Sabtu, 24 Oktober 2026
11:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Perpustakaan digital Perseus

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Perseus dan Perseus.

Perpustakaan digital Perseus (sebelumnya dikenal sebagai Proyek Perseus) adalah perpustakaan digital akses bebas yang didirikan oleh Gregory Crane pada tahun 1987 dan dikelola oleh Departemen Studi Klasik Universitas Tufts. Proyek ini merupakan salah satu pelopor perpustakaan digital dengan misi menyediakan akses terhadap seluruh rekam jejak budaya manusia. Awalnya, Perpustakaan digital Perseus berfokus pada dunia Yunani-Romawi kuno, tetapi kemudian berkembang dan mencakup berbagai koleksi lain, termasuk teks berbahasa Arab, sastra Jermanik, karya Renaisans Inggris, dokumen Amerika abad ke-19, serta puisi Italia dalam bahasa Latin. Perpustakaan ini juga mengembangkan sejumlah proyek turunan serta menjalin kerja sama internasional. Versi terkini, Perseus 4.0 yang juga dikenal sebagai Perseus Hopper, tersedia melalui situs cermin (mirror site) yang dioperasikan oleh Universitas Chicago.[1]

Tujuan

Perpustakaan digital Perseus didirikan dengan tujuan menyediakan akses terbuka terhadap sumber-sumber sejarah dan warisan budaya umat manusia bagi publik luas. Pimpinan proyek, Gregory Crane, menyatakan bahwa akses terhadap warisan budaya manusia merupakan hak dasar, bukan hak istimewa sosial.[2]

Sumber terbuka

Perpustakaan digital Perseus berupaya agar tidak terbatas pada kalangan akademik dan dapat diakses oleh publik luas. Untuk mendukung tujuan tersebut, proyek ini mengadopsi pendekatan sumber terbuka dan merilis kode perangkat lunaknya melalui SourceForge.[3] Sistemnya dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Java serta format berkelanjutan seperti XML dan JPEG,[4] dengan dukungan aksara Yunani, Latin, dan Arab. Pengguna dapat mengunduh materi yang berada dalam domain publik beserta informasi lisensi Creative Commons yang menjelaskan ketentuan penggunaannya. Pengunduhan otomatis tidak diizinkan untuk melindungi materi yang masih berada di bawah hak kekayaan intelektual, tetapi paket unduhan tetap disediakan untuk publik.[2] Perpustakaan digital Perseus juga mengikuti standar teknis yang dikembangkan oleh proyek lain, termasuk Text Encoding Initiative untuk penandaan XML serta Canonical Text Services untuk sistem sitasi pada korpus teks Yunani-Latin klasik.[4]

Sejalan dengan pendekatan tersebut, koleksi Perseus terutama menggunakan teks bebas hak cipta, baik untuk teks utama maupun terjemahan dan komentar. Oleh karena itu, sebagian besar materi berasal dari karya yang diterbitkan paling lambat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, yang disusun dalam bentuk buku, bab, dan bagian. Kondisi ini membuat sebagian terjemahan dan komentar dapat tidak sepenuhnya mencerminkan perkembangan penelitian modern, karena banyak edisi standar teks klasik ditetapkan pada periode yang lebih baru, terutama abad ke-20.[2] Meskipun demikian, Perseus tetap menyediakan akses terhadap materi yang langka dan sulit ditemukan,[5] yang dalam beberapa kasus merupakan satu-satunya versi yang tersedia sehingga bernilai penting bagi penelitian. Sebagian konten lainnya berada di bawah pembatasan lisensi hak kekayaan intelektual, khususnya materi seperti gambar artefak hasil kerja sama dengan museum.[2]

Rujukan

  1. ↑ "Perseus Digital Library". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 2026-05-24.
  2. 1 2 3 4 "Review of Perseus Digital Library – RIDE" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-24.
  3. ↑ Demers, Patricia; Samek, Toni, ed. (2020). Minds alive: libraries and archives now. Toronto ; Buffalo: University of Toronto Press. ISBN 978-1-4875-0527-1.
  4. 1 2 Preece, Emily; Zepeda, Christine (2009-12-03). "The Perseus Digital Library: A Case Study" (dalam bahasa Inggris).{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  5. ↑ Wulfman, Clifford E. (2009). "The Perseus Garner: Early Modern Resources in the Digital Age". College Literature. 36 (1): 18–25. ISSN 0093-3139.

Pranala luar dan rujukan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan