau Tidore. Ustad dan ulama berkedudukan sebagai pemimpin informal di pedesaan yang ada di Pulau Tidore.[19]

Referensi

Catatan kak

  1. ↑ Mashad, Dhurorudin (2020). Artawijaya (ed.). Muslim Papua: Membangun Harmoni Berdasar Sejarah Agama di Bumi Cendrawasih. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 93. ISBN 978-979-592-881-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Hidayat, Marfai dan Hadmoko 2019, hlm. 98.
  3. 1 2 Hidayat, Marfai dan Hadmoko 2019, hlm. 96.
  4. ↑ Dodonulis (Oktober 2023). Wijayanto, Hani (ed.). Menulis Cerita Perjalanan. Sukabumi: CV Jejak. hlm. 343. ISBN 978-623-498-482-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Sosilawati (2017). Handayani, Amelia (ed.). Sinkronisasi Program dan Pembiayaan Pembangunan Jangka Pendek 2018-2020 Keterpaduan Pengembangan Kawasan dengan Infrastruktur PUPR Kepulauan Maluku dan Pulau Papua. Pusat Pemrograman dan Evaluasi Keterpaduan Infrastruktur PUPR. hlm. 98. ISBN 978-602-61190-4-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia (2004). Informasi Pariwisata Nusantara. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. hlm. 489.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Tolangara, Abdulrasyid (2020). Rasyid, R., dan Herman H. (ed.). Dioscorea Maluku Utara: Keanekaragaman Jenis dan Bentuk Pemanfaatan. Makassar: Badan Penerbit UNM. hlm. 21. ISBN 978-623-7496-32-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Hasim 2019, hlm. 22.
  9. ↑ Melalatoa, M. Junus (1995). Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia Jilid L-Z. Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya. hlm. 838.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Kakerissa, O., Lessy, A., dan Tamaela, J. (1997). Sintaksis Bahasa Tidore. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 6. ISBN 978-979-459-775-0.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Amal, M. Adnan (Januari 2010). Amal, Taufik Adnan (ed.). Kepulauan Rempah-rempah: Perjalanan Sejarah Maluku Utara 1250-1950. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 333. ISBN 978-979-91-0226-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ Leirissa, R. Z., Ohorella, G. A., dan Latuconsina, D. (1999). Manilet-Ohorella, G. A. (ed.). Sejarah Kebudayaan Maluku. Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. hlm. 41. ISBN 979-9335-07-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ Dino dan Lina (Januari 2022). "Kerajaan Islam yang Tetap Eksis di Nusantara". Majalah Aula. XLIV (1): 40.
  14. ↑ Rahman, dkk. 2013, hlm. 1.
  15. ↑ Hasim 2019, hlm. 85.
  16. ↑ Sumolang, S., Sampe, S., dan Kumayas, N. (2023). Rung Laut Masyarakat Kepulauan Sangihe-Talaud di Perbatasan Indonesia-Filipina: Jalur Rempah, Budaya Bahari, hingga Tata Kelola Sumber Daya Laut (PDF). Yogyakarta: Kepel Press. hlm. 29–30. ISBN 978-602-356-508-5.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  17. ↑ Rahman, dkk. 2013, hlm. 2-3.
  18. ↑ Yunus, Ahmad (1985). Upacara Tradisional yang Berkaitan dengan Peristiwa Alam dan Kepercayaan Daerah Maluku. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. hlm. 51.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  19. ↑ Tugiyono Ks, Kutoyo, S., dan Evy, R. (2001). Peninggalan Situs dan Bangunan Bercorak Islam di Indonesia. Mutiara Sumber Widya. hlm. 180. ISBN 978-979-801-192-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

  • Rahman, A. J., dkk. (November 2013). "Cengkeh: Dulu, Kini & Nanti". Dalam Puthut E. A. (ed.). Ekspedisi Cengkeh (PDF). Makassar: Penerbit Ininnnawa. ISBN 978-602-1963-67-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pulau pulau di Provinsi Maluku Utara
Kabupaten Halmahera Barat
Kabupaten Halmahera Selatan
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Timur
Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Kepulauan Sula
Kabupaten Pulau Morotai
Kabupaten Pulau Taliabu
Kota Ternate
Kota Tidore Kepulauan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan