Selasa, 27 Oktober 2026
15:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Podocarpus borneensis

Bagikan:
Podocarpus borneensis
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Araucariales
Famili: Podocarpaceae
Genus: Podocarpus
Spesies:
P. borneensis
Nama binomial
Podocarpus borneensis
Sinonim[2]

Podocarpus polystachyus var. rigidus Wasscher

Podocarpus borneensis adalah spesies tumbuhan runjung dalam keluarga Podocarpaceae. Spesies ini asli dari pulau Kalimantan, yang terbagi antara Indonesia dan Malaysia.

Tumbuhan ini terutama tumbuh di hutan hujan pegunungan pada ketinggian antara 700 hingga 2.100 meter, sering kali di punggung bukit yang berbatu atau terbuka, tempat ia tumbuh menjadi pohon kecil atau kerdil. Spesies ini juga ditemukan tersebar di hutan berkanopi tertutup, di mana ia dapat mencapai ketinggian 20 meter atau lebih. Di Dataran Tinggi Merurong yang berbatu pasir, pohon ini bisa menjadi pohon yang dominan, atau bercampur dengan tumbuhan runjung lainnya (spesies dari Agathis, Dacrydium, Dacrycarpus, Podocarpus, dan Phyllocladus) serta pohon dan semak berdaun lebar. Sesekali ia ditemukan di dataran yang lebih rendah, termasuk di hutan kerangas di tanah berpasir yang tidak subur, dan setidaknya di satu lokasi hutan rawa gambut Kalimantan.[1]

Referensi

  1. 1 2 Farjon, A. (2013). "Podocarpus borneensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2013 e.T34159A2848718. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T34159A2848718.en. Diakses tanggal 17 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Podocarpus borneensis de Laub". Plants of the World Online. The Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew. n.d. Diakses tanggal Desember 30, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik konifer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan