Sabtu, 31 Oktober 2026
00:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Sitotoksisitas

Bagikan:

Sitotoksisitas adalah tingkat merusaknya suatu zat pada sel. Contohnya adalah sel imun atau beberapa jenis racun seperti racun Bitis arietans atau laba-laba Loxosceles reclusa.

Apabila suatu sel terkena senyawa yang bersifat sitotoksik, terdapat beberapa hal yang bisa terjadi. Sel tersebut dapat mengalami nekrosis, yaitu suatu keadaan ketika sel mati dengan cepat akibat proses lisis sel. Sel juga bisa berhentu tumbuh dan membelah, atau sel tersebut dapat mengalami apoptosis. Sel yang mengalami nekrosis biasanya menjadi bengkak dengan cepat, hilang keutuhan membran, berhenti bermetabolisme, and melepaskan kandungannya ke lingkungan. Sel yang mengalami nekrosis dengan cepat secara in vitro tidak mempunyai waktu maupun energi yang mencukupi untuk mengaktifkan apoptosis dan tidak akan mengeluarkan penanda apoptosis.[1]

Kemoterapi

Kemoterapi sering kali menggunakan zat-zat sikotoksik untuk membunuh atau merusak sel kanker.[2][3]

Referensi

  1. ↑ Promega Corporation (2006) Protocols and Applications Guide. Cell Viability. Diarsipkan 2010-08-10 di Wayback Machine
  2. ↑ Ramin Zibaseresht, Photoactivated Cytotoxins, University of Canterbury, 2006.
  3. ↑ "Chemotherapy Principles" (PDF). American Cancer Society. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-12-13. Diakses tanggal 20 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan