Senin, 19 Oktober 2026
00:02 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Pujut, Lombok Tengah

kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

Bagikan:
Pujut
Koordinat: 8°48′02″S 116°17′35″E / 8.80059525°S 116.29306292°E / -8.80059525; 116.29306292
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Barat
KabupatenLombok Tengah
Pemerintahan
 • CamatLalu Sungkul, S.Pd (2O19)
Populasi
 • Total9,6302 jiwa jiwa
Kode Kemendagri52.02.04 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS5202020 Suntingan nilai di Wikidata
Luas233,55km²
Kepadatan412 jiwa/km²
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pujut%2C_Lombok_Tengah&revid=28863637&groups=_2982ef679a70a94bd8a4b183c735937c87848fc5&parser=parsoid

Pujut adalah sebuah kecamatan di kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pusat pemerintahannya berada di Desa Desa Sengkol yang berjarak sekitar 15 Km tenggara ibu kota Kabupaten Lombok Tengah. Kecamatan Pujut lebih dikenal sebagai wilayah Lombok Selatan. Karena berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, kecamatan ini terkenal memiliki banyak pantai yang indah. Komunitas pemuda terbesar bernama BLOK PUJUT.

Sejarah

Sejarah Desa Pujut tidak dapat dilepaskan dari kedatangan seorang bangsawan Jawa asal Tuban bernama Sri Meraje Mulya. Ia merupakan seorang bangsawan pengembara yang datang bersama 17 keluarga. Sekitar abad ke-15, rombongan ini singgah di Bali dan Sri Meraje Mulya menyampaikan penghormatan kepada Sri Dalem Alit, yang kemungkinan merujuk pada Sri Dalem Anom Segening (Anom juga berarti Alit), putra bungsu Raja Dalem Waturenggong dari seorang permaisuri.[1]

Selama di Bali, ia mengabdi kepada raja, dan kemudian meminang seorang putri kerajaan bernama Dewa Ayu Windi Wating Pura. Mahar pernikahan tersebut berupa dua pusaka: keris Ki Pak Ling dan tombak Ki Bulu Ratna.[2] Setelah pernikahan tersebut, Sri Meraje Mulya meminta izin untuk kembali melanjutkan pengembaraan. Dalam tradisi lisan disebutkan bahwa ia dibantu oleh seekor rusa dan ikan raksasa bernama Raja Mina

Atas saran mertuanya, ia melanjutkan perjalanan ke arah timur dan akhirnya berlabuh di selatan Pulau Lombok, yang kala itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Gelgel. Di sana ia menemukan tempat yang cocok sebagai hunian dan menamainya Gunung Pujut. Ia lalu kembali ke Bali untuk meminta izin agar istrinya dapat menetap bersamanya di Lombok.[3]

Permintaannya dikabulkan dengan syarat bahwa hubungan kekeluargaan antara Pujut dan Gelgel tidak boleh terputus. Hal ini ditafsirkan sebagai bentuk kesetiaan politik Kedatuan Pujut sebagai vassal kepada Kerajaan Gelgel. Sebagai bentuk pengesahan, Sri Meraje Mulya diberi sejumlah keluarga dari Bali beserta beberapa pusaka untuk menetap di Pujut.

Dari pernikahannya lahirlah seorang putra bernama Meraje Maspati, yang kemudian menikah dengan Putri Mayang Sari. Dari pasangan ini lahir empat orang anak, salah satunya adalah Meraje Olem, yang kelak mendirikan Masjid Kuno Pujut pada abad ke-17.

Sri Meraje Mulya dan keluarga keturunan Bali dari Gelgel inilah yang dipercaya sebagai leluhur masyarakat Pujut hingga masa kini.

Batas wilayah

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Praya Tengah
Timur Kecamatan Praya Timur dan Teluk Awang (Samudra Hindia)
Selatan Samudra Hindia
Barat Kecamatan Praya Barat

Geografi

Kecamatan Pujut terletak di bagain tengah hingga selatan Pulau Lombok. Wilayahnya berupa pantai, dataran rendah dan perbukitan bergelombang dengan ketingggian wilayah antara 0-210 meter di atas permukaan air laut. Kondisi alamnya lebih kering dibandingkan dengan wilayah lainnya di Pulau Lombok. Sebagai wilayah dengan kondisi alam yang kering, satu sistem bertani yang dikembangkan di wilayah ini adalah sistem "Gogo Rancah" atau disingkat GoRa. Dengan sistem ini, petani harus mengolah sawahnya pada waktu musim kemarau dengan tujuan, pada waktu musim hujan, tanah yang sudah diolah tersebut sudah siap tanam dan musim hujan yang pendek akan memberi cukup air dibandingkan jika sawah diolah pada waktu musim hujan. Memang sistem tersebut menuntut petani untuk bekerja lebih keras. Namun, tampaknya sistem pertanian tersebut cukup berhasil dan hingga saat ini hanya sistem tersebut yang ada.

Iklim

Kecamatan Pujut memiliki iklim sabana tropis (Aw). Rata-rata, curah hujan tertinggi ada di bulan Januari, dengan curah hujan 348 mm; dan curah hujan terendah ada di bulan Agustus, dengan curah hujan 14 mm.

Data iklim Kecamatan Pujut
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 28.8
(83.8)
28.9
(84)
29.2
(84.6)
29.4
(84.9)
29.4
(84.9)
29
(84)
28.8
(83.8)
29.3
(84.7)
30.1
(86.2)
30.8
(87.4)
30.4
(86.7)
29.2
(84.6)
29.44
(84.97)
Rata-rata harian °C (°F) 26
(79)
26
(79)
26.1
(79)
26.2
(79.2)
26.1
(79)
25.5
(77.9)
24.9
(76.8)
24.9
(76.8)
25.7
(78.3)
26.6
(79.9)
26.8
(80.2)
26.3
(79.3)
25.93
(78.7)
Rata-rata terendah °C (°F) 24.1
(75.4)
24.1
(75.4)
24.1
(75.4)
24
(75)
23.5
(74.3)
22.8
(73)
22.1
(71.8)
21.9
(71.4)
22.5
(72.5)
23.6
(74.5)
24.4
(75.9)
24.4
(75.9)
23.46
(74.21)
Curah hujan mm (inci) 348
(13.7)
292
(11.5)
310
(12.2)
227
(8.94)
80
(3.15)
47
(1.85)
30
(1.18)
14
(0.55)
33
(1.3)
84
(3.31)
229
(9.02)
342
(13.46)
2.036
(80,16)
Sumber: Climate-Data.org[4]

Pariwisata

330px-PANTAI_SEGER.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pantai Seger

Kecamatan Pujut memiliki banyak pantai dengan panorama alam yang indah, di antaranya yaitu Pantai Kute atau Pantai Mandalika. Di Pantai Kute, pantai Seger dan sekitarnya, setiap tahun (biasanya pada bulan Februari) terdapat tradisi tahunan yang juga menjadi annual Tourist event, yaitu "Bau Nyale" (menangkap Nyale). Bau Nyale juga dapat di temui di seputaran pesisir Pantai Selatan Pulau Lombok, tetapi pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memusatkan kegiatan tersebut di Pantai Kuta dan Seger. Selain Kuta, terdapat juga destinasi wisata terlengkap berbasis masyarakat di bawah binaan praktisi wisata Lalu Sandika Irwan yaitu Taman Wisata Alam Gunung Tunak yang berlokasi sekitar 20 menit dari Pantai Kuta ke arah timur, tepatnya di Desa Mertak Kecamatan Pujut. Kelompok masyarakat "Tunak Besopoq" diberikan izin oleh pemerintah (BKSDA NTB) untuk mengelola sarana pariwisata yang ada dalam kawasan TWA.

Referensi

  1. ↑ Almaidata, Isromi. Identifikasi Masjid Kuno Gunung Pujut di Desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, NTB sebagai Bahan Pengembangan Sumber Belajar Sejarah Lokal. Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, Vol. 1 No. 3, 2013.
  2. ↑ Dimensi Indonesia. Sejarah Masjid Kuno Gunung Pujut, Peninggalan Abad ke-17.
  3. ↑ Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Masjid Kuno Gunung Pujut
  4. ↑ "Pujut climate: Temperature Pujut & Weather By Month - Climate-Data.org". en.climate-data.org. Diakses tanggal 2023-03-26.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan