Senin, 09 November 2026
02:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Proses Bayer

Proses Bayer

Bagikan:
500px-Bayer-process-en.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skema Proses Bayer

Proses Bayer adalah metode yang digunakan dalam dunia perindustrian untuk memproduksi alumina (aluminium oksida) dari bauksit. Bauksit hanya mengandung sekitar 30–60% aluminium oksida, Al2O3, dan sisanya merupakan campuran silika, berbagai besi oksida dan titanium dioksida.[1] Aluminium oksida harus dimurnikan sebelum bisa dijadikan logam aluminium.

Sejarah

Proses Bayer diciptakan pada tahun 1888 oleh Carl Josef Bayer. Ia mendapati bahwa aluminium hidroksida yang mengalami pengendapan dari larutan alkalin merupakan sebuah kristalin dan dapat dengan mudah difilter dan dibersihkan, sementara yang mengalami pengendapan dari asam sulit untuk dibersihkan.

Saat ini proses ini memproduksi hampir seluruh persediaan alumina dunia yang dibutuhkan untuk menghasilkan aluminium.

Pada tahun 2010, lumpur merah yang merupakan limbah proses Bayer membanjiri wilayah di sekitar pabrik alumina di Ajka, Hungaria, dan mencemari Sungai Donau.

Proses

Dalam proses ini, bauksit bereaksi dengan natrium hidroksida yang terkonsentrasi dengan tekanan 7 bar dan suhu sekitar 180 °C.

B a u k s i t + N a O H   → T e k a n a n △   N a [ A l ( O H ) 4 ] + F e 2 O 3 {\displaystyle \mathrm {Bauksit+NaOH\ {\xrightarrow[{Tekanan}]{\triangle }}\ Na\left[Al(OH)_{4}\right]+Fe_{2}O_{3}} } {\displaystyle \mathrm {Bauksit+NaOH\ {\xrightarrow[{Tekanan}]{\triangle }}\ Na\left[Al(OH)_{4}\right]+Fe_{2}O_{3}} }

Residu yang tidak terlarut mengandung senyawa besi yang dapat dikenali dari warna merahnya. "Lumpur merah" ini biasanya dikumpulkan di tempat pembuangan akhir, tetapi di beberapa negara dibuang ke sungai, sehingga memicu permasalahan lingkungan.

Dari natrium aluminat yang telah diencerkan, aluminium hidroksida akan mengalami pengendapan selama proses pendinginan. Filtratnya diencerkan dengan natrium hidroksida, suhunya diturunkan menjadi 78 °C dan tekanannya dikembalikan seperti semula. Melalui proses inokulasi dengan aluminium hidroksida padat sebagai inti kristal, aluminium hidroksida kemudian mengalami pengendapan dan sebagian dari natrium hidroksida dapat diperoleh kembali untuk keperluan yang lain.

N a [ A l ( O H ) 4 ]   → ▽   A l ( O H ) 3 + N a O H {\displaystyle \mathrm {Na\left[Al(OH)_{4}\right]\ {\xrightarrow {\bigtriangledown }}\ Al(OH)_{3}+NaOH} } {\displaystyle \mathrm {Na\left[Al(OH)_{4}\right]\ \xrightarrow {\bigtriangledown } \ Al(OH)_{3}+NaOH} }

Aluminium hidroksida padat yang dihasilkan lalu dimasukkan ke dalam alat rotary kiln dan dibakar dengan suhu antara 1200 hingga 1300 °C, dan dari situ dihasilkan aluminium oksida.

2   A l ( O H ) 3   → △   A l 2 O 3 + 3   H 2 O {\displaystyle \mathrm {2\ Al(OH)_{3}\ {\xrightarrow {\triangle }}\ Al_{2}O_{3}+3\ H_{2}O} } {\displaystyle \mathrm {2\ Al(OH)_{3}\ \xrightarrow {\triangle } \ Al_{2}O_{3}+3\ H_{2}O} }

Aluminium hidroksida lalu dapat diproses lagi dengan menggunakan metode Hall-Héroult untuk menghasilkan logam aluminium.

Catatan kaki

  1. ↑ Harris, Chris; McLachlan, R. (Rosalie); Clark, Colin (1998). Micro reform – impacts on firms: aluminium case study. Melbourne: Industry Commission. ISBN 0-646-33550-2.

Daftar pustaka

  • Charles E. Mortimer, Ulrich Müller: Chemie, 11. Auflage, 2014, Georg Thieme Verlag, ISBN 978-3-13-484311-8, S.459


Ikon rintisan

Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan