Minggu, 18 Oktober 2026
15:51 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Pisau bolo

Bagikan:
Bolo
330px-Luzon_bolo_chisel_ground.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah bolo khas dari Luzon
Jenis Pisau
Negara asal  Filipina
Sejarah pemakaian
Pada perang
Spesifikasi
Tipe pedang Single-edged, convex blade
Tipe gagang kayu keras, tanduk carabao
Jenis sarung kayu keras, tanduk carabao

Bolo (bahasa Tagalog:iták, bahasa Cebu:sundáng, Hiligaynon: binangon) adalah sebuah alat potong berukuran besar yang berasal dari Filipina yang mirip dengan golok. Alat tersebut biasanya digunakan di Filipina, hutan-hutan Indonesia, dan di ladang-ladang gula Kuba.

Penggunaan utama untuk bolo adalah membersihkan tanaman untuk keperluan agribudaya.[1][2] Bolo juga digunakan dalam seni bela diri Filipina atau Arnis sebagai bagian dari pelatihan.[3][4][5]

Referensi

  1. ↑ Valderrama, Michael R. (22 Juni 2013). "The bolo". Sun.Star Bacolod. Diakses tanggal 12 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Mallari, Perry Gil S. (14 Juni 2014). "The Bolomen of the Revolution". The Manila Times. Diakses tanggal 12 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Green, ed. by Thomas A. (2001). Martial Arts of the World. Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 429. ISBN 1576071502. Diakses tanggal 12 November 2014.{{cite book}}: |first1= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Eskrima Martial Arts". Doce Pares International. 28 Mei 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-12. Diakses tanggal 12 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Wolfgang, Bethge (2007). "The Bolo – An indispensable Utensil in the Philippine Household". Insights-Philippines.de. Diakses tanggal 12 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan