Selasa, 20 Oktober 2026
12:15 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Tanda napas kasar

Bagikan:
 ̔
Tanda napas kasar
Diakritik
aksen
tirus( ´ )
tirus ganda( ˝ )
nontirus( ` )
nontirus ganda(  ̏ )
breve( ˘ )
breve terbalik(  ̑ )
karon / háček( ˇ )
cedilla / cédille( ¸ )
sirkumfleks / vokáň( ˆ )
dwititik, trema, umlaut( ¨ )
dot( · )
hook / dấu hỏi(  ̉ )
horn / dấu móc(  ̛ )
makron( ¯ )
ogonek / nosinė( ˛ )
cincin / kroužek( ˚, ˳ )
napas kasar / dasia( ῾ )
napas halus / psili( ᾿ )
Tanda kadang-kadang digunakan sebagai diakritik
Apostrof( ’ )
bar( ◌̸ )
titik dua( : )
koma( , )
titik( . )
hubung( ˗ )
gelombang( ~ )
titlo(  ҃ )
Tanda diakritik dalam aksara lain
Diakritik Arab
Diakritik Gurmukhi
Diakritik Ibrani
Diakritik Indik
anusvara( ं ং ം )
chandrabindu( ँ ఁ )
nukta( ़ )
virama( ् ് ్ ් ್ )
Diakritik IPA
Diakritik Jepang
dakuten( ゙ )
handakuten( ゚ )
Diakritik Khmer
Diakritik Suryani
Diakritik Thai
Relasi
Cincin dot◌
Tugas Fungsitasi
Templat ini:

Tanda napas kasar (bahasa Yunani Kuno:δασὺ πνεῦμα atau δασεῖα daseîa; bahasa Yunani:δασεία dasía; Latin spīritus asper), dalam ortografi politonik bahasa Yunani Kuno, adalah sebuah diakritik yang digunakan untuk menunjukkan adanya suara /h/ sebelum vokal, diftong, atau setelah rho. Tetap dipakai dalam ortografi politonik bahkan setelah periode Helenistik, ketika suara itu menghilang dari bahasa Yunani. Dalam ortografi monotonik pada fonologi bahasa Yunani Modern, yang digunakan sejak tahun 1982, tanda napas kasar ini tidak digunakan sama sekali. Tidak adanya suara /h/ suara ditandai dengan tanda napas halus.

Sejarah

120px-Heta_uc_lc.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konsonan Heta kuno berbentuk "tack", bersama-sama dengan varian huruf kecil yang dirancang untuk tipografi modern.

Tanda napas kasar diambil dari bagian kiri setengah dari huruf H.[1] Dalam beberapa dialek Yunani kuno, tanda itu digunakan untuk [h] (Heta), dan penggunaan ini bertahan dalam huruf Latin H. Dalam dialek lain, digunakan untuk vokal [ɛː] (Eta), dan penggunaan ini bertahan dalam sistem penulisan bahasa Yunani Kuno, dan bahasa Yunani Modern.

Penggunaan

Tanda napas kasar (῾) ditempatkan di atas vokal awal, atau di atas vokal kedua dari diftong awal.

  • αἵρεσις haíresis "pilihan" (→ Latin haeresis bahasa Inggris → heresy; makna Indonesia: "bid'ah")
  • ἥρως hērōs "pahlawan"

Sebuah upsilon[2] atau rho[3] pada awal kata selalu menggunakan tanda napas kasar.

  • ὕμνος hýmnos "himne"
  • ῥυθμός rhythmós "ritme"

Dalam suatu kata

Dalam beberapa konvensi penulisan, tanda napas kasar ditulis pada huruf kedua dari dua rho di tengah sebuah kata. Ini ditransliterasikan sebagai rrh dalam bahasa Latin.

  • διάῤῥοια diárrhoia "diare"

Dalam crasis (kontraksi dari dua kata), ketika kata kedua memuat tanda napas kasar, vokal hasil kontraksi tidak mengambil tanda napas kasar. Sebaliknya, konsonan sebelum vokal terkontraksi itu berubah menjadi huruf setara yang berhembus (yaitu, π → φ, τ → θ, κ → χ),[4] jika mungkin, dan vokal terkontraksi mengambil apostrof atau coronis (identik dengan tanda napas halus).

  • τὸ ἕτερον → θοὔτερον (not *τοὕτερον) "yang lain"
    tò héteron → thoúteron

Di bawah pengaruh arkhaisme Katharevousa, perubahan ini telah dipertahankan dalam neologisme bahasa Yunani modern yang diciptakan atas dasar kata-kata kuno, misalnya πρωθυπουργός ("perdana menteri"), dari πρῶτος ("pertama; perdana") dan ὑπουργός ("menteri"), di mana yang terakhir ini awalnya disedot.

Catatan teknis

Dalam Unicode, titik kode untuk tanda napas kasar adalah U+0314̔combining reversed comma above̔combining reversed comma above. Hal ini dimaksudkan untuk digunakan pada semua skrip abjad (termasuk Yunani dan Latin).

Juga digunakan dalam transkripsi bahasa Latin asli  dari Armenia misalnya dengan U+0074tlatin small letter ttlatin small letter t pada t̔.

Pasangan spasi + gabungan tanda napas kasar adalah U+02BDʽmodifier letter reversed commaʽmodifier letter reversed comma. Secara tipografi dapat melekat dengan huruf yang dikodekan sebelumnya di sebelah kiri, untuk membuat ligatura misalnya dengan U+0074tlatin small letter ttlatin small letter t di tʽ , dan digunakan untuk transkripsi Latin modern dari Armenia (yang tidak lagi menggunakan versi gabungan).

Juga dikodekan untuk kompatibilitas sebagai U+1FFE῾greek dasia῾greek dasia sebagian besar untuk penggunaan dalam naskah Yunani, di mana hal ini dapat digunakan sebelum huruf kapital Yunani di sebelah kanan dan berbeda letaknya, misalnya dengan U+0391῾Αgreek capital letter alpha῾Αgreek capital letter alpha, di mana spasi generik+gabungan dasia harus digunakan setelah huruf yang dikenai di sebelah kiri (spasi dimasukkan sehingga daisa akan ke kiri, bukan di atas hurufnya). Pada dasarnya, U+1FFE dikodekan untuk kompatibilitas bolak-balik penuh dengan pengkodean 8-bit legacy naskah Yunani dalam dokumen mana dasia dikodekan sebelum huruf kapital Yunani yang dimodifikasi olehnya  (maka tidak sesuai dipakai untuk mengalihbahasakan dari skrip Armenia dan Semit ke aksara Latin).

Ketika U+1FFE῾greek dasia῾greek dasia digunakan secara tidak benar setelah suatu huruf Latin yang seharusnya dimodifikasi olehnya, misalnya dengan U+0074tlatin small letter ttlatin small letter t di t῾d, celah kecil akan terlihat muncul di antara huruf Latin t dan dasia Yunani, dan dasia Yunani dapat berinteraksi secara tipografi dengan huruf Latin d berikutnya untuk menekan kesenjangan ini, seperti dalam bahasa Yunani.

Ada rentang kode Yunani politonik range dalam Unicode, meliputi versi precomposite (tanda napas + vokal dll.): Ἁ ἁ, Ἇ ἇ, ᾇ ᾇ, ᾁ ᾁ, Ἑ ἑ, Ἡ ἡ, Ἧ ἧ, ᾗ ᾗ, ᾑ ᾑ, Ἱ ἱ, Ἷ ἷ, Ὁ ὁ, Ῥ ῥ, Ὑ ὑ, Ὗ ὗ, Ὡ ὡ, Ὧ ὧ, ᾧ ᾧ, dan ᾡ ᾡ.

Tanda napas kasar juga digunakan pada abjad Silirik awal ketika menulis dalam bahasa Old Church Slavonic. Dalam konteks ini dikodekan sebagai Unicode U+0485҅combining cyrillic dasia pneumata҅combining cyrillic dasia pneumata

Dalam transkripsi Latin dari bahasa-bahasa Semit, terutama bahasa Arab dan bahasa Ibrani, simbol yang mirip dengan tanda napas kasar U+02BFʿmodifier letter left half ringʿmodifier letter left half ring, digunakan untuk mewakili huruf ayin. Bagian kiri setengah dari cincin ini juga dapat digunakan untuk transkripsi Latin dari Armenia (meskipun tanda napas Armenia secara fonetis lebih dekat ke dasia Yunani daripada ayin Semit).

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Herbert Weir Smyth, Tata bahasa yunani, par. 14.
  2. ↑ Smyth, par. 10.
  3. ↑ Smyth, par. 13.
  4. ↑ Smyth, par. 64.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan