Senin, 19 Oktober 2026
17:15 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Pterocymbium

Pterocymbium

Marga pohon besar berkayu ringan

Bagikan:
Pterocymbium
250px-Pterocy_tinctori_090911-13065_hurn.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelumbuk, Pterocymbium tinctorium
dari Hurun, Padang Cermin, Pesawaran
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Eudikotil
Klad:Rosid
Ordo:
Famili:
Tribus:
Genus:
Pterocymbium

R.Br., 1844[1]
Sinonim
Artikel takson sembarang

Pterocymbium adalah genus sejenis pohon besar anggota famili Malvaceae, anaksuku Sterculioideae (sebelumnya, suku Sterculiaceae). Pohon penghasil kayu yang ringan ini menyebar luas di Asia Tenggara, Kepulauan Nusantara bagian barat, hingga Pasifik barat.

Spesies

Ada sekitar 6 atau 7 spesies anggota marga ini.[2] Akan tetapi para ahli belum sepakat sepenuhnya mengenai status taksa tersebut.[3][4] Masih diperlukan kajian lebih lanjut untuk menetapkannya.

Kayu

Jenis-jenis Pterocymbium menghasilkan kayu ringan, yang dalam perdagangan dikenal dengan nama amberoi. Kayu terasnya berwarna putih kekuningan atau putih keabu-abuan, tidak jelas terbedakan dari kayu gubalnya yang berwarna putih. Densitas kayunya antara (230-)240-380(-450) kg/m³ pada kadar air 12%. Seratnya lurus, teksturnya antara agak kasar hingga kasar. Permukaannya tak berkilau, tetapi pola lukisan serupa kayu ek terlihat kurang lebih pada sisi radial kayu.[2]

Penyusutan kayu amberoi tergolong sedang; dari kayu segar (kadar air lk. 60%) hingga kadar air 12% menyusut sebesar 1,9% dan 5% pada arah radial dan tangensial berturut-turut, sementara dari kayu segar hingga kering tanur menyusut sebesar 2,9% dan 7,6%. Pengeringan udara berlangsung mudah dan baik, tanpa kerusakan berarti. Pengeringan tanur cukup baik, akan tetapi kadang-kadang terjadi pecah ujung atau melintir.[2]

Kayu amberoi tergolong kurang awet, terutama bila digunakan di tempat terbuka. Kayu ini rawan serangan rayap, kumbang ambrosia dan Lyctus, serta jamur kayu. Kayu ini sebaiknya digunakan di dalam bangunan. Kayu amberoi, baik gubal maupun terasnya mudah dimasuki bahan pengawet, khususnya melalui perendaman dengan tekanan.[2]

Kayu ini mudah digergaji (karena tidak mengandung silika) dan mudah dikerjakan. Penghalusan oleh mesin atau tangan dapat berlangsung dengan baik. Kayu amberoi dapat dilem dengan hasil baik dan dipaku dengan cukup memuaskan. Pemanfaatannya untuk pembuatan venir dan kayu lapis cukup baik; akan tetapi kurang bagus untuk papan partikel atau papan serat, dan tidak cocok untuk pembuatan papan semen. Bubur kayu yang dihasilkannya tergolong kualitas sedang.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Horsfield, T., JJ. Bennett, & R. Bown. 1844. Plantae javanicae rariores, descriptae iconibusque illustratae, quas in insula Java, annis 1802-1818 legit et investigavit... 3: 219. London :apud Gul. H. Allen et socios. (Nov 1844)
  2. 1 2 3 4 5 Phengklai, C., SI. Wiselius, S. Sudo, & MSM. Sosef. 1995. "Pterocymbium R.Br." in RHMJ. Lemmens, I. Soerianegara and WC. Wong (eds.). Timber Trees: Minor commercial timber. Plant Resources of South-East Asia (PROSEA) 5(2): 405-9.
  3. ↑ The Plant List: Pterocymbium
  4. ↑ Singh, B., D. Adhikari, SK. Barik, & A. Chettri. 2013. "Pterocymbium tinctorium (Merrill, 1901) (Magnoliophyta: Malvales: Sterculiaceae: Sterculioideae): New record from mainland India and extension of geographic distribution". Check List 9(3): 622–5, 2013. Diarsipkan 2015-09-23 di Wayback Machine

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pterocymbium.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan