Kamis, 15 Oktober 2026
21:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Perang Ossetia Selatan 2008

Perang Ossetia Selatan 2008

invasi Georgia oleh Rusia tahun 2008

Bagikan:
Perang Ossetia Selatan 2008
Bagian dari Konflik Georgia-Ossetia dan Konflik Abkhazia–Georgia
250px-South_Ossetia_war_russian_tank.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Russo-Georgian_War_in_2008_%281%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Atas : Tank T-72 Russia di Ossetia Selatan pada 2008, Foto Bawah : Pasukan Georgia Selama Perang
Tanggal7 Agustus – 12 Agustus 2008
(5 hari)
Lokasi
Hasil

Kemenangan Rusia, Abkhazia dan Ossetia Selatan

  • Pengakuan Rusia terhadap Ossetia Selatan dan Abhkazia sebagai republik independen.[1]
  • Pengusiran Etnis Georgia dari Ossetia Selatan
  • dibangunnya Pangkalan Militer Rusia di Abkhazia dan Ossetia Selatan
Pihak yang terlibat
Ossetia Selatan
 Rusia
Abkhazia
 Georgia
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Ossetia Selatan Eduard Kokoity
Ossetia Selatan Mikhail Mindzaev
Rusia Dmitry Medvedev
Rusia Vladimir Putin
Rusia Anatoliy Serdyukov
Rusia Vladimir Shamanov
Rusia Vyacheslav Borisov
Rusia Nikolay Makarov
Rusia Anatoly Khrulyov
Sergei Bagapsh
Abkhazia Mirab Kishmaria
Georgia Mikheil Saakashvili
Georgia Lado Gurgenidze
Georgia Davit Kezerashvili
Georgia Vakhtang Kapanadze
Georgia David Nairashvili
Georgia Devi Chankotadze
Georgia Zaza Gogava
Kekuatan

 Russia :

  • 70,000 Tentara (Termasuk di Abkhazia, Ossetia Selatan, dan Georgia)

 Ossetia Selatan :

  • 3.000 Tentara

 Abkhazia :

  • 1.000 Tentara
Total :
74.000 Tentara

 Georgia :
Di Ossetia Selatan :

  • 10.000-11.000 Tentara
  • 5.000 Polisi

di Georgia :

  • 10.000 Tentara Mobilisasi & Cadangan

di Irak :

  • 2.000+ Tentara Sedang Bertugas
Total :
25.000–26.000 Pasukan
Korban jiwa dan kerugian

 Russia :

  • 65–67 Tewas
  • 283 Terluka
  • 10–15 Sukarelawan Tewas
  • 20 Tank Hancur
  • 6 Pesawat Jatuh
    (Menurut Rusia)

 Ossetia Selatan :

  • 27 Tewas
  • 69 Terluka

Milisi dan Cadangan :

  • 50 Tewas

 Abkhazia :

  • 1 Tewas
  • 2 Terluka
Total :
163–170 Tewas
355 Terluka

 Georgia :

  • 170 Tentara Tewas
  • 11 Polisi Tewas
  • 1,100+ Tentara dan Polisi Terluka
228 Warga Sipil Georgia Tewas
1,747 Warga Sipil Georgia Terluka
162 Warga Sipil Ossetia Selatan Tewas
Total Korban :
732–745 Orang Tewas
3,200+ Orang Terluka

Perang Ossetia Selatan 2008 dimulai pada Agustus 2008 setelah pertempuran antara tentara Georgia dan separatis Ossetia Selatan. Setelah setuju untuk melakukan gencatan senjata, pada 7 Agustus Georgia melancarkan operasi militer kejutan untuk merebut kota Tskhinvali, ibu kota Ossetia Selatan, sebagai respon dari serangan separatis terhadap desa di Georgia.[2][3] Pada 8 Agustus, Rusia yang bersekutu dengan separatis Ossetia Selatan, membalas dengan mengirim tentaranya masuk ke Georgia, membawa tank dan artileri ke Tskhinvali. Menurut presiden Rusia Dmitry Medvedev, tujuan Rusia adalah untuk melindungi banyak penduduk Ossetia Selatan yang memiliki status warga negara Rusia. Presiden Georgia Mikheil Saakashvili menyatakan negaranya melindungi Georgia dari agresi Rusia dan tentara Rusia mengebom penduduk Georgia.[4] Pada 10 Agustus Georgia menyatakan pasukannya telah mundur dari Ossetia Selatan dan meminta diadakannya gencatan senjata, namun pengamat menunjukkan Georgia masih melakukan serangan.[5] Pada 11 Agustus Rusia dilaporkan telah maju ke wilayah-wilayah Georgia yang tidak diperselisihkan di luar Ossetia Selatan dan Abkhazia.[6]

Pada 12 Agustus 2008, Presiden Rusia Dmitry Medvedev menemui Nicolas Sarkozy yang bertindak sebagai Presiden Uni Eropa, dan menyetujui adanya perdamaian.[7]

Catatan kaki

  1. ↑ "Statement by President of Russia Dmitry Medvedev" (dalam bahasa English). Russia's President web site. 2008-08-26. Diakses tanggal 2008-08-26.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ "Peace bid as Ossetia crisis rages". BBC. 9 August 2008. Diakses tanggal 2008-08-10.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ "Georgia launches operation on South Ossetian capital". France 24. 7 August 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-08-13. Diakses tanggal 2008-08-10.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ "Georgian President Mikhail Saakashvili responds to Russian tanks rolling into his country". CNN. 9 August 2008. Diakses tanggal 2008-08-10.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ Putin criticises U.S. over South Ossetia. Reuters. 11 Agustus 2008
  6. ↑ Russians advance in west Georgia. BBC News. 11 Agustus 2008
  7. ↑ "Russia 'backs Georgia peace plan'". BBC. 2008-08-12. Diakses tanggal 2008-08-12.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan