Minggu, 01 November 2026
09:11 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pesantren Darularafah Medan

Pesantren Darularafah Medan

sekolah di Indonesia

Bagikan:
40px-Text_document_with_red_question_mark.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beberapa atau seluruh referensi dari artikel ini mungkin tidak dapat dipercaya kebenarannya. Bantulah dengan memberikan referensi yang lebih baik atau dengan memeriksa apakah referensi telah memenuhi syarat sebagai referensi tepercaya. Referensi yang tidak benar dapat dihapus sewaktu-waktu.
Pesantren Darularafah Raya
Pesantren Darularafah Raya
Logo Pesantren Darularafah Raya
MotoBerdiri di Atas dan Untuk Semua Golongan
JenisPondok Pesantren
Didirikan17 Agustus 1985
Lokasi
Jl. Glugur Rimbun Desa Lau Bakeri Kec. Kutalimbaru
, ,
KampusPesantren Darul Arafah Raya
WarnaGreen and White
JulukanPDAR
AfiliasiSekolah Tinggi Agama Islam
Situs webhttp://darularafahraya.ac.id

Pesantren Darularafah Raya adalah sebuah pesantren modern yang terletak di desa Kutalimbaru, Deli Serdang, berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Medan, Sumatera Utara. Pesantren Darularafah Raya berdiri di atas tanah seluas 200 ha. Tahun ini, Pesantren Darularafah memiliki lebih dari 3000 Santri dan Dyah yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Riwayat Singkat

Peletakan batu pertama pendidikan Pesantren Darularafah dilakukan pada 17 Agustus 1985 oleh Bapak Amrullah Naga Lubis dan keluarga bersama beberapa guru alumni Pesantren Gontor. Kemudian pada tanggal 8 Mei 1986 bertepatan dengan 26 Sya’ban 1706 dibuka pendaftaran untuk santri khusus putra angkatan I di Pesantren Darularafah.

Tujuan awal adalah untuk melahirkan ulama yang ahli dalam bidang Ilmu Agama Islam. Namun dalam perkembangannya tidak hanya ilmu Agama yang diberikan tetapi juga ilmu-ilmu lainnya seperti Sosial, Ekonomi dan Eksakta, sehingga para alumninya dapat melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi Umum (USU, UI, UGM, IPB, UNIMED, UNPAD, dll) disamping itu tentu saja ke Perguruan Tinggi Agama (IAIN Indonesia, Al-Azhar, Mesir, Univ. Madinah, Arab Saudi, IIUM Malaysia, Aligarh, India).

Pesantren Darularafah berkembang dengan pesat dan diikuti dengan pendirian pesantren khusus untuk putri. Pembangunan visi dimulai pada bulan April – Mei 1996 meliputi 5 unit gedung untuk asrama, 1 unit aula, ruang kegiatan, mushola, kantor perumahan guru dan ruang makan. Rangkaian bangunan tersebut diresmikan oleh Ibu Hj. Ainun Habibi (mantan Ibu Negara RI) pada tanggal 30 September 1996.

Pesantren putri ini diberi nama Galih Agung yang diambil dari bahasa Jawa Kuno. Artinya adalah “jiwa yang besar" atau “inti yang agung” dan santriwatinya dipanggil dengan “Dyah” yang merupakan panggilan wanita muda keturunan bangsawan.[1]

Lembaga

Saat ini, Pesantren Darularafah menaungi beberapa lembaga pendidikan, yaitu:

  • TK Islam Arafah 3
  • SD Islam Arafah
  • SMP dan SMA Galih Agung (Putri)
  • MTS dan MAS Darularafah (Putra)
  • STAI Darularafah

Struktur Organisasi

PengelolaYayasan Pesantren Darularafah Raya
PendiriH. Amrullah Naga Lubis
PimpinanH. Harun Lubis, M.Psi
Majelis PengawasH. Hamdana P. Lubis
H. Hamdani P. Lubis
H. Anwar P. Lubis
H. Drs. Ali Sahbana Daulay
Bid. Tata UsahaMahmud El Khudri, S.Ag
Sub Bid. KerumahtanggaanM. Kurniawan, S.Pd.I
Sub Bid. KesektariagtanLena Sartika Capah, S.Kom
Kepala Bidang Pendidikan Dan PengajaranH. Bambang Widowasono, M.A
Kepala Bidang Sumber Daya ManusiaRahmat Hidayat, SH
Kepala Pengasuhan SantriMohammad Muhni, S.Ag
Kepala Pengasuhan DyahBambang Widowasono, MA
Kepala Sekretariat Kantor Yayasan PDAAgus Susanto, S.PdI
Kepala Sekolah MASMarwan Halim Lubis S.pdI
Kepala Sekolah MTsSapriadi, S.PdI
Kepala Sekolah SMPM. Daroini, S.PdI
Kepala Sekolah SMADrs. Zulfan Arifin Marpaung
Kepala Bidang EkskulSurya Dermawan, S.Ag

Organisasi Santri/Dyah

Pesantren Darularafah juga mengajarkan pendidikan berorganisasi kepada para santri dan dyah. Mereka yang duduk di kelas 5 atau setara dengan kelas 2 Aliyah mendapatkan amanah untuk mengurus adik-adik kelas mulai dari kelas 1-4 untuk menjalankan segala peraturan dan sunnah pesantren.

Seperti halnya instansi, bangunan, wilayah, Bagian Pengasuhan dll yang berbeda antara santri dan dyah, Pesantren Darularafah Raya juga memisahkan organisasi antara santri dan dyah. Organisasi santri disebut dengan Organisasi Pelajar Pesantren Darularafah Raya (OPPDA), sedangkan organisasi dyah disebut dengan Organisasi Pelajar Dyah Galih Agung (OPDYGA)

Secara struktural mereka berada langsung dibawah Bagian Pengasuhan Santri atau Pengasuhan Dyah. Ustaz serta ustazah yang menjadi pengurus di Bagian Pengasuhan Santri atau Dyah membina mereka sesuai dengan bagiannya masing-masing. Santri/dyah kelas 1-4 yang melanggar disiplin dan sunnah pesantren langsung ditindaklanjuti oleh pengurus OPPDA/OPDYGA sebagai perpanjangan tangan Bagian Pengasuhan. Sementara, pengurus OPPDA dan OPDYGA yang melanggar disiplin langsung ditindaklanjuti oleh Bagian Pengasuhan.

Saat ini, struktur pengurus OPPDA meliputi:

  1. OPPDA Pusat.
    • Ketua
    • Wakil
    • Sekretaris I
    • Sekretaris II
    • Sekretaris III
    • Bendahara
  2. Bagian Pembantu Umum
  3. Bagian Ibadah
  4. Bagian Bahasa
  5. Bagian Kesenian
  6. Bagian Olahraga
  7. Bagian Penerimaan Tamu
  8. Bagian Kebersihan dan Pertamanan
  9. Bagian Kesehatan
  10. Bagian Dapur
  11. Pengurus Asrama
    • Pengurus Asrama Harapan
    • Pengurus Asrama Al-Azhar
    • Pengurus Asrama Madinah
    • Pengurus Asrama Mekkah
    • Pengurus Asrama Muzdalifah
    • Pengurus Asrama Mina
    • Pengurus Asrama Mesir
    • Pengurus Asrama Sudan

Catatan:

  • Sampai tahun 2011, pengurus OPPDA Pusat hanya 4 orang dengan satu orang sekretaris. Kemudian pada OPPDA 2011-2012, ditambah 2 orang ke dalam kepengurusan OPPDA Pusat yaitu sekretaris II dan III. Kedua orang ini awalnya berasal Bagian Informasi dan Penerangan akan tetapi selanjutnya bertugas juga sebagai Pengurus OPPDA Pusat yang mengkoordinasi anggota OPPDA lainnya.
  • Struktur pengurus OPDYGA sama dengan di atas kecuali untuk Bagian Pengurus Asrama (karena nama asramanya sudah pasti tidak sama) dan juga memiliki Bagian Keputrian, bagian yang tidak dimiliki OPPDA.

Fasilitas

Dalam membantu membentuk karakter dan proses belajar mengajar, Pesantren Darularafah juga menyediakan beberapa fasilitas untuk santri dan dyahnya seperti Gedung Asrama, Gedung Sekolah, Masjid, Penginapan Tamu, Ruangan Kelas, Dapur Umum, Lapangan Olahraga, Laboratorium (Fisika, Kimia, dan Komputer), Kantin dan Toserba, Ruang Gedung Aula, Ruang Kursus, Klinik Kesehatan, Ruang Perpustakaan dan lainnya.[2]

Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler yang terdapat di Pesantren Darularafah antara lain adalah Pramuka, Outbound, Pencak Silat, Olah Raga, Menjahit, Kaligrafi, Drum Band, Seni Teater, Pidato, dan lainnya.[3]

Galeri

  • Santri Shalat Berjamaah
    Santri Shalat Berjamaah
  • Santri Shalat Berjamaah
    Santri Shalat Berjamaah
  • Santri Melaksanakan Apel Pagi X-Light
    Santri Melaksanakan Apel Pagi X-Light
  • Apel Tahunan Pesantren Darularafah
    Apel Tahunan Pesantren Darularafah
  • Persiapan Pentas Seni Angkatan XX X-Light PDAR
    Persiapan Pentas Seni Angkatan XX X-Light PDAR
  • Scout Boys Darularafah
    Scout Boys Darularafah

Referensi

  1. ↑ "Pesantren Darularafah Raya". darularafahraya.ac.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-25. Diakses tanggal 2021-02-20.
  2. ↑ "Pesantren Darularafah Raya". darularafahraya.ac.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-25. Diakses tanggal 2021-02-20.
  3. ↑ "Pesantren Darularafah Raya". darularafahraya.ac.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-25. Diakses tanggal 2021-02-20.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan