Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Perkutut jawa" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
| Perkutut jawa | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Columbiformes |
| Famili: | Columbidae |
| Genus: | Geopelia |
| Spesies: | G. striata |
| Nama binomial | |
| Geopelia striata (Linnaeus, 1766) | |
Perkutut jawa (Geopelia striata) adalah spesies burung dalam suku Columbidae.[2] Dalam taksonomi, perkutut jawa termasuk dalam genus Geopelia. Burung ini merupakan jenis burung pemakan biji-bijian saja. Namun, tidak tertutup kemungkinan jika burung ini juga memakan serangga di habitat aslinya.
Ciri-ciri
Perkutut jawa (sering kali disebut dengan perkutut lokal) memiliki tubuh berukuran kecil (21 cm). Burung ini bertubuh ramping dan berekor panjang. Kepalanya berwarna abu-abu, dengan leher dan bagian sisi bergaris halus,[3] dan punggung cokelat dengan tepi hitam. Bulu sisi terluar ekor berwarna kehitaman dengan ujung putih. Iris dan paruh berwarna abu-abu biru, sedangkan kaki berwarna merah jambu tua. Mereka hidup berpasangan atau kelompok kecil. Perkutut jawa makan di permukaan tanah. Kadang mereka berkumpul untuk minum di sumber air. Sarangnya berbentuk datar tipis dan terbuat dari ranting-ranting. Telur berwarna putih berjumlah dua butir. Perkutut jawa berbiak pada bulan Januari–September.
Suara perkutut jawa relatif kecil dan tipis jika dibandingkan dengan jenis perkutut thailand atau yang acap kali disebut dengan perkutut bangkok.
Pemeliharaan
Pada umumnya burung perkutut yang dipelihara sebagai klangengan (peliharaan) oleh kebanyakan penghobi biasanya diberi makan hanya berupa biji-bijian saja seperti milet putih, milet merah, jewawut, gabah berukuran kecil, dan sedikit ketan hitam. Terkadang ada juga penghobi yang memberi pakan tambahan berupa canary seed, biji godem dan biji sawi serta pakan ekstra untuk kebutuhan mineral berupa tulang sotong.
Untuk menjaga stamina dan mengondisikan burung perkutut saat lomba, para pehobi biasanya memberikan jamu-jamuan atau vitamin untuk merangsang bunyi. Pemberian jamu umumnya diberikan tiga hari sebelum lomba setelah sebelumnya dimandikan terlebih dahulu dan diberi lolohan kacang hijau yang direndam dengan air panas setidaknya selama dua jam.
Untuk mandi rutin, para pehobi biasanya memandikan burung perkutut seminggu sekali. Perkutut yang memiliki karakter liar, intensitas mandi bisa ditingkatkan hingga dua atau tiga kali dalam seminggu. Jika karakter liarnya sudah mereda atau hilang, intensitas mandi ini bisa dikurangi.
Selain pemberian pakan seperti yang disebutkan di atas, burung perkutut yang dipelihara di sangkar juga memerlukan penjemuran di bawah sinar matahari langsung untuk menjaga kesehatannya. Para pehobi biasanya menjemur perkutut kesayangannya di tiang kerekan dengan ketinggian sekitar tujuh meter.
Penyebaran
Referensi
- ↑ "Geopelia striata". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 26 November 2013.
{{cite web}}:|ref=harvtidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong:|last-author-amp=; Parameter tidak dikenal|authors=diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Ayat, Asep (2011). Mardiastuti, Ani (ed.). Burung-burung Agroforest di Sumatera (PDF). Bogor: World Agroforesty Centre. hlm. 103. ISBN 978-979-3198-60-6.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - 1 2 3 Robson, Craig (2007). NEW HOLLAND FIELD GUIDE TO THE BIRDS OF SOUTH-EAST ASIA : THAILAND, PENINSULAR MALAYSIA, SINGAPORE, VIETNAM, CAMBODIA, LAOS, MYANMAR. London: New Holland. hlm. 78.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pranala luar
- Undip Diarsipkan 2012-07-06 di Wayback Machine
| Nasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |
Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |