Senin, 26 Oktober 2026
03:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Ceylon Portugal

Ceylon Portugal

bekas harta benda Portugal di Asia Selatan

Bagikan:
Ceylon
Ceilão
1505–1658
Bendera Ceilão
Bendera
Lambang Ceilão
Lambang
Pendudukan Portugis di Ceylon
Pendudukan Portugis di Ceylon
StatusKoloni
Ibu kotaKolombo
Bahasa umumPortugis, Sinhala, Tamil
Kapten 
• 1518-1518
João da Silveira
• 1522-1524
Fernão Gomes de Lemos
Mayor Kapten 
• 1551-1552
João Henriques
• 1591-1594
Pedro Homem Pereira
Gubernur 
• 1594-1594
Pedro Lopes de Sousa
• 1656-1658
António de Amaral de Meneses
Era SejarahImperialisme
• Hubungan dan perdagangan dengan Kerajaan Kotte
15 Agustus 1505
• Kejatuhan Ceylon Portugis
14 Januari 1658
Mata uangTanga Portugis (TCP)
Didahului olehDigantikan oleh
krjKerajaan
Kotte
krjKerajaan
Jaffna
krjKerajaan
Sitawaka
Ceylon Belanda
krjKerajaan
Kandy

Ceylon Portugis (bahasa Portugis:Ceilão) adalah wilayah kekuasaan Portugis di Sri Lanka modern, dan merupakan periode dalam sejarah Sri Lanka dari 1505–1658. Portugis pertama-tama menghadapi Kerajaan Kotte di Ceylon, yang berakhir dengan suatu kesepakatan. Ceylon Portugis didirikan melalui pendudukan Kotte dan penaklukan kerajaan-kerajaan Sinhala di sekitarnya. Pada 1565 ibu kota Ceylon Portugis dipindahkan dari Kotte ke Kolombo. Penyebaran agama Kristen oleh Portugis juga memicu perselisihan dengan orang-orang Sinhala.

Pada akhirnya, orang-orang Ceylon meminta bantuan dari Kekaisaran Belanda dalam perjuangan mereka untuk merdeka. Kekaisaran Belanda lalu membuat kesepakatan dengan Kerajaan Kandy. Setelah jatuhnya ekonomi Iberia pada 1627, Perang Belanda-Portugis berakhir dengan penaklukan Belanda di koloni-koloni Portugis di Asia. Ceylon Portugis kemudian diserahkan kepada Belanda. Namun unsur-unsur budaya Portugis dari periode ini masih banyak yang tersisa di Sri Lanka.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan