Senin, 21 September 2026
14:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Perpustakaan digital Perseus

Untuk kegunaan lain, lihat Perseus dan Perseus.

Perpustakaan digital Perseus (sebelumnya dikenal sebagai Proyek Perseus) adalah perpustakaan digital akses bebas yang didirikan oleh Gregory Crane pada tahun 1987 dan dikelola oleh Departemen Studi Klasik Universitas Tufts. Proyek ini merupakan salah satu pelopor perpustakaan digital dengan misi menyediakan akses terhadap seluruh rekam jejak budaya manusia. Awalnya, Perpustakaan digital Perseus berfokus pada dunia Yunani-Romawi kuno, tetapi kemudian berkembang dan mencakup berbagai koleksi lain, termasuk teks berbahasa Arab, sastra Jermanik, karya Renaisans Inggris, dokumen Amerika abad ke-19, serta puisi Italia dalam bahasa Latin. Perpustakaan ini juga mengembangkan sejumlah proyek turunan serta menjalin kerja sama internasional. Versi terkini, Perseus 4.0 yang juga dikenal sebagai Perseus Hopper, tersedia melalui situs cermin (mirror site) yang dioperasikan oleh Universitas Chicago.[1]

Tujuan

Perpustakaan digital Perseus didirikan dengan tujuan menyediakan akses terbuka terhadap sumber-sumber sejarah dan warisan budaya umat manusia bagi publik luas. Pimpinan proyek, Gregory Crane, menyatakan bahwa akses terhadap warisan budaya manusia merupakan hak dasar, bukan hak istimewa sosial.[2]

Sumber terbuka

Perpustakaan digital Perseus berupaya agar tidak terbatas pada kalangan akademik dan dapat diakses oleh publik luas. Untuk mendukung tujuan tersebut, proyek ini mengadopsi pendekatan sumber terbuka dan merilis kode perangkat lunaknya melalui SourceForge.[3] Sistemnya dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Java serta format berkelanjutan seperti XML dan JPEG,[4] dengan dukungan aksara Yunani, Latin, dan Arab. Pengguna dapat mengunduh materi yang berada dalam domain publik beserta informasi lisensi Creative Commons yang menjelaskan ketentuan penggunaannya. Pengunduhan otomatis tidak diizinkan untuk melindungi materi yang masih berada di bawah hak kekayaan intelektual, tetapi paket unduhan tetap disediakan untuk publik.[2] Perpustakaan digital Perseus juga mengikuti standar teknis yang dikembangkan oleh proyek lain, termasuk Text Encoding Initiative untuk penandaan XML serta Canonical Text Services untuk sistem sitasi pada korpus teks Yunani-Latin klasik.[4]

Sejalan dengan pendekatan tersebut, koleksi Perseus terutama menggunakan teks bebas hak cipta, baik untuk teks utama maupun terjemahan dan komentar. Oleh karena itu, sebagian besar materi berasal dari karya yang diterbitkan paling lambat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, yang disusun dalam bentuk buku, bab, dan bagian. Kondisi ini membuat sebagian terjemahan dan komentar dapat tidak sepenuhnya mencerminkan perkembangan penelitian modern, karena banyak edisi standar teks klasik ditetapkan pada periode yang lebih baru, terutama abad ke-20.[2] Meskipun demikian, Perseus tetap menyediakan akses terhadap materi yang langka dan sulit ditemukan,[5] yang dalam beberapa kasus merupakan satu-satunya versi yang tersedia sehingga bernilai penting bagi penelitian. Sebagian konten lainnya berada di bawah pembatasan lisensi hak kekayaan intelektual, khususnya materi seperti gambar artefak hasil kerja sama dengan museum.[2]

Rujukan

  1. "Perseus Digital Library". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 2026-05-24.
  2. 1 2 3 4 "Review of Perseus Digital Library – RIDE" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-24.
  3. Demers, Patricia; Samek, Toni, ed. (2020). Minds alive: libraries and archives now. Toronto ; Buffalo: University of Toronto Press. ISBN 978-1-4875-0527-1.
  4. 1 2 Preece, Emily; Zepeda, Christine (2009-12-03). "The Perseus Digital Library: A Case Study" (dalam bahasa Inggris).{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  5. Wulfman, Clifford E. (2009). "The Perseus Garner: Early Modern Resources in the Digital Age". College Literature. 36 (1): 18–25. ISSN 0093-3139.

Pranala luar dan rujukan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan