Minggu, 27 September 2026
00:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Damar (tumbuhan)

Damar (tumbuhan)

genus tumbuh-tumbuhan

Damar
250px-Kauri_Te_Matua_Ngahere.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Araucariales
Famili: Araucariaceae
Genus: Agathis
Salisb. 1807
Spesies

Lihat teks

Artikel takson sembarang
Untuk pengertian yang lain, lihat Damar (disambiguasi).

Genus Agathis, sering disebut pohon damar, atau dalam bahasa Maori disebut kauri, adalah genus dari 21 spesies pohon yang selalu berdaun sepanjang tahun dari famili konifer purba Araucariaceae. Meskipun dahulunya menyebar luas selama periode Jurasik, sekarang mereka hanya ditemukan di daerah yang lebih kecil di belahan Bumi selatan. Pohon-pohon ini bercirikan batang yang sangat besar dan percabangan sedikit atau tidak ada pada beberapa bagian batang di bawah tajuk. Pohon muda biasanya berbentuk kerucut; hanya saat dewasa tajuknya menjadi lebih membulat atau tidak beraturan.

250px-AgathisRobusta01MelbourneBotanicGardens.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kulit batang Agathis robusta di Melbourne Royal Botanic Gardens (daun-daun adalah milik tumbuhan lain)

Kulit kayunya lembut dan berwarna abu-abu muda atau cokelat abu-abu, biasanya mengelupas menjadi serpihan-serpihan yang menebal pada pohon yang lebih tua. Struktur cabangnya sering kali horizontal, atau menaik saat lebih besar. Cabang paling bawah sering kali meninggalkan luka cabang melingkar bila mereka tanggal dari batang yang berada lebih di bawah.

Daun muda pada semua spesies Agathis lebih besar daripada daun tua, lebih atau kurang lancip, bermacam-macam bentuknya di antara spesies dari bentuk ovata (membundar telur) hingga lanceolata (panjang, lebar di tengah). Daun tua berhadapan letaknya, bentuk jorong hingga serupa garis, sangat kasar dan cukup tebal. Daun muda sering kali berwarna merah tembaga, kontras dengan dedaunan musim sebelumnya yang biasanya hijau atau hijau-berserbuk.

Runjung jantan yang menghasilkan serbuk sari biasanya hanya muncul pada pohon yang lebih besar setelah runjung betina yang akan menghasilkan biji muncul. Runjung betina biasanya berkembang pada anak cabang samping yang pendek, menjadi dewasa setelah dua tahun. Bentuknya umumnya bulat atau bulat telur.

Biji dari beberapa spesies diserang oleh ulat dari ngengat Agathiphaga, golongan ngengat yang termasuk paling primitif.

Penggunaan

Berbagai jenis pohon damar menghasilkan beragam resin seperti kopal kauri, kopal Filipina, dan getah damar.

Pohon damar menghasilkan kayu yang dalam perdagangan dikenal sebagai agatis (kayu agatis; sementara kayu damar dihasilkan oleh jenis-jenis Araucaria). Kayu agatis bermutu baik, dan merupakan salah satu kayu perdagangan utama di Indonesia dan Asia Tenggara. Kayu ini tergolong kayu lunak dan ringan; terasnya kuning pucat hingga sewarna jerami, sering dengan campuran warna merah muda, dan tidak jelas terbedakan dari kayu gubalnya. Kerapatan kayunya berkisar antara 360–660 kg/m3 pada kadar air 15%.[1]

Dengan serat kayu yang umumnya lurus, serta tekstur yang sangat halus dan rata, kayu agatis umumnya dinilai sangat bagus untuk keperluan pertukangan, pembuatan tiang perahu, konstruksi di bawah atap, perabotan rumah tangga, papan bingkai, panil-panil kayu, dan peti-peti pengemas.[1] Kayu agatis juga umum digunakan pada pembuatan gitar rentang menengah, karena sifat resonansinya yang bagus, tetapi ongkos produksinya murah. Ia dipakai pula untuk beberapa papan permainan igo.

Daftar spesies

250px-Te_Matua_Ngahere.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Te Matua Ngahere, nama sebuah pohon dari spesies A. australis di hutan Waipoua, adalah pohon terbesar kedua di Selandia Baru. Pohon terbesar, Tāne Mahuta, ada di dekatnya.
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_vrouwelijke_bloeiwijze_van_de_Agathis_borniensis_TMnr_10006108.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Runjung betina A. borneensis

Terdapat keraguan untuk menempatkan spesies fosil "Agathis" jurassica dari Zaman Jura Akhir di Australia ke dalam genus ini.[2]

Referensi

  1. 1 2 Soerianegara, I., dkk. 2002. Agathis Salisb.dalam I. Soerianegara dan RHMJ. Lemmens (eds.). Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 5(1): Pohon penghasil kayu perdagangan yang utama. Hal. 68-78. PROSEA – Balai Pustaka. Jakarta. ISBN 979-666-308-2.
  2. ↑ Hill, Robert S. & Brodribb, Tim J. (1999). "Southern conifers in time and space". Australian Journal of Botany. 47 (5): 639–696. Bibcode:1999AuJB...47..639H. doi:10.1071/BT98093. dikutip dalam Dettmann, Mary E. & Clifford, H. Trevor (2005). "Biogeography of Araucariaceae" (PDF). Dalam Dargavel, John (ed.). Araucarian Forests. Kingston, Australia: Australian Forest History Society. hlm. 1–9. ISBN 978-0-9757906-1-8. Diarsipkan dari versi asli pada 2018-12-03. Diakses tanggal 2021-05-17.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: BOT: status url asli tidak diketahui (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Agathis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan