Selasa, 27 Oktober 2026
00:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Proliferasi sel

Proliferasi sel

Bagikan:
Biological process of growth and divisionTemplat:SHORTDESC:Biological process of growth and division
250px-Cell_proliferation.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembelahan, pertumbuhan, dan proliferasi sel

Proliferasi sel adalah proses pada organisme multiseluler di mana sel tumbuh dan membelah untuk menghasilkan dua sel anak.[1][2][3][4] Proliferasi sel menyebabkan peningkatan jumlah sel secara eksponensial dan karenanya merupakan mekanisme pertumbuhan jaringan yang cepat.

Proliferasi sel mensyaratkan terjadinya pertumbuhan sel dan pembelahan sel secara bersamaan, sehingga ukuran rata-rata sel dalam populasi tetap konstan. Pembelahan sel dapat terjadi tanpa pertumbuhan sel, menghasilkan banyak sel yang ukurannya semakin mengecil (seperti pada pembelahan zigot), sedangkan pertumbuhan sel dapat terjadi tanpa pembelahan sel untuk menghasilkan satu sel yang lebih besar (seperti pada pertumbuhan neuron). Dengan demikian, proliferasi sel tidak sama artinya dengan pertumbuhan sel ataupun pembelahan sel, meskipun istilah-istilah ini terkadang digunakan secara bergantian.[5]

Sel punca mengalami proliferasi sel untuk menghasilkan sel anak yang berproliferasi dan bersifat transit-amplifying (sel yang membelah cepat untuk memperbanyak diri); sel-sel ini kemudian berdiferensiasi membentuk jaringan selama perkembangan normal dan pertumbuhan jaringan, selama regenerasi jaringan setelah kerusakan, atau pada kanker.

Jumlah total sel dalam suatu populasi ditentukan oleh laju proliferasi sel dikurangi laju kematian sel.

Ukuran sel bergantung pada pertumbuhan sel maupun pembelahan sel; peningkatan laju pertumbuhan sel yang tidak proporsional menghasilkan sel-sel yang lebih besar, sedangkan peningkatan laju pembelahan sel yang tidak proporsional menghasilkan banyak sel yang lebih kecil. Proliferasi sel biasanya melibatkan keseimbangan antara laju pertumbuhan sel dan laju pembelahan sel yang mempertahankan ukuran sel agar tetap relatif konstan dalam populasi sel yang berproliferasi secara eksponensial. Proliferasi sel terjadi dengan menggabungkan pertumbuhan sel dan siklus sel "G1-S-G2-M" yang teratur untuk menghasilkan banyak keturunan sel diploid.

Pada organisme bersel tunggal, proliferasi sel sangat bergantung pada ketersediaan nutrien di lingkungan (atau media pertumbuhan laboratorium).

Pada organisme multiseluler, proses proliferasi sel dikontrol secara ketat oleh jaringan regulasi gen yang dikodekan dalam genom dan dijalankan terutama oleh faktor transkripsi—termasuk yang diatur oleh jalur transduksi sinyal yang dipicu oleh faktor pertumbuhan selama komunikasi antar-sel dalam perkembangan.[4] Agar faktor pertumbuhan dapat memicu proliferasi, harus tersedia nutrien yang cukup bagi sel untuk mensintesis lipid, protein, dan nukleotida yang diperlukan. Sensor seluler, seperti mTORC1, mengintegrasikan sinyal dari faktor pertumbuhan dan ketersediaan nutrisi untuk mengatur proliferasi.[6] Pada manusia dan hewan, asupan nutrisi dapat memicu pelepasan hormon yang bersirkulasi dari keluarga insulin/IGF-1—yang juga dianggap sebagai faktor pertumbuhan—untuk mendorong proliferasi sel di seluruh tubuh yang memiliki kemampuan untuk melakukan proses tersebut.

Proliferasi sel yang tidak terkendali, yang menyebabkan peningkatan laju proliferasi atau kegagalan sel untuk menghentikan proliferasinya pada waktu yang semestinya, merupakan penyebab kanker.

Antiproliferasi

"Antiproliferasi" beralih ke halaman ini. Untuk upaya memperlambat, menghentikan, atau mencegah penyebaran senjata, teknologi, atau obat-obatan terlarang, lihat Konterproliferasi.

Agen sitostatik memperlambat atau menghambat proliferasi sel. (Agen sitotoksik merusak atau membunuh sel hidup. Agen antineoplastik membunuh atau menghambat sel kanker. Agen anti-metastatik mencegah metastasis.)

Referensi

  1. ↑ Conlon, Ian; Raff, Martin (1999). "Size Control in Animal Development". Cell. 96 (2): 235–244. doi:10.1016/S0092-8674(00)80563-2. ISSN 0092-8674. PMID 9988218. S2CID 15738174.
  2. ↑ Grewal, Savraj S; Edgar, Bruce A (2003). "Controlling cell division in yeast and animals: does size matter?". Journal of Biology. 2 (1): 5. doi:10.1186/1475-4924-2-5. ISSN 1475-4924. PMC 156596. PMID 12733996.
  3. ↑ Neufeld, Thomas P; de la Cruz, Aida Flor A; Johnston, Laura A; Edgar, Bruce A (1998). "Coordination of Growth and Cell Division in the Drosophila Wing". Cell. 93 (7): 1183–1193. doi:10.1016/S0092-8674(00)81462-2. ISSN 0092-8674. PMID 9657151. S2CID 14608744.
  4. 1 2 Thompson, Barry J. (2010). "Developmental control of cell growth and division in Drosophila". Current Opinion in Cell Biology. 22 (6): 788–794. doi:10.1016/j.ceb.2010.08.018. PMID 20833011.
  5. ↑ Saucedo, L (2002). "Why size matters: altering cell size". Current Opinion in Genetics & Development. 12 (5): 565–571. doi:10.1016/S0959-437X(02)00341-6. ISSN 0959-437X. PMID 12200162.
  6. ↑ Ben-Sahra, I; Manning, BD (April 2017). "mTORC1 signaling and the metabolic control of cell growth". Current Opinion in Cell Biology. 45: 72–82. doi:10.1016/j.ceb.2017.02.012. PMC 5545101. PMID 28411448.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan