Minggu, 01 November 2026
00:10 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Psilosis

Psilosis

hilangnya suara /h/ dalam sejarah bahasa Yunani

Bagikan:
250px-Theoi_Cdm_Paris_229.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hermes, Athena, Zeus (seated), Hera and Ares (all named). Side A of an Attic black-figure neck-amphora, end of 6th century BC.

Psilosis (bahasa Yunani Kuno:ψίλωσις, translit. psī́lōsis, har. ''penghalusan''; bahasa Yunani:ψίλωση, translit. psílosi) adalah perubahan bunyi dalam bahasa Yunani di mana bunyi awalan konsonan /h/ mulai hilang sejak akhir periode Yunani kuno.[1] Istilah ini berhubungan dengan nama konsonan napas halus (ψιλή, psilḗ), tanda tanpa adanya awalan /h/. Dialek-dialek yang telah kehilangan /h/ disebut psilotik.

Fenomena linguistik ini juga mirip dengan bunyi /h/ yang telah hilang dalam bahasa Latin Umum (dan turunannya, Roman)[2] dan banyak bahasa Austronesia, seperti Indonesia dan Jawa (mis: "hutang" [hu.taŋ] menjadi "utang" [ˈutaŋ]).[3][4]

Sejarah

Hilangnya bunyi awalan /h/ terjadi pada waktu yang berbeda dalam beberapa dialek Yunani Kuno yang berbeda. Dialek-dialek Ionia timur, Aiolia di Lesbos, beserta dialek-dialek Doria di Kreta dan Elis, telah menjadi psilotik pada awal catatan tertulis.[5] Dalam dialek Attika, ada banyak variasi selama periode klasik,[6] tetapi dialek baku tersebut tetap mempertahankan /h/. Variasi ini berlanjut ke Koine Helenistik.[7] Para ahli tata bahasa Yunani dari Iskandariyah yang membakukan ortografi bahasa Yunani selama abad kedua hingga pertama SM dan memperkenalkan tanda-tanda pernapasan kasar dan halus, masih menggunakan perbedaan antara kata-kata dengan dan tanpa awalan bunyi /h/, tetapi ternyata menulis pada saat perbedaan ini tidak lagi dikuasai secara fasih oleh banyak penutur. Pada akhir era Romawi bersatu dan Romawi Timur, awalan /h/ telah hilang dalam semua bentuk bahasa.[8]

Ortografi

Heta dan eta

Artikel utama: Heta dan Eta (huruf Yunani)

Hilangnya awalan bunyi /h/ tecermin dalam perkembangan alfabet Yunani dengan perubahan fungsi huruf eta (Η), yang pertama kali berfungsi sebagai tanda /h/ ([Ͱ] Galat: {{Lang}}: unrecognized language code: gr (bantuan), "heta") tetapi kemudian, di dialek-dialek psilotik, digunakan kembali sebagai tanda vokal panjang /ɛː/.

Tanda napas kasar dan halus

Dalam ortografi politonik yang dimulai dalam bahasa Yunani pada Periode Helenistik, bunyi /h/ asli dilambangkan dengan diakritik berupa tanda napas kasar (δασὺ πνεῦμα, dasỳ pneûma). Tanda ini juga secara biasanya digunakan dalam analogi penggunaan dialek Attika ketika menerjemahkan naskah-naskah dari dialek Ionia yang sudah psilotik pada saat naskah-naskah itu ditulis. Namun, untuk naskah-naskah berdialek Aiolia, kaidah umumnya adalah menandai semua kata sebagai non-berhembus.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ ψίλωσις. Liddell, Henry George; Scott, Robert; A Greek–English Lexicon at the Perseus Project.
  2. ↑ Rini, Joel (2010-06-01). "When Spanish h- Went Silent. How Do We Know?". Bulletin of Spanish Studies. 87 (4): 431–446. doi:10.1080/14753820.2010.483136. ISSN 1475-3820.
  3. ↑ "ACD - Austronesian Comparative Dictionary - *qutaŋ ('debt')". trussel2.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 8 Juli 2022.
  4. ↑ "hutang (entri Kamus Besar Bahasa Indonesia)". kbbi.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 8 Juli 2022.
  5. ↑ Woodard, Roger D. (2008). "Greek dialects". The ancient languages of Europe. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 58.
  6. ↑ Teodorsson, Sven T. (1974). The phonemic system of the Attic dialect 400–340 BC. Gotenburg.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Also: Teodorsson, Sven T. (1978). The phonology of Attic in the Hellenistic period. Gotenburg.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  7. ↑ Teodorsson, Sven T. (1977). The phonology of Ptolemaic Koine. Gotenburg.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  8. ↑ Horrocks, Geoffrey (1997). Greek: A history of the language and its speakers. London: Longman. hlm. 171.
  9. ↑ Colvin, Stephen (2007). A historical Greek reader: Mycenaean to the Koiné. Oxford: Oxford University Press. hlm. 27.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan