Selasa, 27 Oktober 2026
21:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Polen lebah

Polen lebah

bee polen

Bagikan:
250px-Corbiculette_congelate.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polen lebah yang telah dibekukan

Polen lebah adalah sejumlah besar polen yang telah dikumpulkan oleh lebah madu pekerja menjadi butiran untuk ditambahkan ke madu atau nektar. Polen lebah dapat ditemukan di kamar pembiakan ratu lebah.[1] Ketika polen lebah selesai dibangun, ratu lebah akan meletakkan telurnya di atas polen lebah lalu menyegel kamar pembiakan.[2] Polen lebah dimanfaatkan oleh manusia sebagai makanan, dan sering kali disebut dengan ambrosia.[3]

Lebah pengumpul membawa polen dari padang bunga ke sarang lebah dan memberikannya kepada lebah pekerja di dalam sarang untuk membentuknya menjadi gumpalan ke ruang-ruang heksagonal yang ada di sarang. Polen dicampur dengan nektar, enzim, fungi, dan bakteri yang memfermentasikan polen. Polen lebah adalah sumber protein utama bagi koloni lebah.[4]

Sama halnya dengan royal jelly, madu, dan propolis kandungan nutrisi dari polen lebah tergantung pada jenis bunga yang menjadi sasaran lebah pengumpul dan dapat bervariasi dari waktu ke waktu. Bahkan dalam satu koloni yang sama, tidak ditemukan polen lebah yang identik. Sehingga pengukuran kualitas untuk menentukan standar tidak dapat dilakukan. Namun secara rata-rata, polen lebah mengandung 55% karbohidrat, 35% protein, 3% mineral dan vitamin, 2% asam lemak, dan 5% nutrisi lainnya.[5] Sebuah studi menemukan bahwa polen lebah dapat dihuni hingga 188 jenis fungi dan 29 jenis bakteri.[6]

Efek Samping Polen Lebah

Polen lebah dapat menjadi pemicu alergi bagi manusia yang sensitif.[7] Efek samping dari alergi di antaranya sesak napas, anafilaksis, urticaria, dan pembengkakan. Efek samping dari konsumsi polen disebabkan oleh tingginya kadar protein yang terkandung di dalamnya. Berbagai persoalan alergi dapat timbul apabila orang yang memiliki kecenderungan alergi terhadap protein mengonsumsi polen. Konsumsi polen perlu dihentikan apabila gejala alergi muncul.[8]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Examination of "pollen Balls" in the Nests of the Alfalfa Leafcutting Bee, Megachile Rotundata". United States Department of Agriculture. Agricultural Research Service. Diakses tanggal 10 September 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Thorp, Robbin W. "Vernal pool flowers and their specialist bee pollinators". California Vernal Pools. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-07. Diakses tanggal 11 September 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Oxford Canadian Dictionary
  4. ↑ Sammataro, Diana and Avitabile, Alphonse. (2011) The Beekeeper's Handbook. Cornell University Press. ISBN 0-8014-7694-1
  5. ↑ "What Is Bee Bread?". Keeping-honey-bees.com. September 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-07-11. Diakses tanggal Oktober 5, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Black, Jacquelyn G. (2004). Microbiology. John Wiley and Sons. ISBN 0-471-42084-0.
  7. ↑ Wong, Cathy (Februari 2, 2005). "Bee Pollen". about.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-01-21. Diakses tanggal 2009-01-20.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ http://ensiklo.com/2014/11/apa-itu-bee-pollen-bagi-dan-efek-sampingnya/

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan