Sabtu, 24 Oktober 2026
03:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Perwakilan Iwakura

Perwakilan Iwakura

Delegasi diplomatik Jepang 1871–1873 ke Eropa & Amerika Serikat

Bagikan:
330px-Iwakura_mission.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perwakilan Iwakura. Kepala perwakilannya adalah Iwakura Tomomi, tampil dalam gambar ini sedang mengenakan pakaian Jepang tradisional.

Perwakilan Iwakura atau Perwakilan Diplomatik Iwakura (岩倉使節団, Iwakura Shisetsudan) adalah sebuah perjalanan diplomatik Jepang di seluruh dunia, yang dilakukan pada tahun 1871 oleh oligarki zaman Meiji.

Perwakilan Iwakura mengikuti beberapa perwakilan sebelumnya yang dikirimkan oleh Keshogunan, seperti Perwakilan Diplomatik Jepang ke Amerika Serikat (1860), Perwakilan Diplomatik Jepang Pertama ke Eropa (1862), dan Perwakilan Diplomatik Jepang Kedua ke Eropa (1863).

Detail perjalanan

Amerika Serikat

Pada tanggal 23 Desember 1871, Perwakilan Diplomatik Iwakura bertolak dari pelabuhan Yokohama dengan kapal SS America tujuan San Francisco. Mereka tiba di San Francisco pada tanggal 15 Januari 1872.

Perwakilan kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik kereta api, singgah di Salt Lake City dan Chicago, hingga akhirnya tiba di Washington, D.C. tanggal 29 Februari 1871. Salah satu tugas perwakilan diplomatik ini adalah menegosiasikan perjanjian baru yang lebih adil, tetapi hal ini tidak berhasil dicapai. Mereka juga mengunjungi berbagai sekolah, universitas, dan kawasan industri di Boston, New York, dan Washington, D.C.

Britania Raya

Rombongan Perwakilan Diplomatik Iwakura tiba di Liverpool, Inggris, pada tanggal 17 Agustus 1872. Mereka lalu menuju London dan menghabiskan bulan Agustus dan September di ibu kota Inggris tersebut, mengunjungi berbagai institusi politik, militer, sekolah, British Museum, menonton konser musik di Royal Albert Hall, serta mencoba bepergian dengan London Underground yang baru dibangun.

Di bulan Oktober dan November 1872, perwakilan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, untuk memudahkan berkunjung ke banyak tempat dalam waktu bersamaan. Mereka singgah ke berbagai kota seperti Edinburgh, Manchester, Glasgow, Edinburgh, Newcastle upon Tyne, Bradford, Yorkshire, Burton upon Trent, Birmingham, Worcester, Stoke on Trent dan Chester. Mereka meninjau kawasan industri dan pertambangan, mempelajari cara kerja mesin-mesin hidraulis, mempelajari konstruksi senjata Armstrong dan Gatling, penataan desa, sekolah, rumah sakit, dan taman-taman kota.[1][2]

Tanggal 5 Desember 1872, Delegasi Iwakura menghadiri audiensi resmi dengan Ratu Victoria di Istana Windsor. Berikutnya audiensi dengan Pangeran Wales di Sandringham pada 9 Desember 1872. Mereka lalu meninggalkan Inggris menuju Prancis pada tanggal 16 Desember 1872.

Berkeliling Eropa dan kembali ke Jepang

Selama 6 bulan pertama tahun 1873, Perwakilan Iwakura melawat ke Prancis,[3] Belgia, Belanda, Rusia, Jerman, Prusia, Denmark, Swedia, Bavaria, Austria, Italia, dan Swiss. Kemudian dalam perjalanan pulang ke Jepang, mereka juga singgah di Mesir, Aden, Ceylon, Singapura, Saigon, Hong Kong, dan Shanghai. Perwakilan Iwakura akhirnya tiba di Yokohama pada 13 September 1873, hampir 2 tahun sejak keberangkatannya.

Referensi

  1. ↑ Checkland, Olive (1998). The Iwakura Mission, industries and exports (PDF) (Edisi Discussion Paper). London: The Suntory Center. hlm. 28. Diakses tanggal 3 Februari 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Kunitake, Kume (2009). Chushichi Tsuzuki and R. Jules Young (ed.). Japan Rising: The Iwakura embassy to the USA and Europe. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 182. ISBN 978-0-521-73516-2.{{cite book}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ The Iwakura Embassy to the USA and Europe 1871-1873, Kume Kunitake, p.226-227

Bacaan tambahan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan