Senin, 12 Oktober 2026
17:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Perang pisang

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023)

Perang pisang disebut juga mesabatan biu adalah upacara yang dilakukan dalam rangka memilih ketua dan wakil ketua kelompok pemuda di Desa Tenganan Daud Tukad, Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.[1] Prosesi upacara Perang Pisang dilaksanakan bersama dengan ritual lainnya pada bulan ketiga penganggalan Desa Tenganan atau disebut juga Aci Katiga.[2] Perang pisang dilaksanakan saat upacara aci katiga sekitar akhir bulan Maret dan awal April.[3] Warga Desa Tenganan meyakini bahwa generasi penerus desa memiliki peranan sangat vital terkait masa depan Desa Tenganan.[2]

Pelaksanaan

Sebelum perang pisang dilakukan, para pemuda mencari pisang dan kelapa.[3] Pisang-pisang tersebut digunakan sebagai senjata dalam perang.[3] Perang pisang dilaksanakan di pelataran pura Bale Agung dan diikuti oleh 16 pemuda desa yang dipilih kelian adat untuk dilawankan dengan dua orang (calon ketua dan wakil).[3] Di ujung jalan yang berlawanan, calon ketua dan wakil ketua pemuda desa berdiri berhadapan.[1] Warga desa yang berada berjajar di sepanjang jalan yang nantinya akn dilalui oleh kedua pemuda tersebut.[1] Ke-16 pemuda yang akan mengikuti perang pisang mengenakan kamben, udeng (penutup kepala), dan tanpa baju.[3] Para tetua laki-laki duduk di jeroan Bale Agung, dan para ibu-ibu menyiapkan makanan untuk megibung (ritual makan bersama).[3] Upacara dilaksanakan ketika kulkul (kentongan khas Bali) dibunyikan beberapa kali.[1] Setelah Kelian adat memberi aba-aba, para pemuda yang tadi berdiri hadapan di ujung jalan bergegas berjalan dengan langkah setengah berlari menuju Pura Bale Agung.[1] Dalam setengah perjalan, Perang Pisang terjadi.[1] Ketua dan wakil ketua kelompok pemuda menjadi sasaran utama perang pisang.[1] Walaupun diserang, mereka harus berjalan sampai di pura.[2] Jika kedua pemuda tersebut gagal mencapai pura, maka mereka dianggap tidak cocok untuk menjadi pemimpin.[2] Upacara perang pisang baru berakhir apabila calon ketua dan wakil ketuanya sampai di pintu gerbang Pura Bale Agung.[2] Jika mereka berhasil melewati pintu gerbang Pura Bale Agung, maka akan langsung dinyatakan lulus dan berhak atas pengukuhan ketua dan wakil ketua desa Tenganan.[2] Pelaksanaan upacara perang pisang diakhiri dengan makan bersama (Megibung) di Pura Bale Agung yang diikuti oleh seluruh warga desa.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Upacara Perang Pisang". wisatadewata.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-26. Diakses tanggal 11 Juni 2014.18.30.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. 1 2 3 4 5 6 "Upacara Perang Pisang". jalan2.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-02. Diakses tanggal 11 Juni 2014.17.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. 1 2 3 4 5 6 "'Upacara perang pisang–mesabatan biu di Tenganan". wisata.balitoursclub.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-10. Diakses tanggal 11 Juni 2014.17.00.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan