Minggu, 11 Oktober 2026
09:28 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Pingai-laut

Pingai-laut

genus burung

Bagikan:
Pingai-laut
250px-Aethia_pygmaea3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Auklet kumis (Aethia pygmaea)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Charadriiformes
Famili: Alcidae
Tribus: Aethiini
Genus: Aethia
Merrem, 1788
Spesies tipe
Alca cristatella[1]
Pallas, 1769
Spesies
Artikel takson sembarang

Aethia adalah genus untuk sebutan auklet atau pingai-laut (85–300g) yang endemik di Samudra Pasifik Utara, Laut Bering, dan Laut Okhotsk, serta di antara beberapa burung laut paling melimpah di Amerika Utara. [2] Hubungan antara empat auklet sejati masih belum jelas. Pingai-laut terancam oleh spesies invasif seperti rubah Arktik ( Alopex lagopus ) dan tikus got ( Rattus norvegicus ) karena tingginya tingkat kolonialitas dan sarang mereka di celah-celah.

Jenis

Gambar Nama ilmiah Nama yang umum Distribusi
120px-Leastauklet6.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail</img> Aethia pusila Pingai-laut kerdil Alaska dan Siberia
120px-Aethia_cristatella.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail</img> Aethia cristatella Pingai-laut jambul Pasifik utara dan Laut Bering
120px-Whiskered_Auklet351.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail</img> Aethia pigmaea Pingai-laut kumis Kepulauan Aleutian dan di beberapa pulau di lepas pantai Siberia
120px-Parakeetauklets2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail</img> Aethia psittacula Pingai-laut betet Alaska, Kamchatka, dan Siberia

Musim kawin

Pingai-luat Aethia merupakan hewan endemik di Samudra Pasifik Utara dan Laut Okhotsk dengan koloni-koloni Asia yang terkenal di Kepulauan Kuril, Kepulauan Komandan, di sepanjang Semenanjung Kamchatka dan Chukota. Di Amerika Utara, koloni besar berada di Kepulauan Aleutian ( Buldir, Kiska, Semisopochnoi dan Gareloi ) hingga Teluk Alaska dan utara hingga kepulauan Laut Bering ( Pulau St. Lawrence, Kepulauan Pribilof, Pulau St. Matthew ). [3]

Pingai-laut memiliki kesetiaan lokasi yang tinggi, baik di tingkat koloni maupun celah, meskipun terdapat tingkat perceraian yang tinggi hingga 33% pada auklet kecil dan jambul ketika kedua pasangannya bertahan hidup. [4]

Distribusi musim dingin

Distribusi pingai-laut di musim dingin kurang diketahui. Pingai-laut kumiskemungkinan besar mengalami musim dingin di dekat koloni berkembang biak [5] dan banyak yang dilaporkan oleh suku Aleut mengalami musim dingin di wilayah umum. [6] Pingai-laut dari Laut Bering bagian utara harus bergerak lebih jauh ke selatan karena bongkahan es mengelilingi koloni selama musim dingin. [7]

Pembiakan

Pingai-laut biasanya sangat sosial dan bersarang dalam koloni yang padat ( Pingai-laut betet lebih tersebar). [8] Semuanya memiliki beberapa bentuk ornamen wajah seperti jambul besar (pingau laut berkumis dan jambul ), bulu daun telinga (keempat spesies), dan pingai laut jambul dan berkumis memiliki bau beraroma jeruk keprok [8] yang dapat berfungsi sebagai pilihan pasangan [9] atau pengenalan spesies, meskipun hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut. [10]

Referensi

  1. ↑ "Alcidae". aviansystematics.org. The Trust for Avian Systematics. Diakses tanggal 2023-07-26.
  2. ↑ Gaston, A.J.; Jones, I.L. (1998). The Auks: Alcidae. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-854032-8.
  3. ↑ Gaston, A.J.; Jones, I.L. (1998). The Auks: Alcidae. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-854032-8.
  4. ↑ Gaston, A.J.; Jones, I.L. (1998). The Auks: Alcidae. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-854032-8.
  5. ↑ Williams, J.C., Byrd, G.V. and Konyukhov, N.B. 2003.
  6. ↑ Murie, O.J. 1959.
  7. ↑ Gaston, A.J.; Jones, I.L. (1998). The Auks: Alcidae. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-854032-8.
  8. 1 2 Gaston, A.J.; Jones, I.L. (1998). The Auks: Alcidae. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-854032-8.
  9. ↑ Jones, I.L.; Hunter, F.M. (1993). "Mutual sexual selection in a monogamous seabird". Nature. 362 (6417): 238–239. Bibcode:1993Natur.362..238J. doi:10.1038/362238a0.
  10. ↑ Jones, I.L.; Hunter, F.M.; Robertson, G.J.; Fraser, G.S. (2004). "Natural variation in the sexually selected feather ornaments of Crested Auklets (Aethia cristatella) does not predict future survival". Behavioral Ecology. 15 (2): 332–337. doi:10.1093/beheco/arh018.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan